Wartain Banten | Pemerintahan | 12 Februari 2026 — Pemerintah Provinsi Banten berhasil mengembangkan padi organik varietas PS-08 yang dipanen perdana di lahan seluas 753 hektare di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (11/2/2026). Varietas ini digadang-gadang menjadi padi unggulan nasional karena merupakan hasil persilangan beberapa galur padi unggulan.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, mengatakan panen raya tersebut menjadi tonggak awal pengembangan lebih luas varietas PS-08 di Banten.
“Alhamdulillah, hari ini kita menghadiri acara panen raya padi organik varietas PS-08,” kata Agus.
Menurutnya, PS-08 merupakan jenis padi organik yang termasuk dalam kelompok bibit unggul. Varietas ini dikembangkan melalui proses persilangan dari beberapa garis keturunan padi unggulan, sehingga memiliki potensi hasil yang baik serta kualitas yang kompetitif.
Pengembangan varietas PS-08 dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Bakti Bela Negara. Ke depan, varietas ini ditargetkan tidak hanya menjadi unggulan daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Hasil pembicaraan antara Dinas Pertanian Provinsi Banten dengan Yayasan Bakti Bela Negara, jenis ini akan dikembangkan lebih luas. Tapi secara teknis juga, akan segera didaftarkan galur varietas PS-08 untuk diproses menjadi sertifikasi benih unggul nasional,” ujarnya.
Penanaman padi organik varietas PS-08 pertama kali dilakukan di Provinsi Banten sebagai proyek percontohan oleh Yayasan Bhakti Bela Negara. Banten dipilih karena sejumlah daerah lain, seperti Karawang, telah mengalami alih fungsi lahan menjadi kawasan industri.
Program ini juga mendapat dukungan pemerintah pusat yang menetapkan Banten sebagai salah satu lumbung padi nasional sekaligus lokasi pengembangan PS-08.
“Mohon dukungan dan do’a dari seluruh masyarakat, Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat di Jakarta, itu cita-cita kami dari Yayasan Bhakti Bela Negara,” kata Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie.
Pemkab Pandeglang menyatakan kesiapan menyediakan 50 ribu hektare lahan sawah untuk kerja sama penanaman, yang akan digarap secara bertahap dimulai dari 3 ribu hektare. Pada tahap awal, penanaman telah dilakukan di lahan seluas 753 hektare.
“Keunggulan padi varietas PS-08 ini tahan cuaca, tahan hama dan perhektarnya bisa lebih dari 10 ton” ungkapnya.
Varietas PS-08 memiliki keunggulan tahan cuaca dan hama dengan potensi hasil lebih dari 10 ton per hektare. Yayasan juga menyiapkan jaringan konsumen tetap untuk memastikan hasil panen cepat terserap dan petani tidak mengalami kendala distribusi.(WartainBanten)































