30.7 C
Jakarta
Selasa, Februari 3, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Peringati World Read Aloud Day, Bunda Literasi Banten Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Anak

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 Februari 2026  — Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi anak dalam kegiatan membaca sejak usia dini. Ajakan tersebut disampaikannya pada Festival Literasi 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Membacakan Nyaring Sedunia (World Read Aloud Day) di Mall of Serang, Minggu (1/2/2026).

Tinawati menegaskan bahwa membiasakan anak membaca sejak dini merupakan tanggung jawab bersama, khususnya di tengah pesatnya perkembangan era digital dan gempuran konten media sosial yang kerap mengalihkan perhatian anak.

“Membiasakan anak-anak sejak dini untuk membaca adalah tanggung jawab kita semua, tanggung jawab yang besar,” kata Tinawati

Bunda Literasi mengaku bahagia dan terharu dapat hadir di tengah anak-anak yang antusias membaca nyaring berbagai buku dengan suara lantang. Menurutnya, kegiatan membaca nyaring dapat menjadi pemantik tumbuhnya minat baca anak sekaligus mendorong orang tua lebih kreatif dan inovatif dalam membersamai anak di rumah.

“Itu juga salah satu menjadi trigger untuk minat baca anak kemudian bagaimana cara orang tua membersamai anak di rumah itu lebih ada inovasi dan variatif. Karena anak-anak muda mulai jenuh dan tergantikan dengan konten-konten di media sosial,” katanya.

Tinawati menilai kegiatan literasi seperti World Read Aloud Day perlu dilakukan secara berkala dan lebih masif. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua agar membiasakan membaca bersama anak di lingkungan keluarga.

Ketua Pelaksana Read Aloud Serang Arifiatul Hasanah menyampaikan bahwa World Read Aloud Day tahun ini mengusung tema Buku Sumber Imajinasiku Berkreasi untuk mendorong anak berimajinasi dan berkreasi melalui buku.

“Jadi dari kegiatan ini kami mengusung tema buku sumber imajinasiku berkreasi, karena dari buku ini anak-anak akan banyak berkreasi, akan banyak berimajinasi tentang apa yang ada di dalam buku dengan varian gambarnya,” ungkapnya

Ia menegaskan membaca nyaring efektif meningkatkan minat baca anak, seiring berkembangnya komunitas literasi di Banten seperti Read Aloud Serang yang fokus pada peningkatan minat baca anak usia dini.

“Komunitas ini adalah komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak,” paparnya.

Perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan literasi di Banten, termasuk melalui kemitraan dengan komunitas Read Aloud Serang.

“Yang perlu memang kita tingkatkan literasi di masyarakat, khususnya anak-anak. Kalau kita melihat indeks literasi khususnya di Provinsi Banten, masih banyak sekolah-sekolah, khususnya sekolah dasar, yang rapor pendidikan untuk indeks literasinya masih merah. Tentu ini perlu dukungan dari kita semua,” katanya.

Sebagai upaya, Kantor Bahasa menyediakan buku bermutu, termasuk cerita bergambar dan buku tiga bahasa (Sunda, Jawa, Melayu Betawi), yang dikirim ke ratusan sekolah untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengenalkan bahasa daerah dan kearifan lokal Banten.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum