27.2 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Pimpin HLM TPID, Gubernur Banten Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Lebaran

Wartain Banten | Pemerintahan | 11 Februari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan langkah pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi lintas instansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Hal itu disampaikan Andra Soni usai memimpin High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Banten di Pendopo Gubernur, Kota Serang, Rabu (11/2/2026). Rapat tersebut memfokuskan pembahasan pada pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)

“Memasuki Ramadan dan Idul Fitri, kami memperkuat kolaborasi semua pihak untuk menjaga inflasi. Sepanjang 2025 inflasi Banten terjaga dengan baik, bahkan berada di bawah rata-rata nasional. Di awal tahun ini juga masih dalam rentang sasaran pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, kunci utama pengendalian inflasi terletak pada penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan kerja sama yang solid, inflasi dapat dikendalikan sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia.

Andra Soni menegaskan, fokus Pemprov Banten saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi di seluruh wilayah. Ia meminta agar tidak terjadi gejolak harga yang dapat membebani masyarakat.

“Menjadi tugas kita memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri terjaga. Distribusi harus lancar dan stok tersedia,” katanya.

Pemprov Banten bersama TPID menyiapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, seperti menggelar pasar murah, memperkuat operasi pasar, dan melancarkan distribusi komoditas strategis melalui kolaborasi dengan pemda kabupaten/kota, BUMD pangan, pelaku usaha, dan instansi vertikal.

Gubernur Andra Soni juga akan melakukan sidak pasar serta menindaklanjuti pemantauan BI terkait dinamika harga. Secara umum, kondisi inflasi dan pasokan pangan di Banten saat ini dinilai masih terjaga dengan distribusi yang relatif lancar.

Kepala Perwakilan BI Banten Ameriza M Moesa menyampaikan bahwa periode Ramadan dan Idul Fitri secara historis memicu kenaikan harga akibat lonjakan permintaan, dengan komoditas utama penyumbang inflasi seperti bawang, cabai, daging unggas, angkutan antarkota, dan emas perhiasan.

Meski demikian, dari sisi pasokan, neraca pangan Banten 2026 diproyeksikan surplus beras sekitar 58 ribu ton, dengan puncak panen pada Februari–Maret bertepatan dengan HBKN.

“Struktur wilayah Banten yang terdiri atas daerah produksi dan daerah konsumsi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi. Wilayah seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Cilegon merupakan daerah konsumsi utama, sedangkan sentra produksi berada di Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang,” Ujar Ameriza dalam paparannya.

Menghadapi potensi kenaikan harga, Bank Indonesia bersama pemerintah melalui TPID memperkuat pengendalian inflasi dengan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah yang dilakukan antara lain intensifikasi operasi pasar dan gerakan pangan murah, penguatan pemantauan harga bersama Satgas Pangan, memastikan kecukupan stok di gudang dan ritel, serta menjamin kelancaran distribusi melalui dukungan armada dan infrastruktur.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum