32.5 C
Jakarta
Jumat, April 10, 2026

Wartawan Investigasi

Pencari Bukti Yang Tersembunyi

*Curah Hujan Ekstrem Melanda, Puluhan Rumah Warga Kecamatan Pondok Suguh Terendam Banjir*

*Curah Hujan Ekstrem Melanda, Puluhan Rumah Warga Kecamatan Pondok Suguh Terendam Banjir*

MUKOMUKO – Bencana hidrometeorologi kembali menerpa wilayah Kabupaten Mukomuko. Hujan dengan intensitas yang sangat tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu sore hingga dini hari, tanggal 5 April 2026, memicu luapan air yang akhirnya merendam puluhan unit rumah warga. Banjir terparah tercatat terjadi di Kecamatan Pondok Suguh, tepatnya di dua desa yang berada di bantaran aliran Sungai Teramang, yakni Desa Tunggang dan Desa Mulya Tirta.

Kenaikan permukaan air yang terjadi secara drastis ini mengakibatkan kondisi darurat bagi masyarakat setempat. Air yang meluap dari sungai dengan cepat merambah ke area permukiman, menciptakan kepanikan dan memaksa warga untuk segera bertindak cepat demi menyelamatkan diri serta harta benda mereka.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dari lapangan, tercatat sedikitnya 18 rumah di Desa Tunggang terendam air. Ketinggian genangan dilaporkan mencapai setinggi lutut orang dewasa, kondisi yang cukup mengganggu aktivitas dan kenyamanan penghuni. Sementara itu, di wilayah Desa Mulya Tirta yang juga berbatasan langsung dengan aliran sungai, sedikitnya 8 rumah juga mengalami nasib serupa dengan ketinggian air yang tidak jauh berbeda.

“Sebenarnya curah hujan mulai turun sejak pukul 15.00 WIB dan terus berlangsung tanpa henti hingga menjelang malam. Tidak butuh waktu lama, Sungai Teramang mulai meluap dan air dengan cepat masuk ke pemukiman warga,” ungkap salah satu warga Desa Tunggang yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi.

Menyadari potensi bahaya yang mengancam, sebagian warga telah mengambil langkah sigap dengan melakukan evakuasi mandiri. Mereka memindahkan keluarga serta barang-barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi dan aman sebelum air semakin tinggi. Namun, tidak sedikit pula warga yang memilih untuk tetap bertahan di kediaman masing-masing dengan harapan bahwa banjir ini hanya bersifat sementara dan air akan segera surut dalam waktu dekat.

Di tengah kondisi yang masih memprihatinkan ini, harapan besar tertuju pada peran pemerintah daerah. Masyarakat berharap adanya perhatian serius dan langkah-langkah strategis yang nyata untuk mengatasi persoalan ini agar tidak terus terulang setiap musim hujan tiba. Pembangunan sistem drainase yang lebih memadai serta upaya normalisasi dan pengelolaan aliran sungai dinilai sangat mendesak untuk dilakukan demi mencegah luapan air dan melindungi keselamatan warga di masa mendatang.

(TIM HD/RED)

Berita Terkait