29.8 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Andra Soni Beri Penghargaan Polres Tangsel atas Keberhasilan Program Cegah Tawuran

Wartain Banten | Pemerintahan | 09 Januari 2026  — Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan atas keberhasilan inovasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya melalui Program Cegah Tawuran (Cetar) dan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) Terpadu.

Apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Kapolres Tangerang Selatan beserta jajaran, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Andra Soni saat bersilaturahmi ke Markas Polres Tangerang Selatan di Jalan Promoter No. 1, Lengkong Gudang Timur, Minggu (4/1/2026).

Gubernur Andra Soni menilai, kedua program inisiatif Polres Tangerang Selatan tersebut terbukti efektif dalam menekan angka kriminalitas, terutama tawuran remaja yang selama ini menjadi perhatian serius di wilayah penyangga ibu kota.

Ia juga menyoroti karakteristik Provinsi Banten yang dinilai unik dari sisi wilayah hukum kepolisian. Menurutnya, pembagian wilayah antara Polda Banten dan Polda Metro Jaya menuntut koordinasi yang solid antarinstansi.

“Provinsi Banten ini unik. Wilayah hukumnya terbagi dua, yakni Polda Banten dan Polda Metro Jaya. Ada delapan polres yang wilayah kerjanya melintas batas administrasi kabupaten dan kota,” ungkap Andra Soni.

Meski demikian, Andra Soni bersyukur koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dengan jajaran kepolisian berjalan sangat baik selama lebih dari 10 bulan masa kepemimpinannya sebagai gubernur.

“Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, komunikasi kami sangat cair, baik dengan Wali Kota maupun Kapolres Tangerang Selatan,” ujarnya.

Tangsel sebagai Miniatur Indonesia

Gubernur Banten Andra Soni menilai Kota Tangerang Selatan sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman suku dan agama penduduknya.

“Kota Tangsel adalah miniatur Indonesia. Semua suku dan agama ada di sini,” tutur Andra.

Sebagai wilayah aglomerasi penyangga Daerah Khusus Jakarta, Tangsel memerlukan pendekatan pengamanan yang khusus. Ia menyebut Program Cegah Tawuran (Cetar) sebagai solusi tepat dalam merespons perubahan pola tawuran remaja yang kini dapat terjadi kapan saja.

“Pola tawuran saat ini telah berubah dibandingkan masa lalu. Tawuran tidak lagi mengenal waktu, bahkan bisa terjadi pada malam hari. Alhamdulillah, berkat Program Cetar, angka tawuran kini menurun signifikan,” jelasnya.

Program tersebut terbukti efektif terutama karena menyasar pelajar SMA dan SMK yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

“Semoga jajaran Polres Tangsel senantiasa dilancarkan dalam menjalankan tugas. Terima kasih kepada Kapolres dan jajaran,” pungkas Andra Soni.

Efektivitas Program Cetar

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor D. H. Inkiriwang menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Banten dan kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Banten.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membantu dan mendorong program-program Polres Tangerang Selatan,” ucap Victor.

Ia menjelaskan bahwa tawuran remaja menjadi fokus utama gangguan kamtibmas di wilayahnya. Melalui Program Cegah Tawuran (Cetar), Polres Tangsel mengedepankan langkah preventif berupa penyuluhan dan pembinaan,

“Telah dilaksanakan sebanyak 6.625 kegiatan yang mampu menekan angka tawuran hingga 60 persen. Selain itu, tercatat penurunan 40 persen fatalitas atau korban meninggal dunia dan luka berat akibat tawuran,” papar Victor.

Polres Tangsel juga memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan Siskamling Terpadu di 328 titik dan patroli preventif rutin untuk menjaga keamanan lingkungan.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum