33 C
Jakarta
Senin, September 27, 2021

Bupati Gowa Apresiasi Program IDOLA di TWA Malino

Warta.in,, Gowa – Bupati Gowa Adnan Purichta Ikhsan YL.,SH.,MH menerima audiens salah satu peserta Diklatpim 3 LAN Makassar di ruang Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa. Senin, 26/07/2021.

Hadir mendampingi Kadis Lingkungan Hidup Gowa dan Kadis Pariwisata Gowa diwakili Kabid Destinasi.

Ellyyana Said, dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulsel, mempresentasi gagasan aksi perubahannya di depan Bupati Gowa, dan meminta dukungan untuk IDOLA di TWA Malino.

Apresiasi Bupati Gowa kepada Ellyyana Said yang menggagas IDOLA di Taman Wisata Alam Malino diangkat sebagai Aksi perubahan kinerja organisasinya.

“IDOLA merupakan akronin Inovasi Edukasi Konservasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Elly kepada media.

Lebih lanjut, ia menuturkan IDOLA merupakan Aksi Perubahan dengan lokus Taman Wisata Alam Malino, sebagai kawasan wisata dan konservasi.

“IDOLA merupakan inovasi edukasi yang akan dikembangkan di Taman Wisata Alam Malino sebagai gambaran kepedulian masyarakat dan wisatawan terhadap lingkungan hidup dan wujud menjaga alam agar lestari sebagai warisan generasi mendatang, “ jelas Ellyyana Said.

Elly, menambahkan, bahwa dengan inovasi ini akan merubah mindset masyarakat, pegunjung dan pedagang di area taman wisata alam dan konservasi dalam rangka meminimalisir sampah plastik. Begitu pula edukasi yanag akan disampaikan ke masyarakat terkait pemilahan dan pegolahan smpah 3R (Reduse, Reuse, Recycle).

“Selain itu akan terbentuk kelompok Bank Sampah IDOLA beranggotakan 40 orang masyarakat sekitar kawasan taman wisata alam Malino untuk pengolahan sampah 3R. Dan sebagai agen perubahan masyarakat akan mengkampanyekan penggunaan bahan ramah lingkungna di Kawasan obyek wisata,” imbuhnya.

Menurut Elly, latar belakang mengambil lokus di Malino karena pengolahan sampah di Kawasan wisata alam Malino belum dikelola maksimal, selain sarana sarana yang minin, kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap kebersihan masih kurang. Sehigga pentingnya inovasi dan edukasi kepada pengunjung Taman Wisata Alam Malino dalam penggunaan bahan ramah lingkungan.

“Aksi perubahan IDOLA mendukung pogram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menargertkan Indonesia bersih 2025, sesuai Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2017, tentang kebijakan strategi nasional pengelolan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga (Jakstranas),” jelas Elly.

IDOLA menggambarkan perencanaan Pemda terhadap target Indonesia bersih dan bebas sampah tahun 2025, baik dari sisi pengurangan dan penanganan sampahnya, dalam bentuk kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada).

“Bupati Gowa awal tahun 2019 telah mengeluarkan surat edaran Nomor 188/088/DLH tertanggal 31 Januari 2019, tentang pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga,” jelas Kadis Lingkungan Hidup Gowa Azhari, yang ikut mendapingi.

“Dan kata beliau akan disusul dengan surat edaran tentang penggunaan bahan ramah lingkungan di taman wisata alam Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Dengan aksi perubahan ini, kata Azhari pengunjung Taman Wisata Alam Malino tidak lagi diperkenankan datang membawa botol kemasan air mineral, karena akan dicegat di pintu masuk destinasi hutan pinus. Pengunjung hanya bisa masuk jika membawa Tumbler (botol minuman ramah lingkungan). Dan jika tidak punya Tumbler silahkan membeli dan mengisi air mineral di pedangan depan pintu masuk. Model ini akan memberi eduksi kepada masyarakat agar peduli dan ramah lingkungan.

Ellyyana Said, menambahkan aksi perubahan ini akan sukses jika didukung semua pihak.

“Hasil akhir dari aksi perubahan ini, terwujudnya Taman Wisata Alam Malino yang bersih dan bebas dari sampah plastik. Dan terbentuknya pengunjung wisata yang peduli pada lingkungan dan kelestarian kawasan konservasi,” tutupnya.

Sebagai informasi bahwa kegiatan ini nantinya akan di support oleh teman-teman PHRI Gowa dan Masyarakat sadar wisata (Masata) Gowa.

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img