Beranda blog Halaman 216

Air Rami, Bantal, dan Pasar Sebelah Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027

0
Oplus_131072

*Air Rami, Bantal, dan Pasar Sebelah Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027; Infrastruktur dan Ekonomi Nelayan Jadi Fokus Utama*

MUKOMUKO, 1 April 2026. – Pemerintah Kabupaten Mukomuko menginisiasi pengusulan tiga wilayah pesisir strategis, yakni Desa Air Rami, Desa Bantal, dan Kelurahan Pasar Sebelah, sebagai penerima gelar Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2027; langkah ini diharapkan menjadi tonggak pembenahan sistem pengelolaan perikanan serta penguatan perekonomian masyarakat pesisir secara terstruktur dan berkelanjutan.

Usulan yang bakal diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tidak hanya bertujuan memperoleh pengakuan resmi, tetapi juga mendorong penataan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana yang selama ini belum dapat memenuhi kebutuhan operasional nelayan; mulai dari proses penangkapan ikan hingga tahap distribusi dan pemasaran hasil tangkapan yang masih banyak menghadapi kendala teknis dan administratif.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, SPi, MSi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus menjalankan tahap persiapan menyeluruh sebelum pengajuan resmi dilakukan; tahapan ini mencakup beberapa aspek krusial, mulai dari penataan kawasan pesisir yang sesuai dengan standar program, verifikasi kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas baru, hingga penyusunan dokumen administrasi yang menjadi syarat utama dalam seleksi penerima bantuan program nasional tersebut.

“Persiapan yang matang menjadi kunci utama agar usulan kita dapat diterima dengan baik; jika disetujui, ketiga kawasan tersebut akan mendapatkan paket fasilitas penting yang telah lama dinantikan oleh masyarakat nelayan. Di antaranya adalah pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terstandarisasi, pembangunan gudang penyimpanan hasil tangkapan dengan sistem pendinginan yang memadai, hingga pembentukan kawasan kuliner berbasis produk hasil laut yang dirancang untuk menjadi daya tarik ekonomi lokal,” jelasnya dalam rapat koordinasi dengan perwakilan masyarakat nelayan dari ketiga wilayah tersebut.

Menurut Rahmad, keberadaan TPI yang terorganisir menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diatasi; selama ini, aktivitas jual beli hasil tangkapan ikan dilakukan secara tradisional di lokasi yang tidak tetap, bahkan sebagian besar transaksi dilakukan langsung di dermaga atau pelabuhan kecil sebelum hasil tangkapan benar-benar dapat dinilai secara objektif. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap stabilitas harga jual ikan, di mana nelayan seringkali harus menerima penawaran harga yang rendah dari pedagang tengkulak karena tidak memiliki akses pasar yang lebih luas dan transparan.

Selain itu, fasilitas gudang penyimpanan dengan teknologi pendinginan juga dinilai sebagai komponen penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan; tanpa dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai, sebagian besar ikan hasil tangkapan nelayan rentan mengalami penurunan mutu dalam waktu singkat, terutama pada musim produksi melimpah di mana volume hasil tangkapan melebihi kapasitas penyerapan pasar lokal. Hal ini tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi nelayan, tetapi juga menghambat upaya pengembangan pasar ekspor yang membutuhkan standar kualitas produk yang tinggi.

“Tidak hanya itu, rencana pembangunan sentra kuliner serba ikan laut juga menjadi bagian integral dari konsep pengembangan kawasan; sentra ini tidak hanya akan menjadi tempat untuk mempromosikan kuliner khas pesisir Mukomuko, tetapi juga dirancang untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, seperti penjual makanan, pengrajin kerajinan tangan berbahan dasar hasil laut, hingga penyedia jasa pendukung pariwisata bahari. Kawasan ini diharapkan menjadi titik tumbuh ekonomi kreatif, sekaligus menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah yang ingin menjelajahi potensi wisata dan kuliner pesisir Mukomuko,” tambahnya.

Rahmad menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih tidak sebatas pada pembangunan infrastruktur fisik semata; esensi utama dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh bagi komunitas nelayan, mulai dari peningkatan pendapatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola usaha perikanan modern, hingga penguatan organisasi kelompok nelayan agar dapat berperan lebih aktif dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya kelautan di wilayah masing-masing.

Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, rantai distribusi hasil laut dari tangan nelayan hingga ke konsumen akhir diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pelaku usaha di sektor perikanan; hal ini juga akan mendorong pertumbuhan industri hilir yang berbasis hasil laut, seperti pengolahan ikan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan umur simpan yang lebih panjang.

Saat ini, pemerintah daerah telah membentuk tim khusus yang terdiri dari petugas Dinas Perikanan, perwakilan dari dinas terkait, serta tokoh masyarakat untuk melakukan pemetaan dan verifikasi lapangan secara menyeluruh di ketiga lokasi calon Kampung Nelayan Merah Putih; langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap wilayah memenuhi persyaratan teknis dan sosial yang dibutuhkan, serta untuk mengidentifikasi kendala potensial yang mungkin muncul baik pada proses pengajuan maupun pada tahap pelaksanaan program nantinya. Tim juga telah melakukan konsultasi langsung dengan kelompok nelayan untuk mengumpulkan aspirasi dan masukan terkait dengan jenis fasilitas yang paling dibutuhkan serta model pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lokal.

“Kita ingin memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat; oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat pesisir menjadi hal yang sangat penting. Kami berkomitmen untuk menjalankan setiap tahapan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat yang terkait dengan sektor perikanan di Kabupaten Mukomuko,” pungkas Rahmad Hidayat.

(HD/TIM)

*Air Rami, Bantal, dan Pasar Sebelah Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027*a*

0
Oplus_131072

*Air Rami, Bantal, dan Pasar Sebelah Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2027; Infrastruktur dan Ekonomi Nelayan Jadi Fokus Utama*

MUKOMUKO, 1 April 2026. – Pemerintah Kabupaten Mukomuko menginisiasi pengusulan tiga wilayah pesisir strategis, yakni Desa Air Rami, Desa Bantal, dan Kelurahan Pasar Sebelah, sebagai penerima gelar Kampung Nelayan Merah Putih pada tahun 2027; langkah ini diharapkan menjadi tonggak pembenahan sistem pengelolaan perikanan serta penguatan perekonomian masyarakat pesisir secara terstruktur dan berkelanjutan.

Usulan yang bakal diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tidak hanya bertujuan memperoleh pengakuan resmi, tetapi juga mendorong penataan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana yang selama ini belum dapat memenuhi kebutuhan operasional nelayan; mulai dari proses penangkapan ikan hingga tahap distribusi dan pemasaran hasil tangkapan yang masih banyak menghadapi kendala teknis dan administratif.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmad Hidayat, SPi, MSi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang fokus menjalankan tahap persiapan menyeluruh sebelum pengajuan resmi dilakukan; tahapan ini mencakup beberapa aspek krusial, mulai dari penataan kawasan pesisir yang sesuai dengan standar program, verifikasi kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas baru, hingga penyusunan dokumen administrasi yang menjadi syarat utama dalam seleksi penerima bantuan program nasional tersebut.

“Persiapan yang matang menjadi kunci utama agar usulan kita dapat diterima dengan baik; jika disetujui, ketiga kawasan tersebut akan mendapatkan paket fasilitas penting yang telah lama dinantikan oleh masyarakat nelayan. Di antaranya adalah pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terstandarisasi, pembangunan gudang penyimpanan hasil tangkapan dengan sistem pendinginan yang memadai, hingga pembentukan kawasan kuliner berbasis produk hasil laut yang dirancang untuk menjadi daya tarik ekonomi lokal,” jelasnya dalam rapat koordinasi dengan perwakilan masyarakat nelayan dari ketiga wilayah tersebut.

Menurut Rahmad, keberadaan TPI yang terorganisir menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera diatasi; selama ini, aktivitas jual beli hasil tangkapan ikan dilakukan secara tradisional di lokasi yang tidak tetap, bahkan sebagian besar transaksi dilakukan langsung di dermaga atau pelabuhan kecil sebelum hasil tangkapan benar-benar dapat dinilai secara objektif. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap stabilitas harga jual ikan, di mana nelayan seringkali harus menerima penawaran harga yang rendah dari pedagang tengkulak karena tidak memiliki akses pasar yang lebih luas dan transparan.

Selain itu, fasilitas gudang penyimpanan dengan teknologi pendinginan juga dinilai sebagai komponen penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan; tanpa dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai, sebagian besar ikan hasil tangkapan nelayan rentan mengalami penurunan mutu dalam waktu singkat, terutama pada musim produksi melimpah di mana volume hasil tangkapan melebihi kapasitas penyerapan pasar lokal. Hal ini tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi nelayan, tetapi juga menghambat upaya pengembangan pasar ekspor yang membutuhkan standar kualitas produk yang tinggi.

“Tidak hanya itu, rencana pembangunan sentra kuliner serba ikan laut juga menjadi bagian integral dari konsep pengembangan kawasan; sentra ini tidak hanya akan menjadi tempat untuk mempromosikan kuliner khas pesisir Mukomuko, tetapi juga dirancang untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, seperti penjual makanan, pengrajin kerajinan tangan berbahan dasar hasil laut, hingga penyedia jasa pendukung pariwisata bahari. Kawasan ini diharapkan menjadi titik tumbuh ekonomi kreatif, sekaligus menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah yang ingin menjelajahi potensi wisata dan kuliner pesisir Mukomuko,” tambahnya.

Rahmad menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih tidak sebatas pada pembangunan infrastruktur fisik semata; esensi utama dari program ini adalah peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh bagi komunitas nelayan, mulai dari peningkatan pendapatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola usaha perikanan modern, hingga penguatan organisasi kelompok nelayan agar dapat berperan lebih aktif dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya kelautan di wilayah masing-masing.

Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, rantai distribusi hasil laut dari tangan nelayan hingga ke konsumen akhir diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pelaku usaha di sektor perikanan; hal ini juga akan mendorong pertumbuhan industri hilir yang berbasis hasil laut, seperti pengolahan ikan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan umur simpan yang lebih panjang.

Saat ini, pemerintah daerah telah membentuk tim khusus yang terdiri dari petugas Dinas Perikanan, perwakilan dari dinas terkait, serta tokoh masyarakat untuk melakukan pemetaan dan verifikasi lapangan secara menyeluruh di ketiga lokasi calon Kampung Nelayan Merah Putih; langkah ini penting untuk memastikan bahwa setiap wilayah memenuhi persyaratan teknis dan sosial yang dibutuhkan, serta untuk mengidentifikasi kendala potensial yang mungkin muncul baik pada proses pengajuan maupun pada tahap pelaksanaan program nantinya. Tim juga telah melakukan konsultasi langsung dengan kelompok nelayan untuk mengumpulkan aspirasi dan masukan terkait dengan jenis fasilitas yang paling dibutuhkan serta model pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lokal.

“Kita ingin memastikan bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat; oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat pesisir menjadi hal yang sangat penting. Kami berkomitmen untuk menjalankan setiap tahapan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat yang terkait dengan sektor perikanan di Kabupaten Mukomuko,” pungkas Rahmad Hidayat.

(HD/TIM)

Halal Bihalal Ciasem Tegaskan Sinergitas Kuat Muspika dan Seluruh Unsur

0

Halal Bihalal Ciasem Tegaskan Sinergitas Kuat Muspika dan Seluruh Unsur

Warta In Jabar | Subang — Kegiatan Halal Bihalal yang digelar di wilayah Kecamatan Ciasem berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas antara Muspika, aparat desa, serta seluruh elemen masyarakat. Rabu, 01/4/2026.

Kegiatan yang terlihat penuh keakraban ini juga diwarnai dengan sesi kebersamaan, di mana unsur pimpinan kecamatan, aparat keamanan, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat tampak berbaur dalam suasana hangat dan harmonis.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Ciasem yang terdiri dari Camat, Kapolsek, dan Danramil, bersama para kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciasem.

Camat Ciasem, E. Zaithon Thowi Anshari, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi sarana strategis untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan antara pemerintah kecamatan, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat.

 

“Dengan kebersamaan dan sinergitas yang kuat, kita dapat menjaga kondusivitas wilayah serta mendorong percepatan pembangunan di Kecamatan Ciasem,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Hj Ani, selaku Komisaris Yayasan Cakrawala Mandala Wasri, yang menunjukkan komitmen dalam membangun sinergitas bersama Muspika dan seluruh unsur di Kecamatan Ciasem. Kehadirannya dinilai memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintahan dalam mendorong kemajuan daerah.

Kegiatan juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust Muhtar, S.Ag, yang mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga persatuan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Muspika, pemerintah desa, unsur KUA, dan seluruh masyarakat di Kecamatan Ciasem semakin kokoh dalam mewujudkan wilayah yang aman, harmonis, dan sejahtera. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban.

*Ganti Kejari, Ganti Harapan. Akankah Kasus PA Mukomuko Terbongkar Atau Kembali Menggantung?*

0

*Ganti Kejari, Ganti Harapan. Akankah Kasus PA Mukomuko Terbongkar Atau Kembali Menggantung?*

Mukomuko, 1 April 2026. – Gelombang kekecewaan publik kembali mencuat terkait dilanjutkannya pembangunan Gedung Pengadilan Agama Mukomuko; meskipun proses hukum dugaan korupsi proyek tersebut hingga kini belum menunjukkan titik terang.

Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat menilai langkah melanjutkan proyek di tengah proses penyidikan merupakan bentuk pengabaian terhadap rasa keadilan publik; mereka mempertanyakan komitmen aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Mukomuko, dalam menuntaskan kasus yang telah lama bergulir tanpa kejelasan.

“Kami sangat kecewa. Kasusnya belum jelas, siapa tersangka belum ada, tapi proyeknya malah dilanjutkan. Ini seperti tidak ada masalah, padahal dugaan korupsi masih diselidiki,” ujar Toha, salah satu aktivis masyarakat Mukomuko.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan Gedung Pengadilan Agama Mukomuko sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah mengalami kendala hingga berujung pada proses hukum; namun, di tengah penyelidikan yang masih berjalan, proyek tersebut kembali dilanjutkan untuk tahun anggaran berikutnya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah penegakan hukum benar-benar berjalan, atau justru terkesan jalan di tempat?

Toha menilai, lambannya penanganan kasus ini tidak lepas dari belum maksimalnya langkah Kejari Mukomuko dalam mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab; bahkan, pergantian pimpinan di tubuh Kejari disebut belum mampu membawa perubahan signifikan terhadap percepatan penyelesaian kasus.

“Sudah beberapa kali pergantian Kajari, tapi hasilnya tetap sama—belum ada kejelasan. Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Kejaksaan (LP K-PK) menaruh harapan sekaligus tekanan kepada pejabat Kejari Mukomuko yang baru untuk segera menunjukkan kinerja nyata; penanganan kasus ini dinilai akan menjadi ujian awal integritas dan keberanian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kehadiran Kajari yang baru harus menjadi titik balik. Jangan hanya jadi pergantian seremonial. Publik menunggu keberanian untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas,” lanjutnya.

Toha, yang juga dipercaya sebagai Ketua Divisi Advokasi LP K-PK, juga mengingatkan bahwa melanjutkan proyek tanpa kejelasan hukum berpotensi menimbulkan persoalan baru; termasuk risiko kerugian negara yang lebih besar serta semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.

Sebagai bentuk tekanan moral, masyarakat mendesak Kejari Mukomuko untuk segera memberikan kepastian hukum; termasuk mengumumkan perkembangan penyidikan secara transparan dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab jika memang ditemukan bukti yang cukup.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, kami siap turun ke jalan. Ini bukan hanya soal proyek, tapi soal keadilan dan kepercayaan rakyat,” tutup pernyataan tersebut.

(TIM/HD)

Pelaksanaan Sembahyang Kubur Pasca Lebaran di Berjalan Lancar, Wujud Nyata Toleransi Antar Umat Beragama.

0

Meranti – Pelaksanaan kegiatan sembahyang kubur oleh masyarakat Tionghoa di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang beririsan dengan momentum pasca Hari Raya Idulfitri berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya hambatan berarti. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang senantiasa dijaga dan dilestarikan oleh umat Tionghoa.

 

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi kamtibmas terpantau kondusif. Hal ini tidak terlepas dari sikap masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang selama ini dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi serta saling menghargai antar umat beragama. Momentum kebersamaan pasca Lebaran semakin memperkuat nilai-nilai kerukunan di tengah keberagaman yang ada.

 

Ketua Yayasan Sosial Umat Beragama Budha, Sdr. TJUAN AN, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kepulauan Meranti, yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya kegiatan sembahyang kubur. Ia juga berharap agar kondisi yang harmonis ini dapat terus dipertahankan, sehingga pelaksanaan kegiatan keagamaan ke depan dapat berjalan tanpa hambatan.

 

Selain itu, disampaikan pula ucapan terima kasih kepada pihak keamanan, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan kegiatan.

 

Dengan adanya sinergi dan saling pengertian antar masyarakat, diharapkan stabilitas sosial dan kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dengan baik.

Tolong Pak Gubernur Banten, Andra Soni,SM. M.AP. Jembatan Gantung Dua Desa Padasuka-Ciburial Kp.Cicurug Rusak

0

Kampung Cicurug, Desa Padasuka – Desa Ciburial, Pandeglang, Rabu, 1 April 2026. WARTA. IN
Jembatan Gantung Yang Menghubungkan Dua Desa Padasuka-Ciburial, Kampung Cicurug, Cimanggu, Pandeglang Di Keluhkan Warga Dua Desa tersebut, karena sudah Lama Rusak, Tidak Layak di Lintasi dan membahayakan keselamatan Pelintas Batas.
Jembatan Gantung Yang Rusak Parah Tersebut, merupakan Akses Satu-satunya Yang Menghubungkan Dua Desa Padasuka-Ciburial, di Kampung Cicurug, Papar Gandi.
Anak Sekolah, Distribusi Bahan Baku, Hasil Panen Petani, Tersumbat, menyebabkan Harga Petani Murah, Sementara Bahan Baku Mahal, Tambah Gandi.
Tak Terhitung, Proposal yang Kami Ajukan, Ke-Dinas PUPR Pandeglang, Hingga Detik ini, belum di Respon. Sementara Swadaya Warga Terbatas, Akibat Keterbatasan Ekonomi, Pungkas Gandi. WARTA. IN Biro Bandung Ibnu S SH CSS ALC SIP CIJ CPW.

Bapenda Banten Luncurkan Aplikasi Samsat Ceria, Permudah Bayar Pajak Kendaraan Secara Digital

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 April 2026 — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten resmi meluncurkan aplikasi Samsat Ceria, inovasi layanan digital yang mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor secara cepat, aman, dan tanpa antre di kantor Samsat.

Peluncuran berlangsung di Aston Hotel Serang, Selasa (31/3/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Direktur Utama Pusat Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Kepala Bapenda Banten Berly Rizki Natakusuma, bersama jajaran Tim Pembina Samsat kabupaten dan kota se-Banten.

Sekda Deden Apriandhi menjelaskan bahwa Samsat Ceria memungkinkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus datang ke kantor Samsat, ATM, atau melalui jasa perantara. Semua proses dapat dilakukan secara digital di mana saja.

“Alhamdulillah, hari ini kita meluncurkan aplikasi Samsat Ceria yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Ini bentuk upaya kami memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wajib pajak,” ujarnya.

Aplikasi ini dirancang sebagai platform layanan terintegrasi yang memungkinkan pengguna mengelola data kendaraan pribadi maupun keluarga, melakukan verifikasi identitas digital, hingga membayar pajak kendaraan secara online dengan riwayat transaksi tercatat secara transparan. Selain itu, tersedia layanan dokumen digital seperti E-TBPKP (STNK Digital Kendaraan), E-Pengesahan (bukti pengesahan STNK), dan E-KD (elektronik asuransi Jasa Raharja), termasuk opsi pengiriman dokumen langsung kepada wajib pajak.

Keunggulan lain, Samsat Ceria memungkinkan pihak lain membayar pajak kendaraan selama data dan dokumen kendaraan telah terverifikasi, memberikan fleksibilitas lebih luas bagi masyarakat. Aplikasi ini dapat diunduh melalui ponsel pintar di platform Android maupun iOS.

“ini apikasi yang sangat baik,” kata Deden.

Kepala Bapenda Banten Berly Rizki Natakusuma menambahkan, peluncuran aplikasi ini mendukung program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), khususnya pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pengesahan STNK tahunan. Aplikasi ini juga dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui validasi data, registrasi kendaraan terintegrasi, serta kemudahan transaksi pembayaran dan pengesahan secara elektronik.

Saat ini, Bapenda Banten memiliki beberapa kanal pembayaran digital, termasuk aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional) dan Samsat Ceria. Berly Rizki Natakusuma menjelaskan bahwa perbedaan utama antara SIGNAL dan Samsat Ceria adalah fleksibilitas pembayaran: SIGNAL hanya untuk pemilik kendaraan, sedangkan Samsat Ceria memungkinkan pihak lain membayar dengan verifikasi lengkap.

Layanan ini diharapkan membuat pembayaran pajak kendaraan di Banten lebih efektif, efisien, dan transparan.(WartainBanten)

TP PKK Banten Gelar Halalbihalal dan Silaturahmi, Semangat Baru Program Kesejahteraan Masyarakat

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 April 2026 — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten menggelar halalbihalal dan silaturahmi di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk merekatkan persaudaraan sekaligus memacu semangat anggota dalam menyukseskan program kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Irna Narulita Dimyati, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Mira Deden Apriandhi, serta para pengurus dan anggota TP PKK Provinsi Banten.

Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para pengurus dan anggota, serta mengapresiasi kedatangan Irna Narulita dan tamu undangan lain.

“Saya mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin kepada bapak dan ibu yang hadir dalam kegiatan ini,” katanya.

Tinawati berharap permohonan maaf ini dapat diterima jika ada kekurangan atau kesalahan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa halalbihalal ini juga menjadi momen untuk membangkitkan semangat baru bagi anggota TP PKK dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Banten.

“Kita ingin mengangkat harkat dan martabat perempuan termasuk yang ada di Provinsi Banten,” ujarnya.

Irna Narulita menegaskan dukungannya terhadap program TP PKK, khususnya pemberdayaan perempuan dan anak, serta siap mendukung kebijakan prioritas Pemprov Banten, menegaskan komitmen kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat.(WartainBanten)

Sekda Banten Dorong Kabupaten/Kota Maksimalkan Pajak Kendaraan, Edukasi Masyarakat Jadi Kunci

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 April 2026 — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih mengoptimalkan peran mereka dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor. Porsi opsen atau bagi hasil pajak kendaraan bagi daerah mencapai 60 persen, sehingga menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah untuk mendorong kepatuhan wajib pajak.

Hal ini disampaikan Deden saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Samsat se-Provinsi Banten yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten di Hotel Aston Serang, Selasa (31/3/2026).

“Kabupaten dan kota menerima hingga 60 persen dari opsen pajak. Artinya, mereka juga memiliki kewajiban besar untuk menarik dan mengedukasi wajib pajak agar patuh membayar pajak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan pajak tidak cukup hanya mengandalkan sistem atau aplikasi. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi faktor kunci. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami waktu jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan, sehingga informasi yang jelas dan masif perlu diberikan.

“Banyak masyarakat tidak hafal kapan harus bayar pajak. Ini yang harus kita jawab dengan informasi yang jelas dan terus diingatkan,” imbuhnya.

Deden juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan pajak. Masyarakat perlu diyakinkan bahwa pajak yang dibayarkan digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan, seperti perbaikan jalan, rumah tidak layak huni, sarana, prasarana pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih termotivasi untuk membayar pajak secara rutin.

“Kalau masyarakat tahu pajak digunakan untuk apa, mereka akan lebih termotivasi untuk membayar,” ujarnya.

Ia juga meminta jajaran pegawai Samsat untuk proaktif menjangkau masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan, bukan hanya menunggu wajib pajak datang.

Kepala Bapenda Banten Berly Rizki Natakusumah menyatakan realisasi pajak daerah tiga bulan terakhir belum optimal, salah satunya karena pajak kendaraan listrik masih nol rupiah. Meski begitu, pertumbuhan kendaraan baru mencapai 15 persen.

Bapenda berencana memperkuat kolaborasi dengan kabupaten/kota melalui penagihan bersama dan layanan payment point di 1.551 desa/kelurahan, diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat.(WartainBanten)

Ratusan Warga Serang Nobar Final Timnas Indonesia vs Bulgaria di Gedung Negara Banten

0

Wartain Banten | Pemerintahan | 01 April 2026 — Ratusan warga memadati halaman Gedung Negara Banten, Kota Serang, untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) laga final FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia melawan Timnas Bulgaria, Senin (30/3/2026) malam. Meski sempat diguyur hujan rintik, antusiasme masyarakat tetap tinggi dalam mendukung skuat Garuda.

Salah satu warga Kota Serang, Hanum (20), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai acara nobar ini menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat, terlebih digelar di lingkungan gedung pemerintahan.

“Saya baru tahu ada nobar di sini. Ternyata banyak sekali yang datang dan masyarakat sangat antusias,” ujarnya. Hanum berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Hal senada disampaikan Mulyadi (25), warga Taktakan. Ia mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan nobar yang dinilai mampu memberikan hiburan positif bagi masyarakat luas. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni atas fasilitasi kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada penyelenggara, terutama Bapak Gubernur Banten Andra Soni yang telah memfasilitasi masyarakat. Semoga ke depannya Timnas Indonesia semakin jaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani menjelaskan bahwa kegiatan nobar ini merupakan sarana untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap tanah air. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga serta menyediakan hiburan yang positif bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk fasilitasi Pemprov Banten dalam memberikan hiburan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pemerintah demi kepentingan yang positif,” kata Syaukani.

Ahmad Syaukani menyampaikan meski hujan turun, warga tetap bertahan hingga pertandingan selesai, menunjukkan besarnya dukungan masyarakat Banten terhadap Timnas Indonesia, yang dinilai sebagai euforia positif dan membanggakan.(WartainBanten).