29.3 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Camat XIV Koto Ajak Stakeholder Kolaborasi,Bantu Korban Bencana Sumatera,Solidaritas Gotong-Royong

Warta.in-Mukomuko, Bengkulu.

Singgih Pramono, S.Sos, MH, sebagai Camat XIV Koto Ajak, menggelar ajakan menyeluruh kepada seluruh stakeholder, kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga umum untuk bergabung dalam kolaborasi membantu korban bencana yang tengah menghadapi kesulitan di berbagai daerah Sumatera. Ajakan ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang diadakan di Kantor Camat XIV Koto, dengan tujuan meningkatkan kepedulian dan memperkuat ikatan solidaritas antar masyarakat terhadap mereka yang terkena dampak bencana.(5/12/2025)

Dalam pidatonya, Camat Singgih Pramono menekankan bahwa kolaborasi dan gotong-royong adalah kunci sukses dalam memberikan bantuan yang tepat sasaran. Beliau menjelaskan bahwa bencana tidak memandang batas wilayah, status sosial, atau latar belakang, sehingga tanggapan yang berskala luas dan terkoordinasi sangat diperlukan untuk meminimalkan kerugian dan membantu korban pulih secepatnya. “Kita tidak bisa bekerja sendirian. Setiap elemen masyarakat memiliki peran penting – mulai dari menyediakan bantuan, menyebarkan informasi, hingga membantu penyaluran. Hanya dengan kerja sama yang baik, bantuan kita dapat sampai ke tangan yang benar, secara efektif dan efisien,” ungkap Camat Singgih.

Camat XIV Koto juga mengajak seluruh warga untuk menyisihkan sebagian hartanya sebagai wujud kepedulian. Bantuan yang diterima tidak terbatas pada uang tunai saja, melainkan juga barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, baju, selimut, obat-obatan, dan peralatan mandi. Selain itu, bantuan tenaga juga sangat diharapkan – baik untuk membantu pengumpulan, pengemasan, maupun pengiriman bantuan ke lokasi bencana. “Setiap butir beras, setiap potong baju, setiap rupiah yang diberikan akan sangat berarti bagi korban yang sedang mengalami kesulitan. Tidak ada bantuan yang terlalu kecil, karena setiap kontribusi adalah cahaya harapan bagi mereka,” tegasnya.

Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, Camat Singgih menjelaskan bahwa semua bantuan yang diterima akan dicatat secara rinci dan disalurkan melalui saluran resmi. Tim penyaluran bantuan akan bekerja sama dengan instansi terkait, LSM kemanusiaan, dan perwakilan dari masyarakat untuk memastikan bantuan sampai ke korban tanpa hambatan atau penyimpangan. “Kita berkomitmen untuk membuat proses penyaluran bantuan menjadi terbuka dan dapat diperiksa. Setiap warga yang memberikan bantuan berhak mengetahui bagaimana bantuan itu digunakan, dan kita akan memberikan laporan berkala tentang perkembangan penyaluran,” ungkapnya.

Bagi warga yang ingin berpartisipasi dan menyalurkan bantuan, dapat menghubungi langsung Kantor Camat XIV Koto di Jalan Raya Koto Ajak, Kabupaten Mukomuko, atau menghubungi nomor hotline yang telah disediakan. Selain itu, warga juga dapat membawa bantuan langsung ke lokasi pengumpulan yang telah ditetapkan, atau bahkan ikut serta dalam tim pengiriman ke daerah terdampak bencana (dengan syarat memenuhi persyaratan keamanan dan kesehatan).

Di akhir ajakannya, Camat Singgih mengajak seluruh warga untuk bersatu dalam mendoakan dan membantu korban bencana. “Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat kita memiliki hati yang lembut dan kepedulian yang besar terhadap sesama. Bersama-sama, kita dapat membuat perbedaan nyata dalam kehidupan mereka yang sedang mengalami kesulitan. Solidaritas kita adalah kekuatan terbesar untuk membantu mereka bangkit kembali,” tutupnya dengan semangat.

Serangkaian aktivitas pengumpulan bantuan akan dimulai mulai hari ini, dan diharapkan akan terus berjalan sampai semua kebutuhan korban terpenuhi. Banyak tokoh masyarakat dan pemilik usaha di Kabupaten Mukomuko telah menunjukkan antusiasme awal dan berjanji untuk memberikan kontribusi yang signifikan, menjadi contoh bagi warga lainnya untuk mengikuti langkahnya. (HD)

Berita Terkait