26 C
Jakarta
Senin, Maret 23, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Warga Sumberjo Rembang Tuntut Penutupan Kandang Ayam Ilegal Karena Bau Menyengat

Warta.in || Jateng Rembang || Puluhan warga Desa Sumberjo, Kecamatan Rembang mengeluhkan serbuan lalat di permukimannya Kondisi tersebut ditengarai karena kandang ayam milik pengusaha di Desa Sumberjo, ditengah permukiman warga desa RT 06/ RW 03.

Warga menuntut penghentian/ penutupan kandang ayam kepada pengusaha. Diketahui, permukiman warga yang diserbu lalat tersebut yakni di RT 06, RW 03 Desa Sumberjo.

Selain serbuan lalat, warga juga mulai terkena diare, mual, dan bau yang tidak sedap. ‘’Warga terkena diare karena makanan mereka dihinggapi lalat yang membawa bakteri. Kami juga meminta penutupan atau penghentian aktivitas ternak ayam petelur kepada pengusaha ayam agar masyarakat terdampak bisa diperhatikan,’’ tutur Aprilia, salah satu warga RT 06/RT 03 Desa Sumberjo

Aprilia mengatakan, warga telah mendatangi Balai Desa Sumberjo untuk meminta kegiatan peternakan ayam ini, serta tanggung jawab dari pihak pengusaha ayam atas serbuan lalat.

‘’Setiap hari warga yang masih punya anak bayi baru tidur selalu di kerumuni lalat. Kadang saya membeli lem perekat lalat, guna mengurangi lalat-lalat yang menyerbu di rumah,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, bahwa ada dua kandang ayam yang berada tengah pemukiman warga RT 06/ RW 03 di Desa Sumberjo

Pihaknya mengecam apabila tuntutan tidak dipenuhi, semua kandang ayam harus ditutup hingga tanggal 31 Januari 2026. ‘’Selama ini mereka membuka kandang ayam tanpa meminta persetujuan dari warga, sehingga kami pun menuntut agar pengusaha kandang ayam bisa bertanggung jawab,’’ ucapnya.

Kepala Desa (Kades) Sumberjo Kamik membenarkan, adanya keluhan dan tuntutan warganya kepada pengusaha ayam di Desa Sumberjo. Memang tidak pas mendirikan kandang ayam ditengah pemukiman warga.

Waktu bangun kandang itu tidak laporan sama desa. Dulu warga pernah tanya bangun kandang ayam koq disini, ini mau saya isi kambing bukan ayam, tapi kenyataannya diisi ayam petelur,” jalas Kepala Desa Sumberjo Mamiek kepada wartawan. Selasa (20/1/2026)

Pada bulan Juni 2025 warga desa datang di kantornya. Intinya mereka mengeluhkan adanya wabah lalat yang menyerbu di pemukiman. Warga sambil membawa lalat. Akhirnya saya, menghubungi Dinas Lingkungan Hidup, dan Dintanpan.

Kita sudah memberikan surat pernyataan kepada pemilik peternakan ayam, yang ditandatangani oleh Satpol-PP, perwakilan warga yang terdampak, Perangkat desa yang bermeterai, tertanggal 19 Januari 2026.” Bunyi pernyataan pada tanggal 31 Januari 2026 kandang ayam yang berada di tengah pemukiman sudah harus tutup,” pungkasnya.

( wik )

Berita Terkait