Aceh Barat – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana kebersamaan terasa hangat di wilayah Aceh Barat. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) bersama dengan Komite Peralihan Aceh (KPA) melaksanakan kegiatan penyerahan tujuh ekor sapi kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari tradisi Meugang. Selasa (17/02/2026).
Tradisi Meugang sendiri merupakan kearifan lokal masyarakat Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun. Meugang bukan sekadar momentum menyantap daging menjelang Ramadhan, tetapi menjadi simbol kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan yang sama dalam menyambut bulan penuh berkah.
Dalam kegiatan tersebut, tujuh ekor sapi diserahkan untuk kemudian disembelih dan dibagikan secara merata kepada fakir miskin di sejumlah gampong di wilayah Aceh Barat. Mahasiswa STIK-PTIK bersama unsur KPA dan masyarakat setempat turut bergotong royong dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging, mencerminkan nilai “sama rasa” tanpa sekat status sosial.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat pengabdian tidak hanya hadir dalam bentuk pengamanan dan pelayanan, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan yang nyata. Mahasiswa STIK-PTIK menunjukkan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat bukan sekadar simbol institusi, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Aceh yang ikut merasakan denyut tradisi dan budaya lokal.
Momentum Meugang kali ini juga mempererat sinergi antara generasi muda, tokoh masyarakat, dan elemen organisasi daerah. Kebersamaan yang terbangun menjadi pesan kuat bahwa Ramadhan adalah tentang empati—tentang memastikan tidak ada yang merasa sendiri dan tidak ada yang tertinggal dalam merasakan nikmatnya berbagi.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan mahasiswa STIK-PTIK bersama KPA dalam menjaga dan merawat tradisi Meugang melalui aksi nyata berbagi kepada masyarakat.
Menurutnya, Meugang bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan cerminan nilai solidaritas dan kebersamaan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Kegiatan seperti ini dinilai mampu memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan empati, serta memastikan kehadiran seluruh elemen benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terjaga, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ungkap Kapolres.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata sinergi antara institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya serta mempererat tali silaturahmi di Aceh Barat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, penyerahan tujuh ekor sapi ini diharapkan menjadi ladang amal sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menyambut Ramadhan yang penuh berkah. By: DYmurni







