30.7 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Buka Kongres Nasional V PDUI, Wagub Banten Sebut Dokter Pahlawan Kesehatan

Wartain Banten | Pemerintahan | 31 Januari 2026  — Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi peran dan dedikasi para dokter yang selama ini mengabdi di dunia kesehatan. Ia menyebut dokter sebagai pahlawan kesehatan karena pengabdian dan kerja kerasnya dalam merawat serta menyelamatkan pasien.

Hal tersebut disampaikan Wagub Dimyati saat membuka Kongres Nasional V Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) yang digelar di Hotel Novotel, Kota Tangerang, Sabtu (31/1/2026). Kongres ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan Provinsi Banten dipercaya sebagai tuan rumah.

“Saya mengapresiasi para dokter. Semoga dokter terus jaya, dokter terus hebat, dokter terus kuat, dan dokter juga harus lebih sehat dibandingkan pasien, harus lebih sehat dibandingkan masyarakat biasa,” katanya.

Menurutnya, dokter merupakan tenaga profesional yang memiliki keilmuan di bidang kesehatan dan bekerja secara ilmiah dalam melayani pasien. Tidak hanya melalui tindakan medis, semangat dan kata-kata seorang dokter juga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap proses penyembuhan pasien.

Dimyati juga menekankan bahwa profesi dokter menuntut pembelajaran tanpa henti. Perkembangan penyakit yang terus berubah dari waktu ke waktu mengharuskan dokter untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya

“Dokter juga belajar tanpa batas. Kenapa? Karena masalah penyakit banyak sekali yang berbeda-beda dari tahun ke tahun. Tapi dokter menguasai itu. Dia belajar terus akhirnya bisa melawan penyakit,” katanya.

Dokter dinilai memiliki peran layaknya pemimpin yang bekerja secara tim dan tidak menangani pasien sendirian.

Koordinator Presidium PP PDUI dr. Nurhadji Abdullah Kastari menegaskan dokter umum merupakan garda terdepan layanan kesehatan dengan peran kuratif, preventif, dan promotif yang perlu diperkuat.

“Karena dengan preventif-promotif itu kita bisa meningkatkan derajat kesehatan bangsa, menjaga kesehatan rakyat. Kalau kita hanya kuratif saja, justru kita hanya menunggu yang sakit. Peran itu yang perlu diperkuat oleh dokter umum, yaitu preventif-promotif,” ujarnya.

Meski jumlah dokter umum mencapai sekitar 160 ribu orang, distribusinya belum merata sehingga diperlukan kolaborasi PDUI dan pemerintah.

Hal inilah yang melatarbelakangi tema Kongres Nasional V PDUI tentang penguatan peran dan kapasitas dokter umum dalam mendukung pembangunan kesehatan, seiring meningkatnya jumlah lulusan dokter setiap tahun.

“Setiap tahun, dengan adanya fakultas kedokteran baru yang terus bertambah, diprediksi sekitar dua belas ribu lulusan per tahun, ke depan bisa lima belas ribu bahkan lebih,” ujarnya.

Menko PMK Pratikno menegaskan dokter umum merupakan figur yang paling dekat dengan masyarakat dan berperan penting dalam mengawal pembangunan kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Ia menyoroti berbagai tantangan kesehatan nasional seperti stunting yang masih tinggi, tingginya kasus tuberkulosis dan lepra, meningkatnya obesitas serta masalah kesehatan mental pada remaja.

“Kita masih menghadapi beberapa masalah serius. Prevalensi stunting kita masih cukup tinggi, yaitu 19,8 persen, walaupun sudah turun sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah memberi perhatian besar pada sektor kesehatan, dengan dokter umum sebagai garda terdepan dan benteng pertama dalam sistem kesehatan nasional.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum