Akses Dukuh–Cikaum Terputus, Jembatan di Gandasari Nyaris Ambruk
Warta In Jabar Subang – Masyarakat yang hendak melintas dari Desa Dukuh menuju Kecamatan Cikaum maupun sebaliknya, saat ini tidak bisa lagi menggunakan jalur utama di Desa Gandasari, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang. Hal ini dikarenakan kondisi jembatan penghubung yang nyaris ambruk dan sangat membahayakan jika tetap dilalui kendaraan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (24/8/2025), bagian pondasi jembatan tampak sudah terkikis parah. Badan jalan mengalami keretakan, sementara salah satu sisi penyangga turun ke bawah. Bahkan, warga dan aparat setempat telah memasang tanda darurat berupa batang kayu melintang di atas jalan untuk menutup akses agar kendaraan tidak memaksakan diri melintas.
Roman Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang juga sudah meninjau langsung kondisi jembatan. Dalam dokumentasi resmi terlihat kerusakan cukup serius, sehingga dipastikan tidak aman bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Desa Gandasari menegaskan bahwa penutupan akses ini semata-mata demi keselamatan warga. “Kami imbau masyarakat jangan memaksakan lewat jembatan ini. Situasinya sudah sangat rawan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan melaporkan ke kabupaten agar segera ada perbaikan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Subang melalui pernyataan resminya meminta masyarakat untuk waspada dan tidak nekat melintasi jembatan tersebut.
“Hasil kajian di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jembatan sudah tidak layak dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Demi keselamatan bersama, kami mengimbau agar warga menggunakan jalur alternatif. Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada instansi terkait untuk segera dilakukan langkah penanganan,” tegas petugas BPBD Subang.
Warga sekitar mengaku terpaksa mencari jalur alternatif meski jaraknya lebih jauh. “Biasanya kami lewat sini paling dekat ke pasar atau sekolah. Tapi sekarang harus muter jauh karena jembatannya sudah tidak bisa dilalui. Takut ambruk kalau dipaksakan,” ujar seorang warga Desa Dukuh.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan jembatan akan dilaksanakan. Namun masyarakat mendesak agar penanganan darurat segera dilakukan, mengingat jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Dukuh dan Cikaum, terutama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, serta distribusi hasil pertanian.