29.1 C
Jakarta
Jumat, Februari 20, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Haul Tb A Ma’ani Rusdji, Gubernur Banten Sebut Peran Ulama dan Komitmen pada Pendidikan Islam

Wartain Banten | Pemerintahan | 14 September 2025  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-15 almarhum Tb A. Ma’ani Rusdji di Yayasan Perguruan Islam Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu), Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Minggu (14/9).

Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan bahwa Banten dikenal sebagai daerah yang memiliki warisan keagamaan yang sangat kuat. Ia menyebutkan sejumlah ulama masyhur yang lahir di tanah Banten, khususnya dari Kabupaten Pandeglang, seperti Syekh Asnawi Caringin, Syekh Nawawi Albantani, Syekh Mansyur, Syekh Abdul Karim, dan Syekh Dimyati.

“Provinsi Banten sejak dahulu sudah terkenal dengan sebutan daerah sejuta santri dan seribu ulama. Ulama-ulama besar Banten banyak mendirikan pondok pesantren dan menjadi panutan dalam pengembangan Islam,” ujar Andra Soni.

Andra Soni berpendapat bahwa warisan keilmuan dan spiritualitas para ulama harus dijaga dan dikembangkan melalui dukungan nyata terhadap lembaga pendidikan keagamaan.  Akibatnya, Pemprov Banten berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih besar pada pengembangan fasilitas dan prasarana pendidikan berbasis pesantren dan madrasah.

“Saya berharap keberadaan lembaga pendidikan ini akan terus bertambah maju dengan sebuah grand design pendidikan pesantren,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pandeglang bersama Malnu juga merupakan dorongan untuk meningkatkan persaudaraan sesama umat.  Salah satunya adalah menanamkan semangat untuk membangun negara dan Provinsi Banten.

Andra Soni juga meminta semua orang untuk meneladani sifat baik para ulama.  Sebagai waliyullah, ulama memainkan peran penting dalam struktur sosial.

“Ulama sebagai pewaris nabi memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Uuf Zaki Gufron, ketua umum PB Malnu, menjelaskan bagaimana Malnu membantu menyebarkan pendidikan Islam dengan cara ahlussunnah wal jamaah di Pandeglang.  Sejak tahun 1970, Malnu telah terus membantu memperbaiki kehidupan para kiai. Bahkan, salah satu pendiri Malnu telah memberikan SK kepada seribuan lebih guru madrasah di Kabupaten Pandeglang.

“Dari terobosan itu, alhamdulillah NU sangat jaya di Pandeglang dan para kiainya hidup dengan sejahtera,” paparnya.

Malnu di Kecamatan Menes adalah lokasi Mukhtamar NU ke-13 pada tahun 1938, selain sebagai pusat pendidikan keagamaan.  Di Menes, banyak ulama terkenal dari berbagai wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat hadir.

Pada Mukhtamar itu, Nyai Djuaesih, seorang wanita dari Sukabumi yang tinggal di Bandung, adalah satu-satunya perempuan dari Partai Nasional Indonesia (NU) yang pertama kali berpidato di hadapan para kiai. Ada juga nama perempuan yang tinggal di Menes bernama Siti Syarah.

“Dari situlah kemudian muncul gerakan perempuan yang mewarnai perjuangan NU sampai saat ini,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, pengurus yayasan, santri, serta masyarakat sekitar yang turut mendoakan dan mengenang jasa-jasa almarhum Tb A. Ma’ani Rusdji sebagai ulama dan pendidik yang berjasa di Pandeglang.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum