Wartain Banten | Pemerintahan | 03 Februari 2026 — Gubernur Banten Andra Soni mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan atlet sebagai bagian dari persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia menekankan pentingnya terobosan dalam sistem pembinaan agar mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Hal itu disampaikan Andra Soni saat melantik Pengurus KONI Provinsi Banten periode 2025–2029 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Selasa (3/2/2026).
“Saya merasakan betul tadi bagaimana suasana pelantikannya sangat khidmat dan yang dilantik juga terlihat antusiasnya, terlihat semangatnya, dan ini meyakinkan diri saya bahwa Insya Allah prestasi olahraga di Provinsi Banten akan meningkat secara perlahan,” kata Andra Soni.
Menurutnya, harapan Provinsi Banten menjadi tuan rumah PON bukan sekadar simbol atau prestise, melainkan sebagai tolok ukur hasil kerja pembinaan olahraga yang telah dilakukan selama ini. Karena itu, KONI diharapkan dapat berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan serta program pembinaan atlet yang terarah dan berkelanjutan.
“Harapan kita untuk menjadi tuan rumah PON bukan hanya sekadar gaya-gayaan, tapi sama seperti yang disampaikan oleh Bapak Ketua Umum KONI tadi itu sebagai parameter sebuah daerah hasil kerja selama ini terkait dengan pembinaan olahraga,” ujarnya.

Andra Soni menilai Provinsi Banten telah memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan event olahraga berskala nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa prestasi atlet Banten menunjukkan tren positif, salah satunya terlihat dari hasil Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025, di mana Provinsi Banten berhasil naik ke peringkat kelima peraih medali terbanyak.
“Ini menandakan bahwa Provinsi Banten punya potensi, punya kekuatan, punya tim yang kuat, tim yang solid melalui pembina-pembina olahraga pengurus-pengurus bidang olahraga yang ada.” paparnya.
Gubernur menegaskan bahwa pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dengan pendekatan kolaboratif. Sinergi antara KONI dan Pemerintah Provinsi Banten dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang berorientasi pada kompetisi dan prestasi jangka panjang.
Selain itu, Andra Soni optimistis bahwa kondisi daerah yang stabil secara ekonomi dan fiskal menjadi modal kuat bagi pengembangan olahraga prestasi di Banten.
“Alhamdulillah, saya menyaksikan secara langsung waktu Rizki mendapatkan medali emas,” ungkapnya.
Dengan fasilitas yang tersedia saat ini, Provinsi Banten dinilai memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah PON ke-23 pada 2033.
“Fasilitas yang ada di Banten sangat memadai, banyak yang memenuhi standar untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional. Atlet-atlet Bantennya juga banyak atlet-atlet yang selalu menjadi andalan Indonesia pada saat keikutsertaannya di multi-event internasional mulai SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade,” ujarnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani menyampaikan bahwa pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Banten periode 2025–2029 menjadi awal pelaksanaan rencana kerja, khususnya untuk meningkatkan prestasi olahraga Banten di ajang PON dan kejuaraan lainnya.
Ia juga menyebutkan pencanangan Provinsi Banten bersama Lampung sebagai tuan rumah PON 2032.(WartainBanten)































