Warta.in, Jember -18/01/2026 Modus penipuan berkedok bantu urus KTP Digital mengatas namakan Dispendukcapil Jember mulai marak. Komplotan penipu berusaha menghubungi calon korban dengan memanggil melalui video call WhatsApp.
Seperti yang dialami, sebut saja Yono, warga Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates pada Kamis siang 15 Januari 2026. Tiba-tiba sekira pukul 11.32 wib ia ditelpon melalui aplikasi WhatsApp oleh seseorang yang mengaku bernama Angga dari Dispendukcapil Jember bagian Customer Service. Angga menanyakan apakah Yono sudah memiliki KTP Digital.
Kemudian Angga menjelaskan pentingnya KTP Digital bak petugas Dispendukcapil sungguhan. Tidak ada yang salah, presisi, apa yang dijelaskan olehnya. Dikatakan Angga, nanti hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 akan ada pelayanan KTP Digital, dan Yono sudah didaftarkan olehnya. Di sana Yono harus mendaftar dengan barcode yang akan dibuatkan khusus. Bahkan dibagian akhir kata-katanya ia memuji Yono.
Selang 2 jam kemudian seseorang menelpon Yono. Orang kedua ini adalah bagian komplotan penipu. Ia mengaku bernama Sintya juga dari Dispendukcapil Jember.
Sintya menghubungi Yono melalui video call WhatsApp pukul 13.11 wib. Ia berusaha memandu Yono agar mengikuti arahannya untuk menekan tanda-tanda di HP nya. Yono tersambung dengan Sintya siang itu.
Wajah Yono terpampang di monitor HP androidnya tapi aneh wajah lawan bicaranya, Sintya, tidak nampak. Bak disihir oleh dukun pesugihan, Yono mengikuti arahan dari Sintya, Tanpa sadar lawan bicaranya hanya gambar animasi.

Saat itu suasana di sekitar ramai sebab Yono bekerja di salah satu pasar terbesar di Kabupaten Jember. Suara Sintya samar-samar hilang oleh keramaian di sekitarnya. Yono tidak pakai headset sehingga fokus perhatiannya terpecah.
Tiba-tiba ada seorang pembeli menghampiri tokonya. Dengan kata-kata halus ia memutus perbincangan video call dengan Sintya. Hingga saat itu Yono belum sadar jika ia sudah masuk perangkap setan, penipuan berkedok pengurusan KTP Digital.
Dua hari kemudian tepatnya Sabtu 17 Januari 2026 Yono pun bergegas pergi menuju Kantor Camat Kaliwates, Jember. Usai mandi dan berdandang rapi ia berangkat naik sepeda buntut yang usianya sepuluh tahun lebih.
Betapa heran Yono ketika didapati kantor Camat Kaliwates tutup. Ia kecewa, terheran-heran dan bertanya-tanya dalam hati. Yono pun berhenti persis di depan kantor itu. Dalam pikirannya mulai berjalan kemana-mana. Lalu, kesadarannya mulai datang. Yono merasa dia telah ditipu.
Kemudian Yono menghubungi temannya yang berprofesi sebagai Jurnalis untuk menanyakan hal itu. Ia mendapat jawaban, bahwa kejadian yang ia alami adalah bagian dari upaya penipuan yang tujuannya ingin mencuri data pribadi korban. Yono bersyukur kepada Tuhan, ia masih selamat dari kejahatan digital, sebab ia gaptek.
Wartawan media ini mengkonfirmasi maraknya kejadian penipuan berkedok pengurusan KTP Digital kepada kantor Dispendukcapil Jember. Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember, Bambang Saputro, SH.,M.Si, membenarkan bahwa saat ini ada beberapa kejadian penipuan seperti itu.
“Ya mas, itu penipuan. Hati-hati saja kalau menerima telepon dari orang yang tidak dikenal, yang mengaku-ngaku dari Dispendukcapil,” ucap Bambang di saluran telepon, Sabtu sore, (17/1/2026).
Bambang menegaskan Dispendukcapil tidak pernah menghubungi orang per orang untuk mengurus KTP Digital. Kalau pun ada kegiatan sosialisasi pasti akan diumumkan secara terbuka ke masyarakat. Jika ada penelpon yang mengatas namakan Dispendukcapil Jember Bambang menyarankan agar tidak usah diladeni.
“Sebaiknya langsung konfirmasi ke kantor dispendukcapil,” tandas Bambang.


























