Samosir, Hak kesulungan yang diterapkan secara ketat dan berlaku sampai sekarang juga melekat pada Lindung Simarmata yang kini berusia 60 tahun. Walaupun sejak usia muda sudah merantau dan baru kembali ke Alngit Desa Lumban Suhi Suhi Toruan 3 tahun lalu, haknya sebagai penerus garis pertama dari Opung Pultak Simarmata yang membuka kampung / huta sekaligus Tungga Ni Huta di Huta Lumban Sait Ni Huta, tetap diwariskan pada Lindung Simarmata
Pultak Simarmata yang diperkirakan hidup sekitar 200 tahun yang lalu, mempunyai 3 orang anak lelaki. Pada silsilah suku Batak, hanya nama anak lelaki saja yang dicantumkan.
Anak pertamanya bernama Panahara Simarmata. Selanjutnya Panahara Simarmata hanya mempunyai 1 anak yaitu Pangarappa Simarmata. Kemudian Pangarappa Simarmata mempunyai 3 orang anak yaitu : (1) Manahara Simarmata, (2) Sindor Simarmata, (3) Mangalo Simarmata
Mengikuti alur hak kesulungan, dari keturunan garis pertama Opung Pultak Simarmata yang berhak tinggal di Huta Lumban Sait Ni Huta adalah Manahara Simarmata. Sedangkan adik adik nya Sindor Simarmata dan Mangalo Simarmata mencari hunian baru untuk keluarganya. Walaupun demikian, Sindor Simarmata diperkenankan tinggal dan memiliki rumah adat Batak di Huta Lumban Sait Ni Huta bersebelahan dengan rumah adat Batak milik Lindung Simarmata. Selanjutnya Manahara Simarmata mempunyai 1 orang anak lelaki yang bernama Adat Simarmata. Kemudian Adat Simarmata mempunyai 2 orang anak lelaki yaitu (1) Sikkola Simarmata, (2) Mangapul Simarmata. Generasi terakhir yang berhak meneruskan trah dari Opung Pultak Simarmata saat ini adalah anak lelaki dari Sikkola Simarmata yaitu Lindung Simarmata
Sedangkan anak kedua dari Opung Pultak Simarmata bernama Gollu Simarmata. Bersama keluarganya, Gollu Simarmata mencari hunian baru di luar Huta Lumban Sait Ni Huta
Lalu anak ketiga dari Opung Pultak Simarmata yang bernama Bagur Simarmata, mencari hunian baru, dan diketahui menikah dengan boru Simanjorang anak perempuan dari Opung Banua Simanjorang dari Desa Hasinggaan. Sejak menikah hingga akhir hayatnya Bagur Simarmata di Desa Hasinggaan. Bagur Simarmata mempunyai 1 orang anak lelaki yang bernama Sangap Simarmata, yang juga menikah dengan boru Simanjorang. Sejak lahir, menikah, hingga akhir hayatnya Sangap Simarmata di Desa Hasinggaan. Sangap Simarmata mempunyai 3 orang anak lelaki yaitu ; (1) Lumban Simarmata (2) Muara Simarmata (3) Djadipan Simarmata. Barulah setelah menikah, Lumban Simarmata dan adik adiknya kembali ke Alngit Lumban Suhi Suhi. Karena tidak memiliki kampung / huta sendiri, Lumban Simarmata dan adiknya Muara Simarmata menumpang di kampung / Huta kerabatnya yaitu di Huta Lumban Sosor milik keturunan Opung Tahi Mangalan Simarmata yang merupakan anak kedua dari Opung Lettem Simarmata.
Walaupun Lumban Simarmata tinggal di Huta Lumban Sosor, karena Lumban Simarmata merupakan keturunan dari Opung Pultak Simarmata, maka ketika wafat, Lumban Simarmata, jenasah nya dimakamkan di Tambak / makam keluarga keturunan
Opung Pultak Simarmata yaitu di Huta lumban Sait Ni Huta
Hanya keturunan anak lelaki garis pertama yang berhak menempati kampung / huta peninggalan leluhurnya, demikian disampaikan oleh OH Simarmata SH. Pensiunan Hakim, terakhir sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Manado 2002 dan pernah bertugas sebagai Ketua Umum ketiga Punguan Simarmata se Indonesia (red)
Wartawan Investigasi
Pencari Bukti Yang Tersembunyi
LINDUNG SIMARMATA PENERUS TUNGGA NI HUTA LUMBAN SAIT NI HUTA ALNGIT SAMOSIR
Opung Pultak Simarmata yaitu di Huta lumban Sait Ni Huta








