Warta.in || Jateng Rembang || Pertandingan perdana Satria Sejati FC menjadi momen yang tidak mungkin bisa terlupakan oleh seorang pemain sepakbola. Tidak terkecuali para pemain besutan TNI Angkatan Darat, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) 888 Satria Sejati ini.
Dengan melawan Bina Sakti FC, pertandingan itu menjadi motivasi tersendiri bagi mereka dalam mengejar mimpi sebagai pemain profesional. Bermain dilapangan Desa Kebonagung, Kecamatan Sulang, Rembang. Selasa (3/2/2026) sore
Manager Satria Sejati FC, Hardi Ramadan mengatakan, pertandingan perdana ini dalam rangka uji coba Tim sepak bola baru di Kabupaten Rembang dengan nama Satria Sejati FC dari Bataliyon baru. Sekaligus memperkenalkan Bataliyon baru ke masyarakat Rembang.
Usia para pemain Satria Sejati yang dibawah 20 tahun, kedepannya kita akan menghadirkan tim yang baru, wajah yang baru di Rembang. Walaupun ini tentara kita juga sportif, kita bermain sesuai kualitas,” jelasnya.
Hardi menambahkan rencananya Satria Sejati FC walaupun dari Bataliyon tetap akan kami daftarkan ke PSSI, kita akan ikut liga liga di Kabupaten Rembang. Semua tim yang ada di Kabupaten Rembang akan kita uji coba semua.
“Awal pertandingan perdana ini Satria Sejati FC melawan Club Bina Sakti FC dari Desa Kebonagung, Kecamatan Sulang, Rembang,” ungkapnya.
Ia berharap pertandingan perdana ini tetap
Fair play, pertandingan sepak bolanya. untuk sepak bola di Rembang. Menurutnya awal mula latihan Satria Sejati FC di Desa Pacing, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang dan ini kita uji coba untuk keluar bertanding.
Persiapan Satria Sejati FC diantaranya persiapan fisik, mental, jiwa dan raga untuk Indonesia. Para pemain Satria Sejati ada dari Indonesia bagian timur, Jawa Tengah, kita kumpulkan jadi satu,” jelasnya
Di tempat yang sama head coach Bina Sakti FC Toyya (Naruto) mengungkapkan setiap sore juga berlatih, sekitar tiga atau empat hari yang lalu dapat kabar dari pelatih Bataliyon 888 mengajak latihan bersama sama, kita siap.
Kita akan memainkan permainan permainan cantik saja, untuk menghibur masyarakat tidak mengurangi intensitas permainan juga,” terangnya.
Naruto berujar untuk target kemenangan bisa, namun kita fokus untuk menghibur, bermain cantik, supaya permainan enak ditonton masyarakat, menurutnya menang bisalah dengan skor 1- 0.
Ia berharap bisa terjalin para aparatur sehingga bisa dekat dengan masyarakat, positif seperti ini, makin banyak dilakukan untuk pembinaan anak anak. “Motifasi anak anak kedepannya untuk mencari bibit bibit Rembang juga, semua itu muaranya ke PSIR,” ungkapnya.
Salah seorang pemain dari Yonif YTP 888 Satria Sejati Restu Bima Alihandra (22) dari Kabupaten Demak mengungkapkan selama ini latihannya di Desa Pacing, Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang yang dekat dengan Bataliyon.
Persiapannya hanya beberapa hari saja tidak sama satu bulan, kita belajar sama sama, latihan, fokus dan harus kompak cari
chemistry,” ungkapnya.
Kedepannya semoga lebih banyak jam terbang, sering main di wilayah Rembang sini, Agar dapat kesempatan mungkin bisa melawan PSIR Rembang.
Pemain dengan posisi full back, Stoper mengaku untuk jadwal latihannya satu Minggu tiga kali, sedangkan untuk fisik latihannya satu Minggu full yang tiga kali materi materi, sedangkan untuk nutrisi hanya buah buahan saja dan tidur sebelum pukul 22.00 WIB” pungkasnya.
( wik )































