27.6 C
Jakarta
Senin, Maret 1, 2021

5000 Ansor, Banser Jabar Gelar Apel Virtual Kesiapsiagaan Bencana

SOSBUD – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat menggelar apel virtual kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh 5000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser dan Kyai muda Rijalul Ansor se Jawa Barat, pada Selasa (08/02/2021).

Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang juga Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri. Keduanya turut memberikan sambutan pengarahan kepada peserta apel.

Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri menyambut baik pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan bencana Banser Jabar. “Semoga dengan dilaksanakannya apel ini akan terwujud visi dan misi yang sama sehingga bisa diimplementasikan oleh seluruh anggota kader Banser se Jawa Barat”, katanya.

Sebagaimana wataknya yang telah digariskan, lanjut Kapolda, dengan semangat kepemudaan, kerakyatan, keislaman, dan kebangsan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat diharapkan bisa terus eksis, memiliki keteladanan, kejuangan, kepeloporan dan jiwa penolong dalam menegakkan ajaran Islam.

“Dalam konteks kekinian, kiprah Banser semakin nyata dibutuhkan dalam menghadapi pandemi covid 19 yang melanda bangsa Indonesia dan juga berbagai bencana khususnya di Jawa Barat”, harap lulusan terbaik Akpol 1989 yang juga pernah Kapolda Istimewa Yogyakarta ini.

Dirinya berharap akan terus terbangun kerjasama yang intensif bersama Ansor dan Banser Jabar dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor mengintruksikan kepada seluruh peserta apel untuk senantias disiplin menegakkan protokol kesehatan.

“Jangan kendor dan tidak boleh lengah. Ini dalam rangka melindungi diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita”, ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Lebih lanjut Gus Yaqut mengamatkan, agar sebagai kader kader ansor-banser sekaligus kader NU harus memiliki cita cita besar dan juga berjiwa besar.

“Berjiwa besar itu tidak pengecut. Kita pantang mencari masalah. Tapi kalau ada masalah kita harus menghadapinya. Jangan menghidar. Yang kedua, tidak boleh serakah. Apa yang ada, yang kita miliki saat ini kita syukuri dan jangan mengambil yang bukan hak dan milik kita” papar Gus Yaqut.

Ciri kader berjiwa besar yang ketiga, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi II ini adalah tidak mudah tersinggung dan sakit hati sehingga dapat mudah memaafkan.

“Saya selalu mengingatkan sebagai kader ansor dan banser jangan pernah terbang ketika dipuji dan tidak akan tumbang ketika dicaci”, tegasnya.

Sementara ciri kader yang keempat senantiasa memiliki komitmen untuk memanusiakan manusia dalam rangka mengembangkan peradaban yang luhur dengan tanpa mempertimbangkan latar belakang perbedaan agama, suku bangsa. Kita banyak menemui banyak perbedaan, disaat yang sama kita harus mencari titik titik persamaan.

“Setiap kader ansor dan banser harus terus menempa diri agar kapasitas yang dimiliki sesuai dan lebih bermakna ditengah masyarakat. Dan apel kesiapsiagaan bencana ini merupakan bentuk respon dan tanggungjawab atas tragedi tragedi kemanusiaan yang terjadi”, imbuhnya.

Dalam keterangannya, Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengatakan gelaran apel kesiapsiagaan bencana ditujukan untuk mengkonsolidasi para kader ansor banser dan kyai muda di Jawa Barat untuk bersama-sama siap dan waspada menghadapi segala kondisi dan cuaca alam yang ada terutama pada musim penghujan akhir akhir ini.

“Bukan sekedar apel dan kumpul kumpul. Tapi meneguhkan komitmen dan perjuangan kemanusiaan kita semua agar selalu siap turun ditengah masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan dan situasi yang ada”, kata Deni Ahmad Haidar.

Deni juga menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas musibah bencana yang melanda sejumlah daerah baik banjir maupun tanah longsor di Jawa Barat. Walaupun dalam situasi terbatas karena pandemi covid 19, dirinya bersyukur pasukan Banser di daerah bisa hadir membantu masyarakat yang menjadi korban.

“Terimakasih dan apresiasi kami kepada sahabat sahabat Ansor-Banser yang senantiasa hadir meringankan beban musibah saudara saudara kita”, lanjutnya.

Deni berharap agar bencana di Jawa Barat ini tidak terus terulang sebagai tragedi tahunan yang menyengsarakan masyarakat. Ia berharap agar pemerintah daerah memiliki peta mitigasi yang jelas, penanganan sampah yang terintegrasi, dan juga memasukan muatan mitigasi bencana ini dalam kurikulum pendidikan.

“Dan tentu saja ada regulasi yang bisa diimplementasikan oleh para stakeholder dan masyarakat dalam mencegah bencana”, ungkapnya.

Sebanyak 5.000 an kader yang mengikuti apel virtual ini masing-masing diikuti oleh 150 peserta dari setiap Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang terdiri dari 50 pengurus ansor, 50 kader Banser dan 50 Kyai muda.

Secara virtual, para peserta mengikuti apel melalui layar monitor di cabang masing-masing, dengan lokasi ada yang dikantor Ansor, PCNU, pesantren, madrasah dan lapangan terbuka.

PW Ansor dan Satkorwil Jabar sendiri menggelar apel di Pondok Pesantren Nurul Huda, Cisurupan, Kabupaten Garut. Bertindak selaku inspektur apel Komandan Satkorwil Banser Jabar Yudi Nurcahyadi dan pembina apel Sekretaris PW Ansor Johan Anwari.

Peserta apel kesiapsiagaan bencana ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan juga faceshield. (Rd.Haraqi Siliwangi)***

Latest news

Related news