27.1 C
Jakarta
Senin, Februari 23, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Warga Torut Keluhkan Harga LPG 3 Kg Pertabung 30-35 Ribu, Disperindag Laporkan Tak ada Kenaikan

TORAJA UTARA – Sangat disayangkan kinerja dinas Disperindagkop UKM (Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) kabupaten Toraja Utara yang diduga tidak ada keseriusan dalam menanggulangi permasalahan harga serta ketersediaan tabung LPG, Rabu (7/1/2026).

Pasalnya, ditengah masyarakat keluhkan harga LPG jelang dan pasca hari raya Nataru yang kembali naik drastis ke harga Rp. 30.000 – 35.000 pertabungnya, malah Disperindagkop UKM memberikan laporan ke Bupati jika tidak ada kenaikan harga dipasaran.

Laporan tersebut diketahui saat Bupati Toraja Utara Frederick Viktor Palimbong memberikan penjelasan terkait pemberitaan adanya kenaikan harga di beberapa kecamatan di Zona 1 yang tembus 35.000/tabungnya.

Frederick Viktor Palimbong mengatakan jika dari Disperindagkop UKM Toraja Utara memberikan laporan bahwa melalui pengawasan tidak ditemukan harga 35 ribu.

“Ijin info dari Pengawas lapangan tidak menemukan harga 35 ribu. Ijin Pak kalo dari Pangkalan 23 ribu jual ke Pengecer,” jelas Bupati Frederick Viktor Palimbong dengan meneruskan pesan WhatsApp dari Disperindagkop UKM.

Sementara di kecamatan Kesu, Tallunglipu dan Rantepao dari beberapa warga menyebutkan jika harga yang didapatkan pertabungnya itu bervariasi mulai dari 30 ribu hingga 35 ribu.

“Kenapa setiap hari raya jelang akhir tahun dan awal tahun selalu harga LPG naik seperti ini yang sampai harga 30 ribu. Tapi entahlah itu harga langsung pangkalan atau pengecer karena tempat belinya tidak ada papannya,” ungkap ER salah satu warga di Kesu’

Cuma kalau kios atau pengecer yang punya tempat itu kata ER, berarti bisa saja mereka dapatkan harga dari Pangkalan kisaran 25 ribu pertabungnya.

Juga ZT salah satu warga kecamatan Kesu’ yang dikonfirmasi menyebutkan jika dirinya kemarin hari Selasa (6/1/2026) mendapatkan harga 35 ribu di pengecer.

Terpisah JB warga Tallunglipu juga menyebutkan jika dirinya membeli LPG 3 Kg dengan harga 40 ribu di pengecer.

“Na saya beli malah 40 ribu di pengecer. Lalu pengecer dapat harga berapa kalau begitu dari pangkalan,” beber JB

Selain itu, Disperindagkop juga diketahui memberikan penjelasan kepada Bupati jika pihaknya akan melakukan operasi pasar murah LPG di beberapa kecamatan seperti, Tallunglipu dan Kesu’ setelah operasi pasar dilakukan di Rantepao pada hari Senin (5/1/2026).

Tapi adanya operasi pasar murah LPG ini juga sangat disayangkan akibat tidak adanya informasi kepada masyarakat umum baik secara langsung maupun melalui sumber berita.

Berita Terkait