URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
26.7 C
Jakarta
Jumat, September 30, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Benny Rhamdani, Erick Thohir Nonton Bareung Film Sayap-Sayap Patah, Terorisme Kejahatan Biadab

WARTA.IN || JAGA NKRI DARI KEJAHATAN TERORISME

JAKARTA – Kepala BP2MI Benny Rhamdani & Menteri BUMN Erick Thohir menghadiri gala premiere film sayap-sayap patah
Kepala BP2MI Benny Rhamdani menghadiri gala premiere film sayap-sayap patah yang berlangsung di Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan Jumat (12/8/2022)

Sayap-sayap patah merupakan film drama romansa yang mengambil latar peristiwa yang melibatkan Detasemen Khusus (Densus) 88.

Film yang disutradarai Rudy Soedjarwo ini merupakan garapan Maxima Pictures dan Denny Siregar Production yang akan tayang di Bioskop pada 18 Agustus 2022 mendatang.

Dilakoni aktor ganteng Nicholas Saputra dan Ariel Tatum, film ini mengisahkan seorang anggota polisi yang harus siaga dalam bertugas khususnya pada saat kerusuhan berdarah di rumah tahanan (Rutan) Cabang Salemba Markas Komando Korps Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada 8 Mei 2018 silam.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang juga sekaligus Ketua Umum Barikade 98 mengungkapkan pernyataan selesai pemutaran gala premiere film sayap-sayap patah tersebut.

Benny mengatakan “film sayap-sayap patah semakin meyakinkan kita bahwa terorisme adalah sebuah kejahatan,apapun tindakan mereka adalah tindakan yang sangat biadab”.

Lanjut kata Benny “Indonesia adalah negara yang sangat pluralis, heterogen dan masyarakat kita sangat mencintai tanah air sejak republik ini didirikan, kita sebagai orang-orang yang mencintai Indonesia, kaum nasionalis adalah kelompok mayoritas di negara ini sehingga kita tidak boleh kalah melawan teroris, mereka adalah gerombolan yang terus ingin meruntuhkan bahkan menghancurkan negara ini”.

“Sebagai kekuatan mayoritas, kaum nasionalis kini saatnya kita untuk terus selain waspada bangkit menunjukkan diri keluar yakin dengan kekuatan yang kita miliki kita tidak boleh menjadi masyarakat yang permisif, mereka sekalipun kecil jumlahnya selalu ada dilingkungan kita, mereka ada ditengah-tengah kita, mereka adalah bahaya yang nyata” sambung Benny.

Kemudian Benny juga mengingatkan kepada kita betapa pentingnya menjaga keutuhan Republik Indonesia ini.

“Sebagai kekuatan nasionalis, yang mencintai tanah air yang mencintai Indonesia, kini saatnya kita menunjukkan diri kita ada dan kita menunjukan kekuatan yang tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak boleh sejengkalpun tanah republik ini dikuasai oleh mereka, karena sesungguhnya ancaman yang nyata adalah mereka kelompok yang selama ini kita sebut radikalis dan teroris, jaga pancasila, kawal merah putih dan tetap mencintai Indonesia“ tegas Benny.(Swara Barikade 98/AM)

Warta Baru
Warta Terkait