34.7 C
Jakarta
Sabtu, Maret 14, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Setahun Lumpuh, Nurhedi Kembali Berharap Usai Dapat Tongkat dari Wagub Banten

Wartain Banten | Pemerintahan | 14 Maret 2026  — Harapan untuk kembali beraktivitas mulai tumbuh dalam diri Nurhedi (42), warga Kampung Batujaya, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Setelah setahun lumpuh akibat terjatuh dari atap rumah, ia kini mendapat bantuan tongkat jalan dari Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, saat kegiatan Safari Ramadan pada Kamis (12/3/2026).

Bantuan tersebut menjadi titik awal bagi Nurhedi untuk kembali menata kehidupannya. Selama setahun terakhir, ia hanya berdiam diri di rumah bersama istri dan anaknya karena keterbatasan fisik setelah mengalami kecelakaan.

Ia mengaku sebelumnya harus menggunakan tongkat sederhana yang dibuat ayahnya dari bambu agar bisa sedikit bergerak.

“Ini juga dibuatkan tongkat jalan dari bambu oleh bapak supaya saya bisa sedikit beraktivitas, sudah sekitar enam bulan lalu,” ungkapnya.

Dengan tongkat baru yang diterimanya, Nurhedi merasa bersyukur dan mulai memiliki harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Ia berencana membuka usaha kecil berupa toko kelontong agar tetap bisa mencari nafkah meski dengan keterbatasan.

Pada kesempatan yang sama, bantuan juga diberikan kepada warga lainnya di Kecamatan Cikeusik. Damiri (86), warga Kampung Baru, Desa Sumur Batu, serta Iyoh (71), warga Kampung Gadel, Desa Umbulan, menerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing sebesar Rp25 juta.

Selama ini, Damiri diketahui tinggal di rumah bilik dengan lantai tanah. Sementara Iyoh hidup bersama cucunya di rumah yang juga tidak layak huni dan mengandalkan bantuan dari tetangga serta kerabat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dimyati meminta pemerintah desa dan kecamatan setempat turut mengawasi penggunaan bantuan tersebut agar benar-benar dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah penerima.

“Saya titip kepada kepala desa dan camat setempat agar bantuan itu benar-benar digunakan untuk renovasi rumah. Tolong juga kepada para tetangga untuk bersama-sama membantu proses renovasinya,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.

“Kalau sudah kuat, kita tidak akan mudah dipecah belah,” ujarnya.

Selain bantuan tongkat jalan dan renovasi rumah, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan berbagai bantuan lainnya, antara lain kursi roda, bantuan untuk masjid sebesar Rp10 juta, bantuan pondok pesantren Rp5 juta, serta insentif bagi tiga guru ngaji dan marbot masing-masing Rp500 ribu.

Tak hanya itu, turut diserahkan santunan ahli waris dari BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga nelayan yang meninggal dunia sebesar Rp42 juta, serta 100 paket sembako bagi masyarakat setempat.(WartainBanten)

Berita Terkait

David Sianipar SPT
David Sianipar SPT
DSP LAW OFFICE