31.3 C
Jakarta
Selasa, April 13, 2021

Barikade 98 : Mengecam Aksi Teror Penyerangan Mabes Polri.

Barikade 98 Mengecam Aksi Teror Penyerangan Mabes Polri, Usut Tuntas Jaringannya

WARTA.IN.JAKARTA– Kami mengecam dan turut prihatin atas aksi senjata penyerangan Mabes Polri oleh inisial ZA, yang merupakan aksi teroris sebagaimana disampaikan dalam jumpa pers Kapolri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA.

“Bernama ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognatiion, sesuai,” kata Kapolri kepada wartawan Java Crime di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Listyo Sigit menjelaskan, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.

Adapun ZA, merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad. Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di akun Instagram bendera ISIS, ungkap Kapolri.

Atas kejadian aksi teror senjata penyerangan Mabes Polri tersebut sebagai sinyal menyampaikan pesan harus semakin meningkatkan kewaspadaan atas berbagai serangan yang akan dilakukan oleh kelompok teroris yang sudah memanfaatkan mendoktrin perempuan siap mati sehingga gelap mata nekad melakukan aksi penyerangan pada Mabes Polri, kata Budy Hermansyah Ketua Barikade 98 Jabar pada redakai, Kamis (01/03/2021).

Selanjutnya Abdul Salam Nur Ahmad Pengurus DPN.Barikade 98 mengatakan “Dengan kejadian aksi teror penyerangan Mabes Polri yang dilakukan oleh inisal ZA tersebut harus menjadi perhatian dan catatan pergerakan dan aksi jaringan teroris di Indonesia sudah memanfaatkan perempuan dan tidak menutup kemungkinan menggunakan anak anak untuk melakukan aksi teror senjata atau aksi bom bunuh diri, menghalalkan segara cara demi melakukan aksi Angkara murka, ungkapnya.

Kami menyerukan pada semua lapisan masyarakat untuk bersama sama melawan jaringan terorisme dengan tidak memberikan ruang sekecil apapun di masyarakat untuk tumbuh, melakukan penyebaran faham radikal menebarkan doktrin kebencian atas nama agama. Selain itu menghimbau pada para ulama, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan ponpes, pimpinan sekolah, para dosen, guru, dan bapa ibu orangtua untuk selalu menjaga mengawasi para mahasiswa, santri, anak anak kita jangan termakan terpengaruh oleh penyebaran faham radikal yang sudah masif memanfaatkan media sosial, ujar Abdul Salam Nur Ahmad juga sebagai Sekjen PPJNA 98.

Dengan meningkatnya aksi teroris akhir akhir ini harus diwaspadai juga pergerakan sel sel agen agen asing yang secara sengaja bermain ada dibelakang semua aksi jaringan kelompok teroris, pungkas Budy Hermansyah Ketua Barikade 98 Jabar (Prabu Santoaan Nusakerta)***

Latest news

Related news