URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img
25.5 C
Jakarta
Kamis, Desember 8, 2022

URUS PERIJINAN

KLIK GAMBARspot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dewan Pers Akan Adakan Zoom Meeting Terkait Pemberitaan Cafe Valentine Karaoke Keluarga

Warta.in Deli Serdang- Pemberitaan Cafe Valentin Karaoke Keluarga di Jalan Pantai Labu Desa Sidodadi Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdan Propinsi Sumatera Utara, sempat ramai diberitakan di berbagai media online yang membuat Dewan Pers ikut serta ambil bagian.

Tim wartawan ini mengkonfirmasi ke pihak Dewan Pers di Jakarta, apa dasar acuan diterimanya laporan pengaduan dari pihak pengadu terkait berita berjudul “Valentin Karaoke Katanya Karoke Keluarga Tapi Kok Gitu” yang naik di media online investigasi86.com tanggal 13 Juni 2022.

Pihak Dewan Pers melalui stafnya Ibu Astrid mengatakan, “hal tersebut sesuai dengan kewenangan DP (Dewan Pers) yang diatur di UU Pers juga Peraturan DP Nomor 3/2017 tentang prosedur pengaduan ke DP. Pertemuan besok pun sifatnya klarifikasi kepada para pihak, apa yang jadi keberatan pengadu, dan bagaimana proses kerja jurnalistik teradu”. Rabu (5/10).

Pimpinan Redaksi investigasi86.com Bapak Zulkifli menegaskan, kalau seluruh wartawan/i yang berada di media investigasi86.com semua cerdas dengan tingkat ilmu jurnalis yang dapat diandalkan. Terkait pemberitaan mengenai Cafe Valentin Karaoke Keluarga di Deli Serdang, kita minta Kabiro Deli Serdang Charles Sipayung beritakan terus kalau benar dengan mengedepankan UU Pers.

Lanjutnya, pihaknya akan ikut zoom meeting besok Kamis (6/10/22) undangan Dewan Pers dan pihak pengadu, ujar Zulkifli. Rabu (5/10)

Ditempat lain konfirmasi dengan HS Ketua COJ (Community Of Jounalist) menegaskan, “Saat itu bersama kawan – kawan pernah melakukan investigasi ke Valentin Karoke Keluarga, usaha milik Lae Tampu itu kata Bapenda Bayar pajak cafe dan karoke keluarga berkisar 450 ribu tiap bulannya, untuk jam opraso dia sudah menyalahi aturan, dan izin jual minuman alkohol pun setelah kita beritakan baru di urus, artinya selama ini main rambo usaha Lae Tampu itu, terkait menyediakan wanita berpakaian seksi, PH Lae Tampu itu juga benarkan, dan ditempat tinggalkan di mess yang disediakan pengusaha itu,”. terangnya, Rabu (5/10).

Salah satu oknum yang ikut dalam investigasi di cafe Valentin Karaoke Keluarga angkat bicara. Inisial CS, menyebutkan kalau di dalam struk pembayaran atau bil tidak ditemukannya tulisan PPN, dengan mahalnya jumlah bil sampai jutaan, termasuk pembayaran buat Waitres berpakaian seksi. Jadi sangat tidak tepat kalau namanya Cafe itu dikatakan cafe keluarga. Rabu (5/10). (DR.MOI)

Warta Baru
Warta Terkait