26.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Kunjungi Pesantren Raudhatul Ihsan, Gubernur Banten Dukung Penguatan Agro-Ekosistem

Wartain Banten | Pemerintahan | 10 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni mendorong penguatan dan replikasi konsep pesantren agro-ekosistem setelah mengunjungi Pondok Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan di Kabupaten Lebak, Selasa (10/2/2026). Pesantren tersebut dinilai berhasil memadukan pendidikan keagamaan dengan praktik pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Andra Soni didampingi Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya. Rombongan meninjau langsung proses budidaya cabai berbasis greenhouse yang telah menghasilkan produksi dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi pesantren.

Menurut Andra Soni, konsep pesantren agro-ekosistem merupakan terobosan yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan produksi pertanian dalam satu ekosistem berkelanjutan. Model ini dinilai tidak hanya memperkuat fungsi pendidikan pesantren, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi.

“Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan memadukan pendidikan agama dengan pengembangan pertanian. Model seperti ini penting karena berbasis pendidikan dan bisa ditransfer ke pesantren-pesantren lain,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, pengembangan agro-ekosistem di lingkungan pesantren berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Pesantren, kata Andra Soni, tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat berkembang menjadi sentra pertanian produktif.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi pertanian produktif. Ini potensi besar yang perlu diperluas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pondok Pesantren Raudhatul Ihsan juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Laukita Bumbu sebagai perusahaan penyuplai kebutuhan pangan jemaah haji. Melalui kerja sama ini, hasil pertanian pesantren, khususnya cabai, akan diserap untuk kebutuhan bumbu makanan jemaah haji.

Andra Soni menegaskan bahwa kolaborasi antara pesantren, dunia usaha, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar ekosistem pertanian dapat berjalan secara optimal.

“Kolaborasi seperti ini harus diperkuat. Produksi ada, pendampingan ada, dan pasar juga tersedia. Ekosistemnya menjadi lengkap,” ujar Andra Soni.

Plt Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten Lukman Hakim menyampaikan bahwa Pesantren Raudhatul Ihsan merupakan bagian dari program pembinaan agroekosistem dan kelompok tani binaan BI.

Pengembangan usaha produktif di pesantren dinilai mampu memperkuat ekonomi lembaga sekaligus membekali santri dengan kompetensi kewirausahaan di sektor pertanian.

BI Banten bersama IPB sejak 2025 juga menjalankan pelatihan dan pendampingan budidaya cabai berbasis teknologi (infratani), termasuk pemanfaatan greenhouse untuk menjaga produktivitas dan kualitas panen.

Program usaha terintegrasi pesantren, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan, dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum