26.3 C
Jakarta
Minggu, April 11, 2021

BIMA, Gerakan Sigertengah Karakteristik Islam Ijtihad Atas Ijtihad”

Ir.Dony Mulyana Kurnia (Ketum DPP.Barisan Islam Moderat BIMA)
Warta.In.OPINI –  Dengan asma Allah, yang tidak bisa disentuh hakikat zat keberadaanNya oleh Sarwa makhlukNya, Yang Maha Pengasih kepada makhlukNya dengan sifat sifat zat keberadaanNya bagi satwa makhlukNya, Yang Maha Penyayang dengan memberikan hidayah kepada makhluk pikihanNya agar mengenal rahasia ke MahaEsaanNya (Sheikh Abdul Qadir Al Jailani). Saya tuliskan kata pengantar Buku Mengenal Barisan Islam Moderat (BIMA) serta gerakan olah raga pernafasan dan beladiri tenaga dalam, karya adinada Ir.Dony Mulyana Kurnia (Ketum DPP.BIMA), sebuah karya dalam proses Ijtihadiyah dan pendekatan diri kepada Maha Pencipta Sarwa yang ada, kata Dr.KH.Syukriadi Sambas, M.Si panggilan akrab Buya Syusa ZA.
Selanjutnya mengatakan “Sigertengah Karakteristik Islam : Ijtihad atas Ijtihad ” yang referensi utamanya disitimbath dari isyarat isyarat penafsiran ayat ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan kandungan buku dimaksud. Saya meyakini bahwa simbol angka (adad) bilangan yang tercantum dalam madzhab Al Qur’an yaitu nomor surah, ayat, kata dan jumlah huruf Al Qur’an , sejatinya sebagai rumus yang memuat pesan inti ajaran Islam (sesuatu yang ditunjuk dengan simbol angka). Sebab Allah SWT memberitahukan kepada kita bahwa segala sesuatu itu ada angka hitungnya (Q-S Al – Jin, 72  : 28), dan dengan cara menambahkan angka angka itu akan diperoleh petunjuk ilahiyah mengenal inti dan substansi ajaran Islam yang didatangkan oleh Nya melalui para Nabi dan Rasul.
Disepanjang zaman (QS Al Kahfi, 18 : 13) Dari kedua simbol angka angka dalam surat dan ayat ini, dapat disusun rumus berikut :
Pertama, Al – Jin 72 : 28 = 7 + 2 + 2 + 8 = 19
19 = 1 + 9 = 10
10 = 1 + 0 = 1
Angka 19 menunjukan jumlah huruf Al – Basmalah , yang mesti dibaca setiap mengawali segala tindakan hamba Allah SWT, angka 10 menunjukan bahwa satu perbuatan baik dibalas dan bernilai 10 kali lipat, dan angka 1 menunjukan  Ahadiyah Allah SWT, kamaha Gunggalan Maha Pencipta alam semesta. Dengan demikian pengucapan  Al Basmalah hanya dibenarkan untuk memulai segala tindakan atau pekerjaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Kedua, Al Kahfi, 18 : 13
1 + 8 + 1 + 3 = 13
13 = 1 + 3 = 4
Angka 1 dan 3 menunjukan bahwa 1 adalah kemahaEsaan, Allah Yang Esa, 3 adalah rukun agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Dengan merealisasikan tiga rukun agama Islam inilah manusia hamba Allah SWT berperilaku keberagaman disepanjang hayat dikandung badan. Sedangkan angka 4 adalah menyatakan bahwa huruf tulisan Allah terakhir, juga huruf tulisannya terdiri dari empat huruf, yaitu Ha – Lam – Lam – Alif dan nama nabi dan rasul Allah terakhir, juga hirup tulisannya  terdiri dari 4 huruf, yaitu dzal mim ha min. Dua nama inilah yang tercantum dalam Kredo kesucian jiwa disebut  Syahadah Ilahiyah dan Syahadah Risalah yaitu La Ilaha Illa lah Muhamad Rasulullah. Redaksi dua syahadah ini terdapat dalam QS Muhamad 47 : 19 dan QS Al Fatih 48 : 29.
Ketiga, jumlah huruf dalam kalimat Zidnahum Huda dalam Al Kahfi : 13 dalam tulisan arabiyah terdiri dari 9 huruf = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 45 = 4 + 5 = 9, akhir dari penjumlahan penambahan angka terdapat angka 9, yang menunjukan angka tertinggi. Oleh karena itu , bisa jadi penamaan organisasi dakwah Islam oleh para wali disebut dengan nama Walisongo (Wali 9). Dalam diri setia insan juga ada 9 lubang, yang menjadi sumber seseorang menjadi selamat dan menjadi celaka, yaitu apakah sesuatu yang dimasukan  kedalam 9 lubang itu penyebab selamat (sesuatu yang diridhoi Allah ) atau penyebab celaka (sesuatu yang dimurkai Allah).
Kata Wasaths (moderat singer tengah) didalam Al Qur’an disebutkan sebanyak lima kali, penyebutan dengan 5 macam bentuk kata, yaitu di QS Al Adiat 100 : 5, Al Baqarah 2 : 143, Al Maidah 5 : 89, Al Qolam 68 : 201, Al Baqarah 2 : 238.
Arti dari 5 term itu adalah ” singer tengah”, ” moderat ” tidak berpihak pada salah satu arah dari dua kutub yang berlawanan. Angka 5 ini menunjukan bahwa rukun Islam itu ada 5 berdasarkan hadist Nabi Muhamad SAW dan kata Islam itu adalah nama agama (Din) yang datang dari Allah SWT (QS Al Imran 3 : 19). Oleh karena itu keseimbangan , keselarasan, keharmonisan antara mengejar kebahagiaan hidup oleh Rowi dan Duniawi adalah bagian dari implentasi ajaran Islam (QS Al Qosasih, 28 : 77). Bagi para pendiri NKRI mungkin menjadikan angka 5 sebagai jumlah dari sila negara yaitu Pancasila (5 dasar) dipengaruhi atau diturunkan dari 5 sistem ajaran Islam, ungkap Pak Kiyai Haji Dr.Syukriadi Sambas dipanggil Buya Syusa ZA.
(Sumber dari tulisan Dr.Kh.Syukriadi Sambas, M.Si, Kata Pengantar Buku Mengenal Barisan Islam Moderat BIMA serta Gerakan Olahraga Pernafasan dan Beladiri Tenaga Dalam)

Latest news

Related news