30.1 C
Jakarta
Minggu, April 11, 2021

BP2MI : Penggerebekan Calon PMI Akan diberangkatkan Secara Ilegal

Warta.In.Bandung – Penggerebekan yang dilaksanakan oleh UPT BP2MI di Jawa Barat dilakukan pada tanggal 26 – 27 Maret 2021, hasil penggerebekan tersebut disampaikan dalam konprensi pers bersama BP2MI dan UPT BP2MI Jawa Barat, dihadiri Benny Ramdhani Kepala BP2MI, Ade Kusnadi Kepala UPT BP2PMI Bandung beserta jajarannya melalui Zoom, Sabtu (27/03/20210)

Menyampakan Hasil Sidak Pertama, 26 Maret 2021. Penggerebekan dilakukan atas aduan Calon PMI yang berada di penampungan atas indikasi percobaan penempatan illegal PMI yang akan diberangkatkan ke Abu Dhabi dan Dubai.

Pada hari Jumat, 26 Maret 2021 Tim gabungan BP2MI Pusat, UPT BP2MI Jawa Barat, dan P4TKI Bekasi telah menyelamatkan 6 Calon PMI yang diduga akan diberangkatkan ke Abu Dhabi dan Dubai. Ke-6 Calon PMI tersebut diselamatkan dari sebuah rumah kontrakan milik sdri. Nuhayati yang dijaga oleh sdr. Lutfi dengan alamat di Jl. Kp. Keramat 22-50, RT 05/RW 04, Kel. Jatimelati, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Identitas CPMI yang telah diamankan adalah: Rh asal Kab. Lombok Timur, Pt asal Kab. Lombok Tengah, Rn asal asal Kab. Lombok Tengah, Myh asal Kab. Cilacap, Mt asal Kab. Bandung, Rst asal Kab. Sukabumi;

CPMI a.n Mt, Rst, dan Myh mengaku mendapatkan informasi pekerjaan dari calo a.n Jajang (asal Padalarang). CPMI a.n Ptn dan Rn mengaku dibantu oleh Bu Didi hingga berangkat dari bandara Lombok, sedangkan Calon PMI a.n Rauhun dibantu oleh calo a.n Wak Muksin. Infonya, seluruh ongkos termasuk tiket keberangkatan ke Jakarta menggunakan uang calo. PMI diberikan uang sebesar Rp. 3.000.000 – Rp 4.000.000

Hingga saat ini baru 3 (tiga) Calon PMI yang telah melakukan proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bekasi yaitu My, Rst, dan Myh. Tiga orang lainnya direncanakan melakukan proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Cilegon. Keenam Calon PMI untuk sementara akan difasilitasi di shelter BP2MI di Kantor P4TKI Bekasi UPT BP2MI Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebanyak 3 CPMI asal Lombok akan difasilitasi kepulangannya pada hari Senin, 29 Maret 2021, pukul 11.50, bersama dengan rombongan Kepala BP2MI yang akan diserahterimakan kepada Gubernur dalam Rapat Koordinasi Terbatas bersama dengan hasil penggerebekan lainnya, sebanyak 28 Calon PMI. Sedangkan ke 3 PMI asal Jawa Barat akan difasilitasi kepulangannya oleh UPT BP2MI Jawa Barat dan akan diserahkan ke keluarga Calon PMI.

Dalam Sidak Kedua, 27 Maret 2021

Pada Jum’at (26/03/2021), BP2MI menerima informasi dari TETO Taiwan ada PMI yang datang ke kantor TETO di Jakarta untuk mengecek kebenaran visa kerja dan PK (Perjanjian Kerja) ke Taiwan yang di urus oleh P3M-ATB (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Teknologi Bandung) yang beralamat di Jl. Padasuka, Suci Residence A1-2, Pasirlayung, Cibeunying Kidul, Pasirlayung, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Selanjutnya, Kepala BP2MI langsung memerintahkan Kepala BP2MI Jawa Barat dan Jajaran untuk mengecek keadaan di P3M-ATB di Jalan Suci Bandung, atas indikasi penempatan PMI ilegal ke negara Taiwan

Dari PMI tersebut, BP2MI mendapat informasi bahwa ada 31 orang PMI yang diinterview oleh TETO Taiwan di Bandung, di kantor P3M-ATB tersebut, yang mana hal ini sangat tidak mungkin. Setiap PMI yang akan mengurus visa ke Taiwan harus datang ke kantor TETO di Jakarta dan interview dilakukan hanya dikantor TETO Jakarta

Pada Sabtu (27/032021) dini hari pukul 03.30 WIB telah mengamankan 33 Calon PMI di LPK Akademi Teknologi Bandung milik sdri. RA, yang akan bekerja di Taiwan melalui PT. Bumen Jaya Eka Putra melalui Agency Ciobang di Taiwan;

Adapun data Calon PMI yaitu dengan nama inisial Nf, IP, MA, SS, AM, SS, St, S, AR, AA, AY, DS, CM, M, RF, ZA, Kn, MD, MDhi, Jhn, RP, Wwn, Mbh, Jtb, RP, AG, AP, Jfy, DNH, AB, RR, EE, AJ. Para Calon PMI tersebut berasal dari daerah, Bandung, Indramayu, Majalengka, Bengkulu, Sumedang, Lampung, Probolinggo, Sukabumi, Bekasi, Pati, Cirebon, Demak, Banyuwangi. Karawang, Blitar, Jakarta Selatan, Majalengka, Demak, Ponorogo, Batang, Subang.

Ke 17 CPMI sdh terbit visa dan akan di terbangkan pada tanggal 29 Maret 2021, rencana tiket akan dikirim langsung oleh pihak agency yang ada di taiwan, informasi tiket akan diterima antara sabtu atau minggu ini. Proses penempatan seluruh CPMI tidak terdaftar di dinas kab/kota.

Pengakuan sendiri Reni ambarwati yg memproses para cpmi bahwa para cpmi akan di tumpang proses melalui PT Bumenjaya eka putra dirut an. Purwanto namun keterangan Reni tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Pihak PT namun hanya berkomunikasi dengan pihak agensi di taiwan. Biaya kursus bahasa di LPK masing-masing PMI mengeluarkan biaya sekitar RP. 1.2500.000 dan biaya proses keberangkatan sekitar 25 juta – 30 juta dengan cara di cicil.

Ke 33 CPMI di tampung berjubel di 3 kamar dgn kondisi kotor dan kamar mandi hanya satu yang bisa digunakan, saat ini ke 33 CPMi diamankan di UPT BP2MI Jabar untuk dilakukan pengembangan dan dimintai Berita Acara keterangan  Selain ke 33 CPMI penanggung Jawab LPK Reni ambarwati juga diamankan di UPT BP2MI jabar untuk dimintai Berita Acara Keterangan. Koresponden Warta.In melaporkan. (Abdul Salam)

Latest news

Related news