27.3 C
Jakarta
Minggu, September 26, 2021

Bupati Lahat Inspeksi Mendadak Penginapan Dan Hotel Terkait Penyebaran Covid-19

Warta Indonesia | Sumsel | Lahat – Usai mendapati laporan terkait dugaan ratusan karyawan PT SERD yang diduga terpapar Covid 19, yang menginap baik di Hotel, Penginapan, dan Kontrakan membuat orang nomor satu Pemimpin Kabupaten Lahat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), guna untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus menular (Covid 19).

Agar tidak dikelabuhi dan informasi tersebut, bocor Bupati Lahat Cik Ujang SH mengatur siasat dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dengan membagi tiga (3) Tim Sidak. Untuk menyelusuri sedikitnya, 15 Hotel, Penginapan, dan Kontrakan yang ada di Kabupaten Lahat.

Alhasilnya, info yang masuk langsung ke Bupati Lahat terkait ratusan karyawan PT SERD yang terduga terpapar Covid 19 benar adanya. Sehingga, Bupati Lahat Cik Ujang SH mengambil tindakan tegas memerintahkan Tim Gugus Tugas (Gusgas) Kabupaten Lahat untuk melakukan mencatat sebanyak 290 karyawan dan subcon PT SERD agar dapat dilakukan Isolasi Mandiri.

“Untuk Tim I langsung di Pimpin Bupati Lahat Cik Ujang SH, Tim II dipimpin Wabup Lahat H.Haryanto SE MM, dan Tim III dipimpin Pj Sekda Lahat Drs.H.Deswan Irsyad MPdi, berhasil mendapati 290 karyawan maupun Subcon dari PT SERD terduga terpapar Covid 19,” ungkap Kasat Pol-PP, Linmas, dan Damkar Pemkab Lahat Fauzan Khoiri Denin AP MM, pada Kamis (22/07/2021).

Diungkapkan Fauzan, dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lahat ini, melakukan pemeriksaan dan pengecekan di 15 titik Hotel, Penginapan, dan Kontrakan di Kabupaten Lahat, dan berhasil mendapati ratusan karyawan maupun subcon PT SERD yang terpapar Covid 19 diduga sengaja tidak dilaporkan kepada Satgas Covid 19 Pemkab Lahat.

“Sebanyak 290 karyawan maupun Subcon PT SERD yang kontakminasi Covid 19 ini, hampir separuhnya atau 53 orang lebih secara diam diam diinapkan oleh PT SERD dari data yang kita dapat di Mes Lubuk Beringin Desa Manggul Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat,” ujar Fauzan.

Sedangkan, untuk sisanya sendiri kata Fauzan, berdasarkan data yang mereka laporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, sebagian lagi karyawan dan Subcon PT SERD diinapkan di tujuh (7) Hotel, Losmen, dan Mes, termasuk Kontrakan yang ada di Kabupaten Lahat.

“Insyaallah, besok ada tindak lanjutnya dengan memanggil pihak perusahaan PT SERD dengan menggelar rapat terbatas Tim Gugus Tugas (Gusga) Pemkab Lahat, dan kemungkinan langsung dipimpin Bupati Lahat,” katnya lugas.

Bahkan, dalam rapat tersebut diakui Fauzan, guna menentukan langkah maupun sanksi apa yang diberikan. Namun, semua itu, masih menunggu hasil dari Rapat terbatas besok.

“Intinya, untuk sanksi masih kita kaji terlebih dahulu. Karena, kita masih memikirkan sisi kemanusiaannya. Termasuk, dalam rapat terbatas besok guna menentukan lokasi atau titik yang paling pas disatu tempat, agar pemantauan terhadap 290 karyawan dan Subcon PT SERD dalam Isolasi Satgas Kabupaten Lahat dapat lebih mudah,” terangnya.

Tidak sampai disitu saja, dijelaskannya, dari data yang diterima 290 karyawan maupun Subcon PT SERD ini, lebih dari separuhnya orang dari luar Provinsi Sumsel.

“Memang ada dari Lahat, tapi tidak seberapa. Lebih didominan dari luar daerah Provinsi Sumsel, bukan dari luar Negara lain,” ucapnya.

Terakhir, dihimbau Kasat Pol-PP Pemkab Lahat, atas nama Satuan Tugas (Satgas) Gugus Tugas Pemkab Lahat berharap agar pihak Perusahaan PT SERD dapat lebih terbuka terutama dalam penanganan virus menular atau Covid 19 ini, karena, semua ini untuk kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Lahat.

“Kami berharap PT SERD dapat lebih terbuka, terutama dengan Tim Gugus Tugas (Gusgas) Pemkab Lahat, agar dapat memutuskan mata rantai dalam penyebaran Covid 19 saat ini,” pesan Fauzan secara tegas. ( Santo )

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img