Wartain Banten | Pemerintahan | 18 Februari 2026 — Gubernur Banten, Andra Soni, menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diselenggarakan di HS Residence, Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Banten itu bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memastikan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Banten senantiasa terjaga.
Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang merayakan Imlek. Ia menegaskan bahwa tradisi silaturahmi saat hari raya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Banten yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.
“Selamat merayakan Imlek bagi saudara-saudara kita yang merayakan. Tradisi silaturahmi pada hari raya ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Banten sejak lama,” ujar Andra Soni di sela-sela acara.
Warisan Harmoni Kesultanan Banten
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa semangat toleransi di Banten telah berakar kuat sejak masa Kesultanan Banten, yang tercermin dari keberadaan masjid dan vihara yang berdiri berdampingan di kawasan Banten Lama.
“Di Banten Lama, kita bisa melihat bukti nyata sejarah, ada masjid dan vihara yang berdiri berdampingan. Tradisi harmoni ini harus terus kita rawat sebagai fondasi pembangunan daerah,” paparnya.
Ia menekankan pentingnya merawat tradisi harmoni tersebut sebagai fondasi pembangunan daerah, serta mengapresiasi kontribusi komunitas Tionghoa, khususnya masyarakat Cina Benteng di Tangerang, dalam mendukung program pemerintah dan menjaga kohesi sosial.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten dan Tokoh Masyarakat
Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Tionghoa serta mengapresiasi kehadiran Gubernur yang dinilai memberi semangat dan kesejukan bagi warga.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas kehadirannya yang menyejukkan,” tutur Maesyal.
Sementara itu, tokoh masyarakat Tionghoa Andi Surya menilai kehadiran para pemimpin daerah sebagai wujud nyata pluralisme dan berharap semangat kolaborasi tersebut terus terjaga, tidak hanya saat perayaan Imlek tetapi juga pada hari besar keagamaan lainnya.
“Ini adalah ciri pluralisme yang sangat baik. Kami berharap kerukunan ini menjadi modal utama agar kita bisa saling berkolaborasi menyongsong masa depan,” pungkas Andi.
Sekilas Tentang Imlek 2577 Kongzili
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menandai Tahun Kuda Api. Dalam pandangan filosofi Tionghoa, Kuda Api merepresentasikan keberanian, energi besar untuk menaklukkan tantangan, serta keteguhan hati dalam melangkah ke depan. Simbol ini juga mencerminkan semangat untuk terus berkembang dan berinovasi.(WartainBanten)































