33.4 C
Jakarta
Jumat, Juli 30, 2021

ANTARA BIROKRASI DAN MAHASISWA

OLEH : SALMAN RIZKATILLAH A.S

Warta.In.Opini – Kampus yang demokratis. Kampus yang dapat memahami, peka pada aspirasi mahasiswa, siap akan seruan moral dari mahasiswanya. Jika hal hal kecil seperti itu tidak di pikirkan oleh kampus, maka jangan salahkan jika kampus disebut sebagai lembaga yang akan mencetuskan pemimpin dengan kediktatoran di masa depan. Kampus tempat bagi mahasiswa membina mental, karakter dan mendapatkan jati diri. Kampus bukan tempat mengurung mahasiswa, tidak memiliki ruang gerak satu langkah pun. Pertanyaan sesuai realita hari ini, apakah kampus-kampus mulai tidak demokratisnya kampus, dengan tidak peka akan aspirasi mahasiswa yang secara tidak langsung kampus telah menunjukkan kediktatoranya.

Mahasiswa dan birokrasi kampus merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. karena kenapa salah satu penyebab adalah saling membutuhkannya di antara Mahasiswa dan Birokrat Kampus, tak lain adalah masalah akademik dan juga kemahasiswaan, Seringkali berbagai isu tentang munculnya masalah antara mahasiswa dan birokrasi kampus, masalah akademik yang kadang dipersulit, dana kegiatan mahasiswa yang sulit mendapat persetujuan serta pendanaannya, tekadang pergerakan mahasiswa pun yang seringkali dihambat.

Organisasi mahasiswa dalam satu lembaga universitas sangatlah penting demi menunjang peningkatan sumber daya mahasiswa. Kampus yang baik itu adalah bagaimana ia mampu menyerap setiap aspirasi dan seruan moral dari mahasiswanya. sehingga menghasilkan mahasiswa yang berkarakter dan berkualias. Mahasiswa dibebani tanggung jawab yang besar, mahasiswa harus siap siaga mengkritisi setiap kebijakan. Kenapa mahasiswa harus kritis, Karena mahasiswa memikul tanggung jawab yang besar, Mahasiswa adalah “agent of change, agent of knowledge.”

Mengingat mahasiswa harus kreatif dan menciptakan, harus menjadi generasi pelurus bukan penerus. penerus di sini adalah sebagai generasi yang meneruskan kebobrokan mental para pendahulunya. Mahasiswa sebagai agen perubahan yang memikul tanggung jawab besar di pundaknya. insan akademis adalah mahasiswa, beban ini tentulah menjadi hal utama dalam bangku kuliah. Mengingat niat utama dari seseorang untuk kuliah, menimba ilmu sebanyak-banyaknya merupakan suatu keharusan. Dan pengalaman pun tidak luput harus di dapatkan seperti pengabdian terhadak masyarakat kampus dalam wadah ormawa ataupun lebih besarnya eksternal kampus dalam berbangsa dan bernegara.

Mahasiswa menjaga moral bangsa adalah beban sesungguhnya Mahasiswa bertanggung jawab penuh pada moral bangsa. mahasiswa tidak dibenarkan untuk duduk diam bermalas-malasan, Tapi mahasiswa diwajibkan berperan dalam bernegara. Mahasiswa harus berkontribusi, menciptakan dan mencetuskan hal baru. mahasiswa harus kritis. Berani mengeluarkan pendapat di muka umum. Jadi, jangan bangga dengan prestasi akademik yang selangit namun tak berkontribusi pada perubahan. Ingat kembali tiga pedoman mahasiswa, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Pekalah terhadap lingkungan sekitar, tanamkan sikap kritis dan jadilah mahasiswa bermental baja dan siap mengawali perubahan ke arah yang jauh lebih baik dari para pendahulu.

“Sikap kritis lahir dari kepekaan kita pada perubahan dan bisikan hati nurani kita untuk tidak duduk diam dan hanya sebagai penonton. Mahasiswa harus ambil bagian terhadap segala bentuk upaya untuk perubahan”

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!