Wartain Banten | Pemerintahan | 08 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menampilkan beragam seni budaya serta produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pentas Budaya rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Pancaniti, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sabtu (7/2/2026).
Sebanyak 43 UMKM turut ambil bagian dalam pameran tersebut dengan menampilkan produk kriya, fashion, hingga kuliner khas Banten. Pentas Budaya ini menjadi ajang promosi potensi ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada para tamu undangan HPN 2026, termasuk wartawan dari seluruh Indonesia.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyambut langsung para peserta dan tamu HPN 2026. Ia mengaku bersyukur Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan nasional insan pers tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang HPN 2026 ada di Provinsi Banten. Selamat datang di Provinsi Banten. Semoga bahagia di Provinsi Banten,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Menurutnya, penampilan seni budaya dan produk UMKM dalam Pentas Budaya HPN 2026 tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat identitas lokal Banten. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk mempromosikan seni, budaya, dan produk unggulan daerah kepada khalayak nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menguraikan makna kata “pers” sebagai sebuah singkatan menurut versinya.

Ia menyebut huruf P sebagai penegak keadilan dan kebenaran, dengan tujuan melawan hoaks dan menyajikan berita yang faktual. Huruf E dimaknai sebagai ekspresi.
“Ekspresi paling enak dengan seni dan budaya. Ekspresi yang bertanggung jawab,” ucapnya.

Sementara itu, huruf R diartikan sebagai rakyat merdeka dan rakyat berpikir.
Menurut Dimyati, pers berperan sebagai jembatan antara rakyat dengan penguasa, sekaligus menjadi mata hati dan telinga rakyat.
“Dan huruf S adalah sosial kontrol terhadap penguasa yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” ucap Dimyati.

Dimyati menambahkan, media massa saat ini telah memasuki era digital yang penuh tantangan. Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya afirmasi dan dukungan dari pemerintah agar media massa dapat terus tumbuh secara sehat.
“Kerja sama yang baik dan konstruktif sehingga media massa bisa tumbuh,” ucapnya.
Wagub juga berharap pengelola media massa bersama organisasi profesi dapat membekali para wartawan melalui pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan jurnalistik, khususnya dalam penulisan berita.
Dengan adanya standardisasi kompetensi, wartawan diharapkan mampu menyampaikan informasi dan mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara lebih efektif.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menyampaikan bahwa pentas budaya digelar untuk memeriahkan peringatan HPN sekaligus sebagai dukungan Pemprov Banten dalam memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif daerah kepada peserta HPN dari seluruh Indonesia.
“Pentas budaya, hiburan, dan pameran UMKM ini menjadi wadah untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya tradisional Banten, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, kriya, hingga fashion khas Banten,” ungkap Eli.
Eli menjelaskan bahwa pelaku seni dan UMKM yang terlibat merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Banten, mencerminkan kekayaan budaya dan keberagaman potensi daerah.
“Kami melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Banten. Ini menunjukkan bahwa Banten memiliki kekayaan budaya dan produk UMKM yang beragam dan siap dipromosikan di tingkat nasional,” katanya.
Kehadiran peserta HPN 2026 dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata dan UMKM Banten secara nasional, mendorong kunjungan wisata, serta memperkuat ekonomi lokal.
“Ini sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi UMKM lokal,” pungkasnya.
Pentas budaya dan pameran UMKM tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan peserta HPN, serta turut ditinjau oleh Wagub Banten.(WartainBanten)































