Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Diduga Picu Ketegangan di Tipar Sukabumi, Warga Protes Pemberitaan Revitalisasi Sekolah

SUKABUMI – Situasi di kawasan Tipar, Kota Sukabumi, dikabarkan sempat memanas akibat adanya reaksi keras dari tokoh pemuda setempat terkait pemberitaan proses revitalisasi di SDN Cisarua Tipar. Ketegangan ini melibatkan seorang tokoh pemuda lokal, Dora, dengan salah satu media cetak/online, Suara Jeruji.
Pihak Warga: Menilai Pemberitaan Mengganggu Kondusivitas Kampung
Dora, yang merupakan warga asli Tipar sekaligus anak dari salah satu tokoh senior di Sukabumi, Bapak Afud, menyampaikan rasa keberatannya dengan nada tinggi saat ditemui oleh tim di lapangan. Ia merasa pemberitaan tersebut menyudutkan wilayah tempat tinggalnya.
“Siapa yang mengacak-ngacak kampung saya di sini, berani sekali,” ujar Dora dengan nada kesal menggunakan bahasa daerah, merujuk pada pihak yang dianggap memperkeruh suasana di lingkungan sekolah tempat ia dulu menimba ilmu.
Dora menegaskan bahwa warga setempat selalu terbuka dan menghormati setiap tamu maupun profesi jurnalis yang datang. Namun, ia meminta agar tidak ada pihak yang membuat kegaduhan di wilayahnya.
“Kami menghargai setiap orang yang datang, tetapi tolong jangan mengotori atau membuat masalah di kampung saya,” tambahnya. Ia juga menyatakan kekecewaannya dan meminta agar profesionalisme jurnalistik tetap dijaga tanpa adanya motif lain.
Muncul Dugaan Pemerasan Terkait Penghapusan Berita
Seiring dengan memanasnya situasi, muncul informasi mengenai adanya komunikasi via ponsel terkait upaya penurunan (take down) berita tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun saat konfirmasi bersama Dora, terdapat dugaan bahwa pihak media Suara Jeruji sempat meminta sejumlah uang sebesar Rp3 juta sebagai syarat untuk menghapus artikel yang dipermasalahkan. Kabarnya, sempat terjadi proses tawar-menawar malam itu guna mencapai kesepakatan bersama.
Upaya Konfirmasi Pihak Media (Suara Jeruji)
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berusaha menghubungi penanggung jawab atau pembuat kebijakan dari media Suara Jeruji guna mendapatkan klarifikasi resmi secara berimbang.
Konfirmasi ini diperlukan untuk memastikan apakah tuduhan mengenai permintaan uang sebesar Rp3 juta tersebut benar adanya, atau merupakan kesalahpahaman komunikasi antara kedua belah pihak di lapangan. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Suara Jeruji untuk memberikan hak jawab mereka demi keberimbangan informasi.

Kepada media suara jeruji Kami tunggu klarifikasinya perihal permintaan uang kepada pelaksana Revit SDN cisarua . (Alfi yonimar)

Berita Terkait