Warta.in || Jateng Rembang || Punya uang pas-pasan tapi ingin makan enak dan kenyang? Yuk datang saja ke Nasi & Mie Goreng Anglo Pak Min yang berada di Desa Sawahan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya sebelah Utara salon Monalisa.
Hanya dengan uang Rp15 ribu, kamu bisa mendapatkan nasi atau mie goreng dengan ukuran jumbo yang dapat dimakan dua orang.
Warta.in sempat berkunjung ke Nasi & Mie Goreng Anglo Pak Min. Kemudian memesan seporsi nasi goreng dan mie godok. Betul saja, saat hendak memasak nasi dan mie yang digunakan sewajan kecil, lalu dicampur dengan sayuran dan banyak topping seperti ayam, dan ditambah dua tusuk sate ayam.
Harga nasi dan mie goreng ini dibandrol Rp15 ribu per porsi. Meski kadang dianggap mahal, saat melihat isinya anda akan tercengang karena isinya banyak.
“Seporsi Rp15 ribu. Harga satu orang, bisa dimakan dua orang,” kata Pak Ngarmin (60), penjual Nasi & Mie Goreng Anglo Pak Min saat membuka perbincangan dengan Warta.in
Selain nasi dan mie goreng, di tempatnya ada juga capcay goreng. Ada juga yang berkuah, seperti, mie godog dan capcay godog, ditambah nasi mawut dan rica rica ayam.
Disinggung mengapa usahanya masih bertahan dan tetap eksis sampai saat ini, Ngarmin sebut kualitas makanan tetap dijaga sehingga rasanya nasi dan mie goreng tetap sama, tidak berubah.
“Porsi dan bumbu jangan dikurangi, biar tetap terasa, selain pembeli baru, banyak juga pembeli yang datang dari kalangan orang tua dan anak muda,” tutur bapak tiga anak ini. Kepada wartawan Warta.in, Sabtu (24/1/2026) malam
Berbagai cerita menarik didapatkan Ngarmin sejak awal usahanya keliling mulai dari Tasikagung hingga Magersari pada tahun 1982 lalu. Menurutnya, itu pernah saya lakukan. Mengingat, saya sudah tua jualan keliling dengan mendorong gerobak saya hentikan, kemudian pada tahun 2006, Ngarmin memutuskan untuk mangkal berjualan mie dan nasi gorengnya hingga sekarang.
“Banyak cerita menariknya, biasanya jualan nasi dan mie goreng pukul 22.30 masih 10 porsi, langsung saya bawa ke Tasikagung,gak ada 15 menit pulang karena habis,” jelasnya.
Saya buka mulai pukul 18.00WIB, dagangan mie dan nasi goreng habis tidak habis pada pukul 01.00 WIB dini hari harus pulang. “Alhamdulillah habis terus mas,”ungkapnya
Jika datang dikala makan malam, jangan heran jika harus menunggu untuk mendapatkan seporsi nasi atau mie goreng. Memang dilihat banyak antrian, tapi pembeli yang datang biasa beli lebih dari satu porsi.
Pembeli asal Desa Ketanggi Keysha (11) mengatakan, dia baru pertama membeli Nasi & Mie Goreng Anglo Pak Min
“Rasanya tradisional, aroma arangnya terasa pas memasak nasi gorengnya. Saya baru kali ini ke sini, kebetulan rumah dari Ketanggi” ujar Keysha
Menurut Keysha, nasi dan mie gorengnya bikin kangen dan dia akan balik lagi, meski kapan, beku tahu dalam sebulan hanya dua hingga tiga kali datang.
“Saya baru beli ke sini. waktu itu nyoba sekali ternyata rasanya bikin kangen, sejak dua tahun lalu. Saya selalu pesan nasi goreng, atau kwetiau, saya porsi kecil, kalau yang gede gak kuat makan sendiri,” tuturnya.
Keysha juga sebut, topping nasi dan mie gorengnya tidak main-main dan bikin puas para pembeli. “Ayamnya banyak dan telurnya terasa, nggak pelit pokoknya,” pungkasnya.
( wik )































