URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
32.2 C
Jakarta
Sabtu, Desember 3, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ada Apa …. ? Ketum DPN Barikade 98 Bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor

BOGOR, WARTA.IN || Pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Para Relawan di Istana Bogor, kurang lebih selama 2 Jam dari pukul 13.30 s.d 15.30 Wib, diikuti Ketum DPN Barikade 98 dan 29 Perwakilan Rewalan lainnya pada Jumat (29/07/2022).

Dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan “Bahwa dunia sedang menghadapi Situasi sulit karena Covid-19 dan Perang. Situasi ini mengakibatkan seluruh negara mengalami ketidakpastian ditengah ancaman krisis global yang berdampak pada efek domino terjadinya lonjakan harga Energi dan Pangan, ungkapnya

“Ekonomi Global mengalami pelemahan. Gejolak ekonomi ini akan membawa 60 negara masuk kategori rentan dan terancam gaga, ujar Presiden Jokowi.

“Tapi Patut disyukuri, Kondisi Indonesia cukup baik sekalipun masih dibawah Taiwan. Dimana dalam semester l tahun 2022, pertumbuhan Ekonomi Indonesia berada di 5,0. Jauh diatas RRT yang hanya 4,8 – AS 3,6, Singapore3,4 – Korsel 3,1 dan Mexico 1,6.”

“Untuk Pertumbuhan Ekspor, Indonesia termasuk yang tertinggi dengan Pertumbuhan Ekspor 40,7%. Bahkan hal ini jauh meninggalkan negara lain. Malaysia 30,4%, Singapore 24,8%, India 23,5%, Vietnam 20,7%, RRT 17,7% dan Brazil 15,5%, kata Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketum DPN Barikade 98 dan juga para perwakilan Relawan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi, bahwa ditengah krisis global dan situasi Dunia yang tidak menentu, Presiden dan Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan yang dinilai tepat yang membuat Posisi Indonesia tetap tangguh, ungkap Benny Rhamdani.

“Dimulai dengan kebijakan yang tidak memberlakukan Lockdown diawal Covid, hingga penanganan Covid melalui sosialisasi dan vaksinasi yang sangat masif. 427.582.62 vaksinasi dosis 1 dan 2 telah disuntikan ke 97,2% masyarakat Indonesia. Dimana Indonesia saat ini berada di peringkat 4 Dunia dengan Jumlah orang yang divaksin dan Peringkat ke 5 di dunia dengan jumlah dosis disuntik, kata Ketum DPN Barikade 98.

Ketum DPN Barikade 98 menyampaikan “salut atas langkah Presiden Jokowi yang telah mengambil peran strategis di panggung dunia untuk menjadi juru damai bagi konflik Rusia dan Ukraina. Sikap Indonesia seperti itu dan dinilai netral, semakin memposisikan indonesia semakin lebih dihormati dan disegani oleh negara-negara di dunia, ungkapnya

Dalam hal pembangunan Infrastruktur yang terus dikerjakan pemerintah, Barikade 98 menilai indonesia dibawah pemerintahan Jokowi telah melakukan pencapaian yang sangat dahsyat yang belum pernah dicapai oleh pemerintahan yang dipimpin oleh presiden sebelumnya.

Bahkan apa yang dilakukan di era Presiden jokowi, mengalahkan jauh yang telah dilakukan oleh Soeharto di era orde baru selama 32 tahun dan era SBY selama 10 Tahun. Pembangun Infrakstruktur yang mempercepat, mempermudah dan berbiaya murah bagi setiap mobilitas barang dan orang yang menjadikan Indonesia tangguh dan tumbuh”.

“Selama pemerintahan Jokowi, infrastruktur yang dibangun adalah; Jalan Tol 2.042 Km, Non Tol 5.515 Km, Bandara 15 yang baru dan 39 perbaikan, Pelabuhan 124 baru dan 12 perbaikan, Bemdungan 38, Irigasi: 1,1 Juta Ha batu dan 3,8 juta Ha perbaikan. Selain infrastruktur yang dibangun ini menjadi fondasi ekonomi saat ini, dalam 5 sampai 10 tahun kedepan akan sangat dirasakan manfaatnya yang lebih dahsyat bagi negara dan rakyat indonesia”

Terkait Pilpres 2024, Dalam pertemuan tersebut, Barikade 98 dan dan seluruh perwakilan Relawan yang hadir sepakat untuk tegak lurus kepada arahan dan menunggu perintah Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut Barikade 98 menekankan negara untuk terus hadir mengambil tindakan tegas penegakkan hukum yang keras kepada siapapun yang selalu menciptakan distabilitas politik melalui politik pecah belah dengan menggunakan politik identitas, menyebarkan kebencian dan berita hoak, serta adu domba antar suku dan agama yang merusak persatuan nasional dan kebangsaan Indonesia, pungkas Benny Rhamdani.

Warta Baru
Warta Terkait