31.2 C
Jakarta
Selasa, September 28, 2021

BBKSDA Sulsel Luncurkan IDOLA dan Tandatangani Mou dengan Pemda Gowa

Warta.in, Gowa-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan meluncurkan program IDOLA kepanjangan dari Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara virtual.

Kepala BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Sulsel selaku mentor dari Reformer Ellyyana Said sangat mendukung IDOLA.

Kepala BBKSDA Sulsel Thomas Nifinluri menyebutkan bahwa latar belakang IDOLA dikarenakan TWA Malino sebagai destinasi wisata nasional yang menjadi tanggungjawab seluruh stakeholder tentang kelestariannya fungsi Kawasan konservasi.

“Inovasi Edukasi adalah pemilahan sampah, pengelolaan sampah (3R) serta penggunaan bahan ramah lingkungan,” imbuhnya.

“Minimnya kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di TWA Malino, melalui IDOLA diharapkan menjadi ROLE MODEL pengelolaan sampah di Taman Wisata,” kata Thomas.

Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Icsan Yasin Limpo begitu antusias mengikuti MoU dan peluncuran program IDOLA secara virtual.

Meski dalam perjalanan dinas menuju Kabupaten Bulukumba, Bupati Gowa menegaskan kembali berkomitmen Pemerintah Kabupaten Gowa mendukung program IDOLA yang digagas oleh BBKSDA Sulsel.

“Saya berterimakasih kepada Kepala BBKSDA Sulsel dan ibu Elly sebagai reformer yang bersedia bersinergi dengan Pemkab Gowa dalam tata kelola sampah dan lingkungan di TWA Malino dan ini menjadi cita-cita kita bersama,” ungkap Adnan.

Bupati tak luput menyampaikan rasa bangganya kepada reformer. Menurutnya reformer ini merupakan proyek perubahan implementasi dari IDOLA (Inovasi, Edukasi, Konservasi Lingkungan Hidup dan kehutanan) baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Elly sebagai reformer. Idola ini adalah program inovasi yang kami harapkan tidak berhenti sebatas di tanda tangan nota kesepahaman saja. Malino adalah aset kita bersama yang harus terus kita jaga termasuk dalam hal kebersihannya,” tegas Adnan.

Adnan juga meminta semua SKPD yang terlibat menindaklanjuti MoU ini dengan penuh tanggungjawab.

Selanjutnya BBKSDA Sulsel melakukan penandatanganan MoU dengan Pemkab Gowa, dirangkaikan penandatanganan MoU dengan Bank Sampah Idola Paraikatte Hutan Pinus Malino.

Kegiatan ini untuk penanganan sampah di wilayah TWA Hutan Pinus Malino, Kabupaten Gowa.

Penandatanganan MoU ini juga ditandai dengan Launching Idola,  yakni Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang merupakan aksi perubahan dengan lokus di kawasan hutan pinus di Taman Wisata Alam Malino, Rabu 1 September 2021.

“Idola merupakan inovasi edukasi yang kami kembangkan di Malino,” ujar Elly lanjut.

Sebagai destinasi wisata ucap Elly, kami sangat antusias untuk membantu pemerintah daerah dalam menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah di daerah wisata.

“Ini adalah problem yang dialami semua tempat wisata di Indonesia,” ujar Ellyana Said, yang tercatat menjabat Kabag. TU BBKSDA Sulsel yang juga reformer aksi perubahan ini.

Menurutnya kebersihan menjadi faktor paling penting dalam sebuah daerah wisata.  Pembenahan sampah harus diseriusi. Karena Malino setiap saat mendapat kunjungan dari wisatawan. Dan produksi sampah harus dipikirkan dengan baik.

“Mari kita manfaatkan ini untuk memperbaiki potensi parwisata kita sehingga masyarakat bisa menikmati dengan konsep new normal,” ujarnya.

Ellyana menambahkan, ia akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat di Malino khususnya di kawasan Hutan Pinus untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dengan tidak menjual air mineral kemasan gelas.

“Saat ini kami sudah bekerjasama dengan salah satu produsen air mineral yang sepakat untuk menjual air mineral hanya dalam kemasan galon. Dengan begitu kita juga berharap pengunjung yang datang tidak lagi membawa air mineral kemasan tapi cukup membawa tumbler atau botol minuman yang bisa dipakai berulang,” pungkas Elly.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img