27.3 C
Jakarta
Sabtu, September 25, 2021

Aktivis HAM Diam, Saat Anggota TNI & Masyarakat Sipil di Bantai Sparatis Papua

PAPUA – Hak Asasi Manusia ( HAM ) adalah sesuatu yang universal yang dimiliki oleh setiap manusia yang lahir di dunia, siapapun dia , darimana asalnya, suku bangsa apa..? dan apapun latar belakangnya serta status sosialnya, dia tetap meiliki hak – hak sebagai manusia yang melekat pada dirinya termasuk hak – hak asasi manusia sebagai seorang individu maupun kelompok, jadi sebenarnya HAM itu adalah milik semua golongan manusia.

Saya sudah sering melihat, mengikuti, bahkan melihat di berbagai media yang memberitakan tentang situasi keamanan di provinsi papua dan papua barat yang beberapa tahun belakangan ini kurang kondusif, masyarakat sipil dan aparat keamanan juga sering menjadi korban keganasan kelompok – kelompok separatis teroris di Papua, saya secara pribadi melihat bahwa setiap kali ada kejadian pembantaian terhadap masyarakat sipil yang berasal dari luar Papua atau warga nusantara serta aparat keamanan baik itu TNI maupun Polri , para penggiat HAM atau aktivis HAM di tanah Papua, Papua Barat dan di Indonesia terkesan hanya diam alias bungkam, bahkan tidak pernah bersuara untuk membela hak – hak HAM kelompok masyarakat nusantara dan TNI/Polri, terkesan sangat diskriminasi.

Kemana tokoh aktivis HAM seperti : THEO HESEGEM, EMANUEL GOBAY, HARIS AZHAR, USMAN HAMID, NATALIUS PIGAI , dan beberapa aktivis HAM lainnya hanya diam saja pada saat masyarakat nusantara , TNI dan Polri di bantai oleh Kelompok Separatis Teroris Papua ( KSTP ), apakah..? mereka ini pantas di sebut seorang pembela hak asasi manusia..? hal ini selalu menjadi dilema dan pertanyaan dalam hati kecil saya, saya merasa bahwa sebenarnya mereka para aktivis HAM ini hanya mencari isu, pamor, dan kepentingan kelompok tertentu yang ingin mengacaukan stabilitas keamanan di negara Indonesia tercinta,

Coba lihat saja jika ada aksi – aksi demonstrasi oleh kelompok masyarakat di Papua untuk menyuarakan agenda – agenda separatisme di Papua, aksi – aksi tersebut padahal melanggar aturan serta mengganggu aktivitas umum, dan tidak mengantongi ijin dari pihak Kepolisian , tetapi tetap dilanjutkan aksi – aksi tersebut , dan endingnya pada saat aparat keamanan membubarkan aksi tersebut justru aparat keamanan di tuduh oleh aktivis HAM sebagai pelanggar HAM dan diskriminasi terhadap OAP, bahkan jika ada para aktivis yang terluka di hidung ataupun bibir berdarah, justru di laporkan oleh aktivis HAM sampai ke Inggris, Amerika dan PBB dengan tajuk – tajuk berita yang mendiskreditkan aparat kemananan dan pemerintah, justru di sini saya melihat aktivis HAM membuat OAP terlihat lemah di mata dunia, karena setiap kali ada suatu dinamika terkait kejadian – kejadian di dalam negeri selalu di laporkan keluar negeri, bagi saya apa yang dilakukan para aktivis HAM justru terkesan cengeng dan tidak bisa melakukan suatu penyelesaian secara konprehensif dengan memberikan solusi – solusi terbaik.

Bahkan yang mengherankan waktu pembantaian dua orang karyawan PT. Indo Papua atas nama almarhum Rionaldo Raturoma ( 42 ) dan Dedi Imam Pamungkas ( 40 ) dan jasadnya di bakar bersama mobil di jembatan kali brasa kabupaten Yahukimo pada 22 Agustus 2021 oleh kelompok KSTP pimpinan TENDIUS GWIJANGGE, justru tidak ada yang bersuara dari para aktivis HAM di Papua dan Indonesia, HARIS AZHAR, USMAN HAMID, THEO HESEGEM, EMANUEL GOBAY semuanya hanya diam seribu bahasa, sangat mengherankan , terkesan mereka ini hanya bekerja mengikuti pesan sponsor, sebagai penggiat HAM seharusnya jangan terkesan membela HAM dari satu sisi saja, HAM adalah sesuatu yang universal , dan HAM tidak membeda – bedakan suku , agama, kelompok , satatus sosial dan sebagainya, jangan terkesan membela HAM karena sistem kesukuan, oligarki kesukuan bahkan etnonasionalisme kedaerahan.

Kejadian yang memprihatinkan dan biadab yang dilakukan oleh kelompok Sparatis teroris. Pada hari Kamis , tanggal 2 September 2021 , bahkan Posramil di kampung Kisor Distrik Aifat Selatan Maybrat Sorong Papua Barat di serang oleh KSTP, dan empat orang prajurit TNI tewas di bantai secara tidak manusiawi, apa kah..? hal Ini bukan suatu pelanggaran Hak Asasi Manusia ( HAM )..? atau kah..? anggota TNI bukan manusia yang di ciptakan sama derajadnya dengan manusia lainnya, seharusnya hal ini di kategorikan sebagai pelanggaran HAM berat, dan sudah seharusnya para aktivis HAM seperti : HARIS AZHAR, EMANUEL GOBAY, THEO HESEGEM, USMAN HAMID, NATALIUS PIGAI, harus bersuara menyuarakan kebenaran, jangan hanya diam dan terkesan menjadi para aktivis HAM yang bekerja sesuai pesan sponsor, ingatlah bahwa masyarakat nusantara, TNI, Polri, dokter, guru, masyarakat Papua, pelajar, mahasiswa, dan manusia lainya adalah manusia yang di ciptakan oleh Tuhan yang maha esa, sudah tentu semua manusia memiliki hak asasi manusia , dan hal tersebut bersifat universal.

Saya secara pribadi dan organisasi mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya para pahlawan bangsa, patriot sejati dan orang – orang hebat yang mengabdikan hidupnya untuk membangun Papua menjadi lebih baik , bermoral dan bermartabat, yang di bantai, dibunuh, dibakar, di perkosa, dan di teror oleh Kelompok Separatis Teroris di Papua (KSTP). Tuhan selalu melihat pengorbanan kalian , dan Tuhan akan membalas segala kebaikan kalian, dan pada akhirnya saya akan menitipkan beberapa ayat – ayat bible kesayangan saya untuk dapat di cermati oleh mereka atau kelompok – kelompok yang sering menentang atau melawan Pemerintahan yang sah,

Saya tak mau sok suci seperti seorang pendeta, tetapi yang saya mau sampaikan di sini, bahwa dengan melihat ayat bible Roma 13 ayat 1 sampai 4, maka sudah seharusnya mereka para kelompok yang berperang di hutan – hutan Papua dengan melakukan berbagai aksi – aksi kekejaman, pembunuhan, pemerkosaan, pembakaran, dan aksi – aksi teror lainnya, saya berharap mereka dapat membaca ayat bible tersebut, siapapun yang melawan pemerintah, hukumanya adalah kebinasaan , hal ini sudah terjadi di Papua, hari ini mereka yang berteriak merdeka, referendum, tolak otsus, dan membenci sesama manusia, hidupnya susah, apalagi Kelompok – kelompok Separatis Teroris di Papua dan Papua Barat, kalian akan di kejar terus, hingga kalian menyerah, siapapun yang mencoba melawan pemerintahan yang sah dengan cara – cara kekerasan , pembunuhan dan sebagainya dengan alasan “ IDEOLOGI POLITIS “ maka hukumannya adalah “KEMATIAN “.

Siaran pers disampaikan Jum’at (03/09/2021) oleh Ali Kabiay “Amaz Eso” Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri.Nabire, Ketua DPD. Pemuda Mandala Trikora Prov Papua. (Redaksi)

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img