Oleh : M. Imam Ansori, S.Psi., CHRMP
Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen, Universitas Pamulang.
Pendidikan adalah fondasi utama dalam pembangunan suatu bangsa. Kualitas pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, masih banyak guru yang memiliki latar belakang non-pendidikan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, karena guru yang berkualitas adalah kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Guru yang profesional dan memiliki totalitas dalam mengajar sangat penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Guru yang baik tidak hanya mampu menyampaikan materi pelajaran dengan baik, tetapi juga dapat menjadi role model bagi siswa-siswanya. Mereka dapat membantu siswa mengembangkan potensi dan minatnya, serta membentuk sikap dan perilaku yang positif. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai dalam bidang pendidikan. Guru yang berkualitas akan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Totalitas guru dalam mengajar juga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Guru yang memiliki passion dan dedikasi tinggi dalam mengajar akan lebih mampu mengidentifikasi kebutuhan dan kesulitan siswa, sehingga dapat memberikan bantuan yang tepat dan efektif. Dengan demikian, guru yang totalitas dalam mengajar dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Selain itu, guru yang berkualitas juga dapat membantu meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, sehingga dapat mengurangi angka drop out dan meningkatkan kualitas lulusan.
Namun, fenomena guru “kebetulan” yang sukses menjadi pendidik karena merubah mindset menjadi guru “betulan” juga patut menjadi perhatian. Banyak guru yang awalnya tidak memiliki latar belakang pendidikan, namun dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, mereka dapat menjadi guru yang berkualitas dan efektif. Mereka dapat belajar dari pengalaman dan terus meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memberikan dukungan dan pelatihan kepada guru-guru yang ingin meningkatkan kompetensinya.
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM pendidik. Pemerintah dan lembaga pendidikan dapat melakukan beberapa hal, seperti memberikan pelatihan dan pengembangan kompetensi kepada guru, meningkatkan kesejahteraan guru, dan memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.
Oleh karena itu, mari kita ajak semua guru “kebetulan” untuk menjadi guru “betulan” dengan niat mensukseskan visi Indonesia Emas. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, serta komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualifikasi, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global. Mari kita bekerja sama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas SDM pendidik akan membawa dampak positif bagi pembangunan bangsa. Generasi yang cerdas dan berkarakter akan menjadi aset berharga bagi negara, dan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera. Oleh karena itu, mari kita terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
Jadi andakah guru betulan itu?






















