24 C
Jakarta
Selasa, Desember 7, 2021

Banjir Bandang Diparapat Diduga Akibat Pembalakan Hutan Sitahoan

SIMALUNGUN,

Rusaknya Hutan dikawasan Danau Toba ( Sitahoan ) diduga kuat menjadi pemicu terjadinya banjir bandang di kawasan kota Wisata Parapat, Simalungun pada Kamis, 13/05/2021 lalu.

Hal ini diketahui dari hasil investigasi reporter pada Sabtu, 15/05/2021 pukul 10.00WIB. dimana, dalam investigasi tersebut didapat keterangan dari warga sekitar yang bermukim tak jauh dari kawasan hutan Sitahoan tersebut berinisial SJ mengungkapkan kepada reporter.

SJ menuturkan, bahwa tindakan perambahan ( pembalakan ) hutan sangat sering terjadi dikawasan hutan Sitahoan.

” Pada jam kerja para pembalak tersebut akan terdengar suara chainsaw (alat potong kayu) yang menandakan mereka sedang beraktifitas melakukan penebangan, ” ungkap SJ.

Saat bincang – bincang dengan SJ disekitaran terminal Parapat Sosor Saba, hadir juga warga lainnya bernama S Sinaga. Saat itu, dalam komentarnya kepada reporter, S Sinaga sangat menyayangkan aksi pembalakan yang menimbulkan kerusakan hutan di lingkungan perbukitan kawasan Danau Toba.

Sinaga berharap ada tindakan tegas dari APH (aparat penegak hukum ) terhadap aksi pembalakan ( perusakan kawasan hutan ) di daerah tersebut.

Tidak kurang puluhan kubik kayu alam dari hutan perbukitan Danau Toba ( Sitahoan ) di curi dengan masif oleh para pembalak liar. Seperti dituturkan SJ, dalam sehari, sekitar tiga truck Colt Diesel yang bermuatan rata – rata 12 kubik keluar dari kawasan hutan Sitahoan. Dugaan SJ kayu – kayu tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen lengkap.

” Bagaimanakah tidak terjadi banjir bandang, hutan Sitahoan kini sudah gundul. Tiga truk tiap hari keluar kayu gelondongan dari sana, kupastikan itu tanpa dokumen alias illegal, ” kata SJ.

Kerusakan parah hutan Sitahoan ini harus segera diperbaiki. Segala kegiatan yang mengakibatkan kerusakan hutan, harus segera dihentikan. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, khususnya ketegasan dan keseriusan dari pemerintah yang harus serius dan tegas dalam melakukan perbaikan guna mengembalikan fungsi hutan. Ucap SJ.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Kamis 13/05/2021 lalu, membawa material batu dan lumpur serta gelondongan kayu yang menghantam kawasan kota Wisata Parapat.

Daerah terparah dalam peristiwa banjir bandang tersebut berada di kawasan Lingkungan Anggarajim, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!