29.5 C
Jakarta
Jumat, Oktober 30, 2020

Bawaslu Kab.Sukabumi Melaksanakan Kegiatan Sosiali Pengawasan Partisipatif Bagi Kaum Perempuan

POLITIK – Bawaslu Kab.Sukabumi gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Kaum Perempuan di Spark Forest Adventure Nagrak Sukabumi, Senin (21/09/2020) pukul 09.00 s.d 13.00 wib, dengan narasumber Yusuf Kurnia, S.IP., S.H Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Nuryamah, SE.I Anggota Bawaslu Kabupaten Sukabumi,

Dr. (Can) Susianah Affandy, M.Si Ketua KOWANI, dengan moderator Annisa Nur Insani, S.H, notulen Yanuar Azhar Pratama.

Dalam jalannya sosialisasi Yusuf Kurnia, S.IP., S.H Anggota Bawaslu
Provinsi Jabar, mengatakan “Bawaslu dan KPU sudah bersepakat dalam membuat PERPU mengenai sanksi bagi yang tidak mematuhi standar protokol Kesehatan Covid-19. Desain UU PILKADA masih menggunakan rancangan Konvensional dan tidak mengantisipasi situasi dan kondisi Bencana tidak seperti diluar negeri, contoh Korea Selatan yang sukses menyelenggarakan Pemilu dengan Desain yang sudah menyesuaikan dengan kondisi bencana saat ini, katanya.

“KPU sudah melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara dimana ada masalah ketika adanya potensi penyebaran Covid-19 karena ada kerumunan diluar TPS meskipun di dalam TPS sudah kondusif, ungkapnya.

“Bawaslu selain dalam melakukan penanganan pelanggaran Administrasi, Pidana dan Kode etik Bawaslu memiliki kewenangan menghidupkan kembali hak elektoral peserta pemilu dalam penyelesaian sengketa. Untuk saat ini dalam perbawaslu 4 disebutkan kalau dulu ketika kita ingin melaporkan pelanggaran pemilu harus datang langsung ke kantor panwas saat ini bisa melalui email dalam rangka modernisasi IT, kata Yusup Kurnia.

Materi selanjutnya Dr. (Can) Susianah
Affandy, M.Si Ketua KOWANI Kab.
Sukabumi, mengatakan “Adanya peraturan Perundang-undangan dan pelaksana undang-undang dalam hal ini Bawaslu Kab Sukabumi yang hadir adalah untuk mengontrol sifat jahat haus akan kekuasaan yang ada di dalam diri manusia. Di masa PILKADA lasti akan banyak muncul pelanggaran-pelanggaran seperti, hate speech/ujaran kebencian antar calon, hoax yang bersebaran di medsos kita sebagai kaum perempuan harus berhati-hati karena bisa terkena pidana, katanya.

“Selanjutnya ada Pelanggaran TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masiv). Terstruktur dari kalangan birokrat yang mengarahkan/menginstruksikan masyarakat untuk memilih salah satu calon yang dilakukan secara Sistematis dan Masiv. PILKADA kali ini berpotensi Konflik Sosial karena cost politik yang dikeluarkan. Politik Uang yang dikeluarkan calon berpotensi menjadikan pemimpin yang tidak kredibel bahkan berpotensi mencetak koruptor dengan alasan pengembalian cost politik yang sudah dikeluarkan calon, ungkapnya.

“Kenapa perempuan harus jadi pengawas partisipatif ?, Karena perempuan paling sering berkerumun dan berkumpul di banding laki-laki. Dan perempuan itu lebih berpotensi di politisasi untuk itu kita harus berhati-hati, ungkap Dr.(Can) Susianah.

Penyampaian Nuryamah, SE.I, Anggota Bawaslu Kab.Sukabumi, mengatakan “Penyelenggara pemilu ada 3, Bawaslu yang bertugas menegakkan keadilan pemilu. KPU Sebagai Penyelenggara teknis yang berwenang memutakhirkan data pemilh, mari kita sama – sama cek data pemilih apakah kita sudah terdaftar sebagai pemilih dalam PILKADA dalam aplikasi Daftar Pemilih KPU dan DKPP, katanya.

“Dalam sosialisasi ini peserta yang hadir merupakan ragi pengawas partisipatif agar dapat menyampaikan kembali ke kaum perempuan yang lain. Terkait Penyelenggara yang meninggal di bawaslu tidak mencapai 1% hanya 0,…% dan itu sudah kami berikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan, ungkapnya.

Selanjutnya “Bagaimana kita kaum perempuan sebagai pengawas partisipatif harus dapat memutus mata rantai money politik yang menjamur di masyarakat. Mengingatkan kembali kita sudah melewati 2 tahapan, Pemutakhiran data pemilih dan Pendaftaran calon pada 23/09/2020 kita akan menghadapi penetapan calon,, tanggal 24 September 2020 kita akan melaksanakan pengonclongan nomor urut pasangan calon di pelabuhan ratu dengan membawa maksimal 20 orang massa, ungkap Ibu Nuryamah. (Tim Redaksi)***

Latest news

Masjid Al – Fitrah Ciburial Sumber Rw08,Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw

Wartain.com – Kamis, 29 Oktober 2020. Bandung Barat – Jama’ah DKM Masjid Al – Fitrah Rt 04,Rw 08,Kampung Ciburial Sumber ,Kecamatan Ngamprah ,Bandung Barat, memperingati...

Mau Pulang, Malah Temukan Mayat Tanpa Identitas Di Kali Ciliung Kartini

Warta.in, Jakarta Jumat (30/10/20) pukul 15.00 wib, telah ditemukan seorang mayat anak laki-laki tanpa identitas dengan usia -/+ 15 tahun yang hanyut di kali, Jalan...

Guru Seharusnya Jadi Perekat Toleransi

Warta.in, Jakarta-Beberapa hari belakangan ini viral terkait pemberitaan adanya oknum Guru SMA Negeri 58 Jakarta yang mengajak murid-muridnya untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua...

Di Selat Malaka, Satlat KJK AAL ‘2020 Kembali Praktek Bestex Bintang

Di Selat Malaka, Satlat KJK AAL '2020 Kembali Praktek Bestex Bintang Selat Malaka (30/10). Ditengah melintas Selat Malaka dari Belawan menuju Tanjung Uban, Taruna Akademi Angkatan...

Related news

Masjid Al – Fitrah Ciburial Sumber Rw08,Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw

Wartain.com – Kamis, 29 Oktober 2020. Bandung Barat – Jama’ah DKM Masjid Al – Fitrah Rt 04,Rw 08,Kampung Ciburial Sumber ,Kecamatan Ngamprah ,Bandung Barat, memperingati...

Mau Pulang, Malah Temukan Mayat Tanpa Identitas Di Kali Ciliung Kartini

Warta.in, Jakarta Jumat (30/10/20) pukul 15.00 wib, telah ditemukan seorang mayat anak laki-laki tanpa identitas dengan usia -/+ 15 tahun yang hanyut di kali, Jalan...

Guru Seharusnya Jadi Perekat Toleransi

Warta.in, Jakarta-Beberapa hari belakangan ini viral terkait pemberitaan adanya oknum Guru SMA Negeri 58 Jakarta yang mengajak murid-muridnya untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua...

Di Selat Malaka, Satlat KJK AAL ‘2020 Kembali Praktek Bestex Bintang

Di Selat Malaka, Satlat KJK AAL '2020 Kembali Praktek Bestex Bintang Selat Malaka (30/10). Ditengah melintas Selat Malaka dari Belawan menuju Tanjung Uban, Taruna Akademi Angkatan...