URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
25.6 C
Jakarta
Jumat, September 30, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berdialog dengan Wantimpres, KADIN Indonesia: “Kuatkan Ekosistem Digital Bagi UMKM”

Warta.in, Jakarta | – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh, terutama di tahun 2022.Hal tersebut tercermin dari pemulihan ekonomi di tiap kuartal tahun 2021, yang mencatatkan pertumbuhan positif di sektor-sektor andalan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid saat memaparkan kunci-kunci pertumbuhan ekonomi dan peran pelaku usaha dalam perekonomian nasional di masa pandemi di kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kompleks Istana Negara, Rabu (24/11) pagi.

Pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Tapi harus ditekankan, itu akan semakin terakselerasi seandainya kita berhasil menjadi pandemi ini menjadi endemi.Jadi tetap,kuncinya ada di pemulihan kesehatan yang akan berimbas pada pemulihan dan kebangkitan ekonomi,” kata Arsjad.

Foto: Bapak Arsjad Rasjid selaku Ketua Umum Kadin Indonesia

Lebih lanjut, kata Arsjad, KADIN Indonesia bersama pelaku usaha yang lain terus berupaya membantu pemerintah meningkatkan kinerja ekonomi selama masa pandemi ini termasuk dengan pemulihan kesehatan. Bahkan KADIN Indonesia mempunyai tagline Perang Melawan Pandemi yang dalam artian menghadapi dua peperangan sekaligus.

Pertama perang melawan pandemi ini soal kesehatan, di mana KADIN Indonesia mengutamakan pada percepatan vaksinasi melalui Vaksinasi Gotong Royong, lalu membangun rumah oksigen dan rumah sakit darurat di beberapa wilayah untuk membantu percepatan penyaluran oksigen serta terus menyalurkan bantuan sosial berupa bahan pokok di beberapa titik wilayah bekerja sama dengan komunitas bisnis lainnya,” jelas Arsjad.

Sedangkan perang kedua, jelas Arsjad, lebih pada soal pemulihan dan strategi membangun kemandirian ekonomi pasca pandemi.

“Kuncinya ada pada kolaborasi dan sinergi. KADIN akan membantu pemerintah yang secara konsisten berusaha menciptakan sarana prasarana dan iklim yang baik untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan,” kata Arsjad.

Foto: Bapak Arsjad Rasjid selaku Ketua Umum Kadin Indonesia

Saat ini, KADIN Indonesia melihat langkah pemerintah menciptakan iklim berusaha sudah sangat baik,misalnya melalui Undang-Undang Cipta Kerja, UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan hingga infrastruktur digital berupa akses internet ke seluruh penjuru negeri untuk menyongsong ekonomi digital.

Pemulihan ekonomi kita terus tumbuh. Pada kuartal 3 ini, PDB YoY tumbuh 3,51%. Lalu peningkatan ekspor sebesar 53% yang didorong oleh komoditas dan konsumsi ritel. Sama seperti pemerintah,KADIN Indonesia berharap dan akan membantu berkontribusi agar pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022 bisa mencapai angka 5,5% dan defisit anggaran mengecil menjadi 4,85%. Syaratnya, vaksin harus terus digencarkan karena itu kunci mengatasi pandemi dan memulihkan ekonomi,” jelas Arsjad.

Selain soal kesehatan sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi dan mitra strategis pemerintah yang masuk dalam 4 pilar utama KADIN Indonesia dalam menghadapi pandemi, masih ada 2 pilar lain dari KADIN Indonesia yang bisa membantu pemerintah dalam memajukan Indonesia dan keluar dari situasi pandemi, yakni pembangunan ekonomi nasional melalui akselerasi pembangunan infrastruktur dan akses pengusaha daerah, lalu kewirausahaan dan kompetensi dengan menjadi jembatan bagi UMKM untuk naik kelas melalui pelatihan digitalisasi dan literasi keuangan.

Foto: Bapak Arsjad Rasjid selaku Ketua Umum Kadin Indonesia

Arsjad Rasjid mengatakan ekonomi digital punya peran penting dalam memajukan perekonomian nasional. Saat ini, KADIN Indonesia, lanjut Arsjad, mencoba membantu pemerintah membangun ekosistem digital dengan menjalin kemitraan dengan startup digital dan membangun innovation hub bagi UMKM.

“Dari kacamata KADIN Indonesia, ekonomi digital ini akan terus tumbuh dan jadi tumpuan dalam perdagangan atau ekonomi global. Data kami mencatat, transformasi digital ini bisa menyerap lebih dari 50 juta pekerja di tahun 2025 dan mendorong pertumbuhan produktivitas tenaga kerja lebih dari USD35 miliar. Belum lagi startup kita menarik investasi luar negeri miliaran dollar. Artinya, kita bisa jadi lokasi investasi digital paling unggul di Asia Tenggara,” jelas Arsjad.

KADIN Indonesia melihat peluang besar Indonesia untuk mengambil porsi ekonomi digital masih sangat terbuka besar, khususnya melalui pengembangan pertumbuhan UMKM.

Saat ini, UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional dengan berkontribusi pada 60% GDP dan menyediakan 97% lapangan kerja.

“Pemerintah bersama KADIN Indonesia bisa memfasilitasi akses UMKM ke pasar ekspor misalnya dengan insentif tarif atau pengurangan kuota impor, mempercepat akses keuangan atau memberikan hibah, mendorong adopsi industri 4.0 agar UMKM naik kelas melalui inkubasi dan pelatihan digitalisasi.

Foto: Bapak Arsjad Rasjid selaku Ketua Umum Kadin Indonesia

Pandemi ini bisa menjadi momentum penggunaan teknologi digital untuk menuju ekosistem ekonomi digital yang luar biasa potensi ekonominya,” terang Arsjad.

(Akbaruddin)

Warta Baru
Warta Terkait