URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
25.5 C
Jakarta
Kamis, Desember 8, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Aksi Massa Germaki Sambangi Kantor Gubernur Sumsel Tuntut Perombakan Management JSC

Array

Warta Indonesia | Palembang – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Germaki) gelar aksi massa di kantor gubernur sumatera selatan (Sumsel), jalan kapten A.Rivai No.3 sungai pangeran, kecamatan Ilir timur.1, Rabu,(27/07/22).

Aksi massa dipimpin langsung oleh ketua umum (Ketum) Germaki Umar Yuli Abas, turut hadir dewan pembina Germaki Charma Afrianto,SE serta beberapa orator muda, Andi Leo, Dwi Atmajaya,SE, Reco Virnando,SE dan Rahmat Sandi,SH

Dalam tuntutannya Germaki meminta kepada Gubernur Sumsel H.Herman Deru :
– segera intervensi Pt.JSC dengan merombak total management dari posisi direksi, komisaris dan management di bawahnya.

– meminta, tidak menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak berguna dan produktif untuk kemajuan Pt.JSC

– bersihkan semua management yang terindikasi memanfaatkan Pt.JSC untuk kepentingan pribadi.

– evaluasi skema penyertaan modal dengan menginventarisir semua aset secara maksimal untuk kepentingan Pt.JSC agar membaik.

– desak pihak eksekutif dan legislatif segera bentuk Tim khusus (Timsus) penyelamatan aset 5,7 triliun dan Badan Usaha Milik Daerah(BUMD) Pt.JSC

– meminta management Pt.JSC secara terbuka merilis neraca keuangan di ruang publik karena menyangkut aset masyarakat Sumsel.

Umar Yuli Abas biasa di sapa UYA menyampaikan, “Germaki hanya memberikan kritik yang konstruktif dan membangun, supaya kepengurusan management Pt.JSC mulai dari komisaris dan direksi sampai yang paling bawah segera di rombak dengan orang – orang yang berkompeten, yang bisa menghasilkan keuntungan untuk Pendapatan Asli Daerah(PAD) provinsi sumsel”,ujarnya

Lanjut UYA, ” sangat di sayangkan jika Pt.JSC mengalami penyusutan aset senilai 35 miliar pertahun, dan sangat di sayangkan juga ada tiga komisaris di Pt.JSC berstatus Pegawai Negri Sipil(PNS) yang merupakan orang titipan,serta tidak profesional dalam mengelola Pt.JSC”,tegas UYA

Ditempat yang sama, saat ditanya wartawan sudah berapa kali mengadakan Rapat Usaha Pemegang Saham (RUPS), Amrayadi.R selaku kepala bidang (Kabid) Sarana dan prasarana provinsi Sumsel menjelaskan,” dirinya tidak ingat sama sekali dan hanya mengetahui penyertaan modal pemprov di luar aset sebesar 60 miliar,ucapnya

Disinggung wartawan, sehat tidakkah Pt.JSC (BUMD) sebagai penopang PAD Sumsel..??? ” Amrayadi mengatakan dengan nada rendah,” memang BUMD ini termasuk kurang sehat”, pungkas Amrayadi sambil mengakhiri pembicaraan. ( Lily )

Warta Baru
Warta Terkait