29.7 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

Andra Soni Lepas 21 Petani Milenial Magang ke Jepang, Siap Majukan Pertanian Banten

Wartain Banten | Pemerintahan | 10 April 2026 — Gubernur Banten Andra Soni melepas 21 petani milenial yang akan mengikuti program magang ke Jepang selama 1 hingga 2 tahun. Pelepasan dilakukan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (9/4/2026).

Program magang tersebut merupakan inisiasi Kementerian Pertanian yang dilaksanakan melalui masing-masing pemerintah provinsi. Tahun ini, jumlah peserta yang diberangkatkan menjadi yang terbanyak sejak program tersebut berjalan pada 1984.

Dalam sambutannya, Andra Soni berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dan pengalaman di sektor pertanian modern, lalu kembali ke Banten untuk mengembangkan potensi daerah.

“Kita masih banyak lahan-lahan tidur yang bisa dikembangkan untuk teman-teman nanti setelah kembali lagi. Silakan dikembangkan,” katanya.

Ia menilai, Provinsi Banten memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan letak geografis yang strategis dan berdekatan dengan Jakarta, Banten dinilai memiliki peluang besar sebagai pemasok kebutuhan pangan.

“Ini penting sekali karena secara transportasi kita lebih kompetitif dari daerah lain,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra Soni, terus berupaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan akses distribusi.

Ia juga menyoroti besarnya peluang pasar, termasuk kebutuhan suplai untuk ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Banten.

“Belum lagi kebutuhan untuk suplai ribuan SPPG yang sudah beroperasi di Banten. Jadi usaha sektor pertanian itu sebenarnya sangat menjanjikan,” katanya.

Andra Soni berpesan kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan magang dengan sebaik-baiknya. Ia berharap sepulang dari Jepang, mereka dapat menjadi agen perubahan sekaligus mentor bagi petani milenial lainnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Nasir menjelaskan bahwa para peserta telah menjalani pendidikan dan pelatihan selama 50 hari sebelum diberangkatkan.

“Dari total 48 peserta, yang berhasil lolos sebanyak 21 dari berbagai daerah di Banten. Insya Allah nanti tanggal 13 April diberangkatkan,” katanya.

Selama di Jepang, para peserta akan tinggal di perkampungan dan terlibat langsung dalam aktivitas pertanian dan peternakan selama 11 hingga 26 bulan.

“Jepang adalah negara barometer dengan penerapan teknologi terbaik dalam sektor pertaniannya. Maka dari itu, saya berharap ketika pulang nanti, teman-teman ini bisa menerapkan yang didapat di sana untuk kemajuan pertanian di Banten,” jelasnya.

Salah satu peserta, Eva Luthfiah, mengaku termotivasi untuk mengikuti program tersebut karena ingin berkontribusi dalam memajukan sektor pertanian di daerahnya.

“Dari kecil saya sudah diajarkan bertani oleh orang tua, dan sampai sekarang saya masih menjalani itu,” katanya.

Eva Luthfiah menilai sektor pertanian kini semakin modern dan menjanjikan, serta bertekad untuk ikut memajukannya.(WartainBanten)

Berita Terkait

Iskandar Z Sitanggang
Iskandar Z Sitanggang
Pakar Bisnis, Pendidikan dan Hukum