Tangerang Selatan | 13 Januari 2026 | Wartain Banten: Dalam era digital yang semakin maju, platform media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga arena baru untuk berbelanja. TikTok Shop, fitur belanja langsung di aplikasi TikTok, kini menjadi magnet bagi Generasi Z (Gen Z) di Indonesia, yang lahir antara 1997 hingga 2012 dan berusia 9 tahun hingga 26 tahun. Namun, fenomena ini juga memicu tren belanja impulsif, di mana konsumen membeli tanpa rencana. Sebuah mini riset yang disusun oleh mahasiswi Universitas Pamulang Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dhea Savira Ainnaya, Haliza Indah Kusumawardani, Melisa Anggri Yani, Rintan Suci Maharani mengungkapkan bahwa konten video TikTok Shop memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif di kalangan Gen Z.
Kemajuan teknologi telah mengubah cara hidup manusia, termasuk dalam berbelanja. Internet tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga lahan subur bagi e-commerce. Dengan membuka website atau aplikasi, konsumen bisa melihat dan membeli produk secara instan. Platform seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok kini berperan penting dalam pemasaran, membangun hubungan dengan pelanggan, sebagaimana dijelaskan oleh Effendy et al. (2025). Octaviani dan Sudrajat (2016) menegaskan bahwa teknologi telah memegang peranan krusial dalam kehidupan sehari-hari.
TikTok, yang awalnya dikenal sebagai aplikasi hiburan, kini menawarkan TikTok Shop. Fitur ini memungkinkan pengguna menjelajahi produk langsung di aplikasi, dengan kemudahan seperti live streaming dan tautan produk dalam video. Majid, Rahmawati, dan Sa’dullah (2024) menyoroti bahwa ini membuka peluang bisnis online yang mudah diakses, terutama bagi kaum milenial dan Gen Z yang akrab dengan dunia digital. Gen Z di Indonesia, yang tumbuh di tengah ledakan teknologi, cenderung memiliki gaya hidup hedonis, mencari kesenangan instan. Mereka sangat dekat dengan platform digital, dan TikTok Shop menjadi salah satu pasar online terpopuler di kalangan mereka, seperti yang disebutkan oleh Zeta et al (2025). Namun, kemudahan akses ini juga membawa risiko: belanja impulsif. Melati, Heridiansyah, dan Budiyono (2023) menjelaskan bahwa berselancar di internet melalui gawai sering memicu pembelian yang tidak direncanakan.
Mini riset ini menganalisis bagaimana konten video di TikTok Shop mendorong perilaku pembelian impulsif. Setiap peningkatan dalam konten video TikTok Shop dapat meningkatkan pembelian impulsif secara nyata dengan sebesar 60,8%. Konten video TikTok Shop, sebagai sumber informasi, membentuk rasa impulsif untuk membeli produk di platform tersebut.
Mini riset ini menekankan pentingnya pengelolaan konten video yang optimal oleh penjual di TikTok Shop untuk meningkatkan daya tarik bagi Gen Z. Dengan demikian, platform ini tidak hanya memfasilitasi bisnis, tetapi juga perlu diimbangi dengan kesadaran konsumen agar belanja tetap terkendali. Dan mini riset ini memberikan wawasan berharga tentang belanja digital di Indonesia, di mana Gen Z menjadi motor utama. Para peneliti berharap temuan ini dapat mendorong diskusi lebih lanjut tentang etika pemasaran di media sosial. (Wartain Banten)
Penulis:
Dhea Savira Ainnaya (Mahasiswi Universitas Pamulang)


















