30.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

BUDAYA BUNGKUS VS BUDAYA ISI

Budaya Bungkus dan Budaya Isi adalah dua konsep pertentangan antara mementingkan citra luar atau kualitas substansi. Berikut adalah perbedaan utamanya

  1. Budaya Bungkus (Prioritas pada Penampilan), budaya ini lebih menekankan pada apa yang terlihat oleh mata atau bagaimana sesuatu dipresentasikan.
  2. Fokus pada citra diri (image), kemasan, gelar, status sosial, dan formalitas.

Ciri-ciri: Seseorang atau institusi sangat peduli pada “apa kata orang”. Keberhasilan diukur dari kemewahan acara, pakaian yang dikenakan, atau jargon-jargon yang terlihat hebat di permukaan.

  1. Dampak Negatif:, munculnya

kemunafikan atau kepalsuan. Sesuatu terlihat bagus di luar, namun keropos atau tidak berkualitas di dalam. Untuk itu perlu edukasi lanjutan.

  1. Budaya Isi (Prioritas pada Substansi), budaya ini lebih menekankan pada kualitas, esensi, integritas, dan hasil nyata.
  2. Fokus:Kompetensi, karakter, kejujuran, kegunaan, dan nilai-nilai mendalam, seseorang lebih peduli pada hasil kerja dan dampak nyata daripada sekadar pujian. Penampilan mungkin sederhana atau apa adanya, namun memiliki kedalaman ilmu atau kualitas produk yang tinggi.
  3. Dampak Positif, menciptakan kemajuan jangka panjang dan berdampak strategis karena fondasi yang dibangun sangat kuat, jujur dan peduli.

Idealnya, diperlukan keseimbangan antara keduanya. Bungkus tetap diperlukan sebagai bentuk etika dan daya tarik (komunikasi), namun tanpa Isi yang kuat, bungkus tersebut hanyalah suatu yang mubaxir,  atau penipuan. Fenomena media sosial saat ini sering kali memperkuat “Budaya Bungkus” di mana orang berlomba-lomba menampilkan kehidupan yang sempurna meski kenyataannya jauh dari yang sesungguhnya. Untuk itu diperlukan usaha-usaha agar terencana dan terprogram serta dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat dibutuhkan agar mengedepan kecerdasan warga masyarakat (IQ, EQ, SQ, Sp.Q)

Oleh. Kadiman Pakpahan

(Inisiator/aktor Komunitas Gerakan Sadar Gizi)

 

Berita Terkait