Warta.in, Jember – Warga Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Jember, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan di teras rumah warga pada Rabu dini hari, 11 Februari 2026, sekitar pukul 01.55 WIB.
Kronologi ditemukannya bayi itu bermula setelah Budi dibangunkan oleh tetangganya bernama Slamet yang mendengar suara tangisan bayi, setelah dicek slamet melihat suara itu berasal kardus didepan rumah Budi, Slamet langsung memanggil warga sekitar untuk memeriksa isinya.
Setelah diperiksa, betapa terkejutnya warga karena ternyata isinya adalah bayi, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru saja dilahirkan karena masih dengan kondisi warna kulit kemerahan dan tali pusar yang telah dipotong serta dilapisi kain kasa serta bersih dan terawat, sehingga diduga sempat mendapat perawatan awal meski identitas orang tua belum diketahui.
Di dalam kardus juga ditemukan sepucuk surat wasiat, yang kini menjadi barang bukti penting dalam penyelidikan kepolisian untuk mengungkap motif dan latar belakang pembuangan bayi tersebut.

Dari rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi menunjukkan sepasang pria dan wanita yang datang menggunakan sepeda motor matic dari arah timur, wanita yang dibonceng kemudian meletakkan kardus berisi bayi itu di teras rumah sebelum keduanya melarikan diri.
Sayangnya, nomor polisi kendaraan tidak dapat diidentifikasi karena pantulan lampu motor menutupi rekaman. Meski begitu, polisi tetap menelusuri jalur pergerakan kedua pelaku melalui CCTV di area sekitar lokasi kejadian.
Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan FS. Darma, menyatakan bayi telah dievakuasi ke Puskesmas Kaliwates untuk mendapatkan perawatan medis dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan bayi dinyatakan dalam kondisi sehat saat ditemukan.
Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari warga dan saksi untuk memperkuat penyelidikan, sekaligus mencari tahu apakah bayi tersebut sempat ditangani oleh bidan atau tenaga kesehatan sebelum dibuang.
“Pihak kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini secara serius, termasuk menelusuri identitas dan keberadaan kedua orang tua bayi, serta motif di balik pembuangan yang diduga sudah direncanakan sebelumnya,” pungkasnya.




























