Warta.in, Jember – 17/02/2026 Kelompok Tani sumber kelopo 01 yang berada di dusun Sumber Kelopo desa Curang Kalong Kecamatan Bangsalsari kini dapat menghela nafas lega tanpa rasa khawatir.
Pasalnya, ladang milik para petani di kelompok tersebut, yang hanya mengandalkan musim penghujan tiba untuk dapat menanam padi, kini sudah menjadi masa kelam yang sudah dilalui. Dalam kurun waktu lebih dari 1 dekade, bantuan yang diharapkan oleh para petani akhirnya terwujud yaitu program bantuan Optimasi Lahan (Oplah) berupa Pipanisasi, yang dapat mengalirkan sumber air dari hulu hingga ke hilir.
“Dulu kita hanya menunggu musim hujan mas jika tanam padi, tepatnya saat musim tanam satu/ MT 1, pada saat musim tanam 2 / MT 2 kita tidak berani tanam, tidak berani ambil resiko mas, karena pasti kekurangan sumber air,” kata teguh wahyudi selaku ketua Poktan setempat.
Menurut keterangan, Kelompok tani Sumber Kelopo 01 sejak dulu tidak memiliki aliran sungai yang mengaliri saluran irigasi mereka, dikarenakan hulu sungai yang ada mengalir berlawanan dengan ladang milik mereka.
“Hulunya sungai ini jauh dari ladang kami sehingga kami tidak bisa memanfaatkannya mas, aliran sungainya juga tidak mengarah ke ladang kami, Maka mau tidak mau kami harus terus berusaha ajukan bantuan untuk bisa mengaliri ladang kami,” pungkas Wahyudi.
Buah kesabaran serta usaha keras yang dilakukan oleh kelompok tani Sumber Kelopo 01 akhirnya terjawab, pada akhir tahun 2025 bantuan Optimasi Lahan berupa Pipanisasi akhirnya terlaksanakan. Dari saluran – saluran pipa air yang diambil langsung dari mata air lalu disalurkan melalui saluran irigasi, para petani tidak khawatir lagi akan datangnya musim kemarau yang mengeringkan ladang mereka.
Namun, Teguh Wahyudi mengaku adanya bantuan ini masih belum maksimal menyelesaikan masalah para petani yang berada dibawah naungannya, dikarenakan bantuan yang diterima belum bisa untuk mengairi 54,16 Ha sawah yang berada diwilayahnya.

“Kami mendapat bantuan saluran pipanisasi sepanjang 746m mas, sedangkan lahan sawah yang harus ditempuh untuk mengairi semuanya yaitu ada 5 blok, kurang lebih sepanjang 5000m mas, jadi masih belum maksimal untuk mengairi semua sawah, akan tetapi adanya bantuan ini manfaatnya sudah kami rasakan, 3 blok sawah atau sekitar kurang lebihnya 34,16 Ha aliran airnya sudah masuk, mengalir terus kesaluran irigasi mas, harapan kami semoga untuk kekurangannya bisa dibantu lagi mas,” tandas Wahyudi.
Demi mendukung program Swasembada Pangan atau Lumbung Pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto para petani masih menggantungkan harapan mereka kepada pemerintah pusat serta pemerintah daerah.
Para petani yang berada dibawah naungan kelompok tani Sumber Kelopo 01 berkomitmen akan terus menigkatkan Produktivitas pertanian mereka, akuntabilitas yang diberikan oleh Pemerintah akan mereka jaga, demi kontinuitas pangan Bangsa Indonesia.
Atas terlaksananya program bantuan ini para petani kelompok Sumber Kelopo 01 mengucapkan rasa terima kasih terhadap Bapak presiden Prabowo, kepada kementrian pertanian RI serta kepada pihak – pihak pemerintah daerah yang terkait temasuk Bupati Jember Muhammad Fawait.




























