27.3 C
Jakarta
Minggu, September 26, 2021

Apakah Kamu Siap Menikah? Ayo Kenali Dampak Menikah Dini

Warta.in, Makassar– Pernikahan usia dini kembali menjadi sorotan, setelah adanya promosi ajakan nikah muda oleh Wedding Organizer ( WO) Aisyah Weddings.

Praktik perkawinan anak itu sendiri merupakan pelanggaran atas hak-hak anak yang berdampak buruk terhadap tumbuh kembang dan kehidupannya di masa yang akan datang sehingga dengan demikian, perkawinan anak juga merupakan pelanggaran HAM. Pernikahan dini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor yang sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah faktor ekonomi, tingkat pendidikan yang kurang, faktor adat, pengaruh media massa, dan kondisi-kondisi tertentu seperti kehamilan di luar nikah.

Menikah bukan saja persoalan adanya cinta, ekonomi dan budaya saja, tetapi banyak hal yang perlu dipersiapkan.

Ada 10 dimensi yang perlu dipersiapkan sebelum menikah demi menciptakan keluarga yang berkualitas, yaitu bagaimana kesiapan usia, fisik, mental, finansial, emosional, sosial, moral, interpersonal, keterampilan hidup dan kesiapan intelektual .

Menikah dini akan membawa banyak dampak negatif bagi kesehatan perempuan, beberapa Beberapa diantaranya yaitu :

Pertama, Wanita yang masih muda masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan, sehingga jika ia hamil, maka pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya akan terganggu.

Kedua, reproduksi belum siap sehingga berpotensi menyebabkan kanker serviks dan trauma fisik pada organ intim perempuan, hal ini disebabkan mulut rahim perempuan berusia kurang dari 20 tahun, masih lunak dan terbuka, sehingga ketika perempuan berhubungan seksual dan terjadi benturan akan lebih sensitif dan bisa memicu kanker serviks dikemudian hari.

Melahirkan di usia dini juga dapat memicu pendarahan saat melahirkan yang dapat menyebabkan kematian ibu.

Ketiga, pelaku pernikahan dini cenderung putus sekolah dan daya saing rendah dalam memperoleh pekerjaan formal, sehingga hak anak untuk mengakses pendidikan dan kehidupan tidak terpenuhi.

Keempat berpotensi terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena emosi yang belum stabil memicu pertengkaran hingga akhirnya berujung perceraian.

Kelima, Kurang optimal dalam pengasuhan ataupun mendidik anak dikarenakan pengetahuan yang kurang sehingga akan berdampak pada tumbuh kembang anak tersebut.

Melihat besarnya dampak yang akan dirasakan, untuk itu mari kita bersama-sama mendukung program pemerintah untuk mencegah pernikahan anak demi generasi penerus bangsa.

Karena keberhasilan suatu negeri dalam membentuk generasi muda yang hebat bermula dari didikan dan dukungan orang tuanya serta mengajak para generasi muda supaya bijak dalam mengambil keputusan dan tindakan.

Oleh: Indriani Bahar, SKM.,M.Kes

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img