Diduga Pencitraan, Klaim Mesin Incinerator di Desa Ciasem Baru Terbantahkan Fakta di Lapangan
Ciasem, Subang | Warta In Jabar — Klaim pengadaan mesin incinerator pembakar sampah yang disampaikan Kepala Desa Ciasem Baru, Indah Aprianti, S.H., kepada publik melalui pemberitaan media online dan media sosial menuai polemik. Sejumlah warga secara tegas membantah keberadaan mesin tersebut dan menilai pernyataan pemerintah desa tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Mesin incinerator sejatinya merupakan alat pemusnah limbah padat dengan sistem pembakaran bersuhu tinggi yang terkontrol, dilengkapi teknologi khusus untuk mengurangi volume sampah secara signifikan serta menekan dampak pencemaran lingkungan. Namun, fasilitas yang diklaim tersedia di Desa Ciasem Baru dinilai jauh dari definisi tersebut.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa pemerintah desa sebelumnya menyampaikan kepada publik bahwa pembakaran sampah dilakukan menggunakan mesin incinerator, bahkan diklaim dapat menghasilkan paving blok di setiap RT sebagai solusi penanganan sampah sekaligus bernilai ekonomis. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi nyata di lapangan.
“Yang ada bukan mesin incinerator. Itu hanya tempat penampungan sampah biasa yang dibuat menyerupai tungku dan dibakar secara manual. Tidak ada mesin, tidak ada sistem, dan jelas tidak sesuai dengan yang disampaikan ke publik,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa, seraya meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai pernyataan pemerintah desa tersebut berpotensi menyesatkan publik. Klaim yang disampaikan dianggap hanya sebatas narasi pencitraan tanpa didukung bukti fisik maupun spesifikasi teknis sebagaimana mestinya sebuah mesin incinerator.

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Jumat, 26 Desember 2025, tim Warta In Jabar melakukan pengecekan langsung ke lokasi penampungan dan pembakaran sampah yang sebelumnya dipublikasikan melalui media sosial.
Hasil penelusuran membenarkan keterangan warga. Di lokasi tidak ditemukan mesin incinerator sebagaimana yang diklaim, melainkan hanya bangunan sederhana yang difungsikan sebagai tempat pembakaran sampah secara manual, tanpa teknologi pengendali emisi maupun sistem pembakaran modern.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi Pemerintah Desa Ciasem Baru, mulai dari sumber anggaran, spesifikasi pengadaan, hingga kebenaran klaim yang telah terlanjur dikonsumsi publik.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Ciasem Baru belum memberikan klarifikasi resmi terkait perbedaan antara pernyataan yang disampaikan ke publik dengan fakta yang ditemukan di lapangan.































