Wartain Banten | Pemerintahan | 28 Januari 2026 — Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menekankan pentingnya solusi bersama agar program literasi dapat berjalan optimal dan berdampak nyata terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Menurutnya, keberhasilan program literasi sangat bergantung pada sinergi dan komitmen berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Tinawati usai menerima audiensi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026).
Tinawati menegaskan bahwa peningkatan minat baca masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pegiat literasi, hingga masyarakat.
“Mudah-mudahan nanti kita bisa mencari jalan keluarnya, sehingga minat baca dan tadi indeks IPLM-nya semakin meningkat,” paparnya.
Ia menyampaikan bahwa pertemuan dengan para pegiat literasi tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan literasi di Provinsi Banten.
“Pertemuan hari ini kita saling memberi masukan, kemudian mencari solusi bagaimana dengan program literasi di Provinsi Banten,” katanya.

Ketua Forum TBM Provinsi Banten, Rudi Gunawan, menyampaikan bahwa audiensi dilakukan untuk memberikan masukan sekaligus mendorong kolaborasi dalam penguatan literasi di Banten. Ia menyebutkan terdapat lebih dari 800 TBM dan perpustakaan desa di Banten yang telah menerima bantuan buku bermutu dari Perpusnas, yang perlu dioptimalkan melalui kegiatan literasi berkelanjutan.
“Kehadiran kami kesini adalah untuk memberikan masukan, mengajak kolaborasi penguatan literasi di Provinsi Banten,” katanya.
Rudi juga menyoroti belum optimalnya regenerasi relawan literasi dan berharap adanya kolaborasi dengan Bunda Literasi untuk melahirkan relawan-relawan baru guna meningkatkan minat baca masyarakat.(WartainBanten)































