33.4 C
Jakarta
Jumat, Juli 30, 2021

CAPRES CAWAPRES TERBAIK BAGI PDIP : RIDWAN KAMIL DAN PUAN MAHARANI !

ANALISIS PROSPEK POLITIK 2024 

Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia (DMK) – Ketua Umum DPP Partai Sunda Nusantara (PSN)

Sampurasun,

Tokoh senior PDIP, Efendy Simbolon, bersuara keras dengan mendukung penuh Puan Maharani sebagai calon Presiden 2024, siapapun nanti calon Wapresnya ?, tentu saja dukungan terhadap Puan ini, membongkar spekulasi koalisi Gerindera dan PDIP, yang menggadang-gadang pasangan Prabowo dan Puan, karena tidak mungkin Prabowo menjadi calon Wakil Presiden.

Di sisi lain para pendukung militan Jokowi, sudah ancang-ancang hidup dan mati bersama Ganjar Pranowo, konsekwensi logis, jika Ganjar terlempar dari PDIP, para pendukung militan Jokowi ini, akan eksodus masuk partainya Ganjar yang baru, apapun partainya ?

Dari spekulasi-spekulasi ini terlihat sudah terjadi perbedaan mendasar, antara para pendukung PDIP tradisionalis yang fanatik trah Bung Karno, dan pendukung militan Jokowi dalam kedua pilpres yang di menangkannya. Pemikiran tokoh senior PDIP Efendy Simbolon, sudah pasti risau, menganggap bunuh diri jika PDIP hanya menempatkan kader terbaiknya hanya menjadi calon wapres, sementara partai lain yang menjadi calon presidennya. Jika pasangan Prabowo dan Puan terjadi, maka hampir di pastikan Gerindera bakal melejit, sementara PDIP bakal merosot. Oleh karena itulah mengapa betapa berani dan gencarnya Efendy Simbolon bicara, membongkar kembali apa yang sudah menjadi opini publik terkait pasangan Prabowo dan Puan.

Memang untuk sementara hasil survey menunjukkan Prabowo selalu menjadi nomor satu, namun waktu masih cukup panjang hingga tahun 2024, tentu saja yang namanya politik, elektabilitas sangat bisa berubah, sangat bisa terjadi dari bawah ke atas, dan dari atas ke bawah.

Tokoh capres lainnya yang patut diperhitungkan sebagai kuda hitam oleh PDIP adalah Ridwan Kamil, Gubernur Jabar ini adalah satu-satunya tokoh Sunda dan Nyunda, yang masuk radar elektabilitas hasil survey yang cukup tinggi, dan selalu bertengger di papan atas, dan tentunya RK yang independent dan bukan kader partai manapun, bakal bisa di terima oleh PDIP, karena jika RK di tempatkan menjadi Capres tidak akan mengubah elektabilitas partai, dan PDIP bisa tetap mempertahankan sebagai partai nomor urut satu di tahun 2024. Ridwan Kamil memang sa’at ini belum menempati nomor urut satu di dalam hasil survey, namun jangan salah pendukung Sunda dan Nyunda serta Milenial, bisa terus mengkristal seandainya RK terus di gadang-gadang oleh PDIP, dan secara ideologis intelektual, tentu sangat cocok, karena RK adalah putra terbaik ITB sa’at ini, dan bisa di sebut Sukarno Junior.

Sementara calon papan atas lainnya, seperti Anies Baswedan secara ideologis tidak akan nyambung dengan PDIP karena Anies sudah sangat identik dengan PKS. Dan kemudian Airlangga walau di usung Partai Golkar, hasil surveynya masih di bawah, sehingga tidak mempunyai prospek yang baik bagi PDIP jika di calonkan Presiden.

Di bolak-balikpun tetap bagi PDIP yang terbaik sa’at ini, adalah mulai membuat pasangan yang terbaik bagi Puan Maharani dan tentunya bisa memperkuat dan mempertahankan posisioning partai, siapa lagi kalau bukan Ridwan Kamil ?

Ganjar Pranowo tidak mungkin karena sesama PDIP, Prabowo bakal menggerus suara PDIP, Anies Baswedan identik dengan PKS seteru ideologisnya PDIP, Airlangga Sutarto walaupun di usung Golkar hasil surveynya tidak bagus, sama halnya dengan AHY dari partai Demokrat.

Kesimpulannya layak sekali jika di pilpres 2024, PDIP mengusung Ridwan Kamil dan Puan Maharani, dan hal ini tentu akan menjadi magnet dukungan bagi Partai-partai lainnya terkecuali, Gerindera, PKS, Demokrat dan Golkar, karena Ridwan Kamil Independent, bisa dimiliki oleh Partai-partai seperti PKB, NASDEM, PAN dan PPP yang terlihat belum mempunyai kekentalan terhadap calon presiden manapun, dan sudah barangtentu tidak ada resistensi dengan Calon Independent.

Kelihatannya prospek politik Ridwan Kamil bakal sama tracknya seperti Jokowi, yang mempunyai garis emas beranjak dari Walikota, Gubernur, dan In Shaa Allah Presiden. Dan sekarang sangat cocok jika di usung oleh PDIP sebagai Capres.

Sementara, jika PDIP memaksakan Puan menjadi calon presiden tentu saja hal ini bunuh diri juga, prospek menangnya kecil, karena tidak bisa dinafikan elektabilitas hasil survey Puan masih rendah, dan yang rasional posisinya cukup ditempatkan menjadi calon Wakil Presiden.

Kemudian di akhir tulisan singkat ini, perlu di ketahui oleh masyarakat dan Rakyat Indonesia, di tahun 2024, In Shaa Allah akan lahir partai baru, bernama Partai Sunda Nusantara (PSN), yang berasaskan PANCASILA  dengan manifesto mainstream ideologi politiknya adalah NASAREL, yaitu singkatan dari : Nasionalis, Sunda Nusantara dan Religius, visi misi *PSN* berjuang untuk mengangkat harkat martabat Sunda dan Nyunda, yang prospek politiknya sangat luar biasa, dan sangat baik bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Keur Indonesia anu leuwih maju, geus waktuna Sunda jeung Nyunda jadi Presiden

Prospek politik PSN patut diperhitungkan secara Nasional, karena suku Sunda saja jumlahnya sudah 25% dari penduduk nasional, belum yang Nyunda, yaitu yang bukan suku Sunda akan tetapi punya keluarga Sunda, dan atau bisa berbahasa Sunda dan atau mencintai budaya Sunda, kemudian masa ini di ikat dengan pemahaman ideologis Sunda Nusantara, yang tetap berpijak kokoh kepada Nasionalisme. Prospek dukungan politik ini akan dikristalisasikan oleh perjuangan *PSN* di tahun 2024. Dan di titik start awal sekarang ini, momentumnya sangat tepat jika *PSN* mulai mengangkat prospek politik Capres dan Cawapresnya, kun fayakun : *Ridwan Kamil dan Puan Maharani.*

Mudah-mudahan terjadi, dan menjadi sejarah yang baik bagi bangsa Indonesia tercinta. Aamiin YRA.

Allahu Akbar !, Merdeka !, Rampes !

Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!