30.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pembangunan Pengaman Jalan kelas 1 berlokasi di Desa Talang Ratu diduga dikerjakan asal jadi.

Warta.in-Bengkulu.

Dana Hibah Pemerintah Pusat Tahun 2024 baru direalisasikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2025. Dana Hibah tersebut digunakan untuk pembangun Pengaman Jalan Kelas 1 jalan lintas Muara Aman- Rejang Lebong berlokasi di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang kabupaten Lebong.

Dari pantauan tim awak media ini di lapangan, CV.Artomoro sebagai pelaksana lapangan yang menggunakan alat pengecoran berupa mixer mini beberapa waktu yang lalu dan sekarang menggunakan molen. Hal ini Sangat di sayangkan, dana hibah pemerintah pusat untuk daerah yang di kucurkan untuk pembangunan pengaman jalan kelas 1 tersebut menghabiskan anggaran cukup besar yaitu Rp,7.347.101.600,- dugaannya asal jadi, karena adukan cor belum tentu ketemu campurannya pada saat di masukkan kedalam tiang besi cor.

Apabila pembangunan daerah hanya di peruntukan asal anggaran dana hibah dari pusat habis tanpa perencanaan yang matang, karena semua hal itu terlihat dari proses pengerjaan nya saja tanpa pengawasaan yang ketat dari konsultan pengawas, maupun instansi terkait.

Jadi, dari permasalahan diatas timbul pertanyaan Salah satu masyarakat berinisial (FD), Kenapa tidak menggunakan mixer besar supaya campuran adukan semen,sirtu /batu split dan pasir bisa ketemu adukannya,apalagi kondisi lokasi yang curam.Karena tidak mungkin tidak bisa menggunakan mixer besar dengan anggaran yang cukup besar tersebut. Selain itu juga terlihat pengerjaan cor nya asal jadi dengan alat yang di rakit sendiri oleh pekerja, Apakah tidak menyalahi perencanaan awal ,dan juga terlihat pasangan batu yang tanpa galian pondasi dan juga tidak rapi. Sudah jelas pengerjaan nya tanpa pengawasan dari konsultan pengawas.Penilaian Masyarakat sekitar pengerjaan pengaman jalan diduga dibangun asal jadi,takutnya tidak bertahan lama,apabila tidak mempunyai ketahanan yang cukup kuat untuk menopang badan jalan tersebut.

” Proyek pekerjaan ini terkesan asal- asalan bangunnya, dana besar sampai 7 miliar lebih, alat yang digunakan seadanya,mixer kecil yang digunakan sekarang molen digunakan untuk ngecor,itu yang dirakit alat untuk lewat material cor, seperti anggaran ratusan juta aja ya pembangunan ini, tapi tidak ada teguran dari pengawasnya seolah pembiaran. Apa tidak menyalahi aturan sepeti itu, terus pasangan batunya terlihat tidak ada pondasinya, seperti terkesan asal jadi proyek ini,” ungkap Inisial FD kepada Awak media ini, Minggu (2/11/2025) siang.

Saat konfirmasi dengan sekreraris BPBD provinsi, Senin (3/11/2025) mengatakan,” Silakan Hub orang kita dilapangan pak, namanya pak nopan,saya kirim kontak ke bapak,”katanya.

Setelah diarahkan Sekdis BPBD Provinsi untuk menghubungi orang lapangan, ternyata yang terkesan menghindar untuk dikonfirmasi dengan janji akan menghubungi kalau sudah dilokasi dan sekarang lagi ke daerah lain kabupaten.

” Saya lagi di kabupaten lain pak, kalau saya sudah dilokasi pekerjaan kabupaten Lebong saya hubungi, ” Kata Nopan selaku orang lapangan dari Dinas BPBD provinsi Bengkulu.

Dengan janji manis yang tak kunjung ditepati, padahal awak media ini hanya menjalankan tugasnya sebagai jurnalis menindak lanjut informasi dari masyarakat setempat terkait teknis pekerjaan baik pengecoran, maupun pasangan batu pembuatan saluran air yang diduga asal jadi.

Dan awak media Lanjut konfirmasi dengan sekretaris BPBD Dinas Provinsi, ternyata nomor HP media ini sudah di blokir dan pak Nopan selaku orang lapangan Dinas BPBD Provinsi, sampai pemberitaan ini ditayangkan belum juga menghubungi awak media ini sesuai janji yang pernah dikatakan, serta awak media ini masih mengupayakan hak jawab orang Lapangan Dinas BPBD dan dari pihak terkait lainnya.(Tim)

Berita Terkait